Ilustrasi leptospirosis

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kecamatan Colomadu menjadi kawasan yang difokuskan untuk menekan angka penyebaran penyakit leptospirosis di Kabupaten Karanganyar.

Pasalnya di wilayah tersebut dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut selalu terdapat warga terjangkit bakteri leptospira.

Berlaku di Solo, Ini Bocoran Tes Psikologi Pemohon SIM

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Katarina Iswati, mengatakan di awal tahun 2020 terdapat dua kasus warga terjangkit leptospirosis di Colomadu.

Pada dua kasus tersebut satu warga di antaranya meninggal dunia.

Bawaslu Sragen Buka Lowongan, Minat?

“Kemarin tiga tahun berturut-turut juga ada kasus terus soalnya. Lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya,” terang dia kepada solopos.com, Rabu (12/2/2020).

Untuk upaya penekanan leptospirosis, DKK Karanganyar akan berkoordinasi dengan Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga untuk melakukan operasi penangkapan tikus di Colomadu.

Hotel Berbintang Soloraya Tebar Promo Selama SGS 2020, Apa Saja?

Tikus yang ditangkap akan diteliti untuk mengetahui adanya kandungan bakteri leptospira di dalam tubuh tikus yang ditangkap di Colomadu.

“Kami saat ini masih berkoordinasi untuk melaksanakan operasi bersama B2P2VRP,” imbuh dia.

Selain penangkapan tikus, Colomadu juga akan menjadi fokus wilayah pembagian alat Rapid Diagnostic Test (RDT) yang diberikan oleh Dinkes Provinsi Jateng. Alat tersebut nantinya berfungsi untuk mengecek pasien demam yang mengarah ke leptospirosis.

Pilkada Solo: Yakin Dapat Rekomendasi Cawali Dari PDIP, Gibran Rakabuming Lanjutkan Blusukan

“Alatnya itu bentuknya seperti alat cek kehamilan. Soalnya gejala leptospirosis itu kan samar. Hampir seperti flu biasa dan sakit kuning. Alatnya juga akan kami bagikan ke Colomadu. Soalnya memang sementara kami fokuskan di situ,” beber dia.

Berdasarkan data yang diterima solopos.com, penyebaran penyakit leptospirosis pada tahun 2020 naik dibandingkan tahun lalu. Selama tahun 2019, tercatat 14 kasus warga terjangkit penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus tersebut. Sedangkan hingga Februari 2020, terdapat tujuh kasus di Karanganyar dan lima di antaranya meninggal dunia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten