Coblosan Pilkada 2020, Pedagang di Pasar Tradisional Solo Sepi Pembeli 
Sebagian kios di Pasar Nusukan, Banjarsari, Solo tutupkarena para pemiliknya libur untuk memberikan hak pilih mereka dalam pilkadaserentak, Rabu (9/12/2020). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, SOLO – Sebagian pedagang pasar tradisional di Kota Solo tetap berjualan di hari pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Rabu (9/12/2020).

Berdasar pantauan Solopos.com di pasar darurat Pasar legi dan Pasar Nusukan, sebagian kios dalam keadaan tertutup dan sebagian lagi dibuka oleh pemiliknya yang berjualan di hari tersebut.

Sulami, salah satu pedagang keperluan dapur di pasar darurat Pasar Legi Solo mengatakan, ia tetap berjualan dengan harapan tetap memperoleh rezeki di hari yang ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional tersebut. Ia menyadari jumlah pembeli tidak sebanyak  hari biasanya.

“Ya walaupun ini sebenarnya hari libur tapi tetap ada yang beli meskipun tidak banyak. Biasanya kalau pagi sampai siang bisa sampai 30 pembeli. Tapi hari ini baru enam orang yang datang. Ya tetap kami sukuri,” ujar warga Kadipiro, Banjarsari ini.

Kesaksian Petugas Tol Saat Penembakan 6 Anggota Laskar FPI: Banyak Ambulans Berseliweran

Meski berjualan, Sulami mengaku sudah menyalurkan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) di lingkungannya.

“Saya sudah nyoblos tadi pukul 08.00 WIB. Sesudah itu baru buka kios pukul 08.30 WIB,” imbuhnya.

Pedagang lain di sebelah kios Sulami, Sri Handayani, mengaku tidak rela jika harus menutup kios/tidak berjualan di pasar traadisional hai ini.

“Eman-eman [sayang kalau tutup],” ujar pedagang cabai ini.

Innalillahi, Ustaz Muin Ketua DSKS Solo Meninggal Dunia

Meski demikian ia mengaku tidak terlalu ngoyo untuk mencari rezeki di hari ini. “Ya nanti kalau kira-kira sudah sepi sekali ya tutup, terus pulang,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Nusukan Solo, Indri, mengatakan sebagian pedagang menutup kiosnya. Menurutnya, mereka adalah warga Solo yang akan menyalurkan hak pilih mereka dalam pilkada. Sedangkan pedagang lain yang berjualan kebanyakan berasal dari daerah lain.

Sering Akibatkan Kecelakaan, Tanjakan Ndaskali Wonogiri Dikepras

“Yang asli Solo pada tutup, walaupun ada yang buka tetapi sedikit. Kalau saya kan warga Karanganyar, tidak ada pilkada hari ini, sehingga tetap jualan,” ujar pedagang makanan asal Colomadu, Karanganyar ini.

Sementara itu, salah satu penjaga parkir Pasar Nusukan Solo, Gepeng mengatakan jumlah pengunjung pasar tidak seramai hari biasanya.

“Hari ini kan coblosan, jadi sepi tidak seperti biasanya. Tapi memang tetap ada pembeli yang datang ke pasar untuk membeli kebutuhan mereka,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom