Cimplung, Makanan Khas Banyumas Bermandikan Emas

menikmati cimplung bisa langsung disantap setelah masak atau bisa juga digoreng. Makanan ini bisa mudah ditemui di tempat-tempat wisata di Kabupaten Banyumas

 Cimplung khas Banyumas (Jatengprov.go.id)

SOLOPOS.COM - Cimplung khas Banyumas (Jatengprov.go.id)

Solopos.com, BANYUMAS — Cimplung adalah makanan khas Banyumas, Jawa Tengah yang berbahan dasar umbi-umbian dan kemudian diolah dengan direbus dalam air nira yang mendidih. Jenis umbi-umbian yang digunakan biasanya terbuat dari singkong, ubi jalar/mantang/munthul, talas dan jenis umbi-umbian lain. Karena direbus dengan air nira yang berwarna cokelat keemasan, tekstur dan rasa pada cimplung ini seperti gula karamel dan tentunya memiliki rasa yang manis.

Dilansir  dari Jatengprov.go.id, Senin (24/1/2022), menikmati cimplung bisa langsung disantap setelah masak atau bisa juga digoreng. Makanan ini bisa mudah ditemui di tempat-tempat wisata di Kabupaten Banyumas dan daerah-daerah kawasan Eks Karesidenan Banyumas. Cimplung memiliki rasa yang sangat manis sehingga bagi penderita diabetes, makanan ini tidak dianjurkan meskipun rasa manisnya berasal dari bahan alami.

PromosiPerempuan dalam Pusaran Terorisme

Baca Juga: Bikin Bising, 157 Knalpot Brong Dimusnahkan Satlantas Polres Grobogan

Makanan khas Banyumas ini memang belum terlalu tereksplorasi karena termasuk makanan yang tidak tahan lama. Namun cimplung ini tetap memiliki cita rasa yang tinggi dan sangat cocok untuk dijadikan sarapan di pagi hari. Sementara itu dilansir dari berbagai sumber, olahan singkong ini sangat cocok disantap saat udara dingin, seperti saat hujan turun. Selain itu, setiap bulan Ramadhan, makanan ini juga menjadi menu pembuka untuk sajian buka puasa.

Cimplung sendiri berasal dari Bahasa Jawa, yaitu ‘Cemplung’ yang artinya masuk ke dalam air. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pengolahan makanan ini adalah dengan dimasukan ke dalam air nira (cemplung) yang memiliki aroma dan rasa manis alami dari gula jawa. Selain singkong, bahan dasar cimplung juga bisa menggunakan pisang.

Baca Juga: Misteri Cupu Manik Astagina & Asal-Usul Telaga Warna

Makanan khas Banyumas biasanya dijual dengan harga Rp5.000 per porsi dan hanya bertahan antara 2-3 hari ke depan. Makanan ini juga sangat cocok jika digunakan sebagai teman minum kopi. Sementara itu, cara pengolahan cimplung ini mudah, namun perlu diketahui bahwa cimplung ini harus diolah dalam air nira yang sudah dicampur dengan gula jawa dan sudah direbus selama lima jam.

Sedangkan saat memasak singkongnya tidak perlu lama-lama, hanya ditunggu sampai benar-benar matang. Jangan terlau lama dalam pengoalahan karena bisa merusak tekstur singkong. Oleh karena itu, saat sudah matang, cimplung harus segera diangkat dari rendaman air nira  dan kemudian ditunggu hingga hangat

Baca juga: 5 Makanan Unik Khas Jawa Tengah, Namanya Bikin Geli

Sumber: Jatengprov.go.id, berbagai sumber

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Karimunjawa Diguncang Gempa M 3,6, BMKG: Getarannya Cukup Teras

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,6 mengguncang Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) pada Selasa (17/5/2022) malam.

Binus Dirikan Kampus di Semarang, Ini Lokasinya

Bina Nusantara atau Binus mendirikan kampus di kawasan POJ City, Kota Semarang.

Waduh! Betonisasi Jalan di Semarang Diusik Preman, Ganjar Turun Tangan

Proyek betonisasi jalan Palir-Kaliancir di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), terkendala ulah preman yang meminta uang atau memalang pelaksana proyek.

Joss! Daerah Terdeteksi PMK di Jateng Dapat Bantuan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng siap memberikan bantuan kepada peternak di daerah yang terdeteksi wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Mitos Pantai Karangbolong Kebumen, Kental dengan Sosok Nyi Roro Kidul

Mitos atau kisah misteri di Pantai Karangbolong, Kebumen, sangat erat kaitannya dengan sosok Nyi Roro Kidul sebagai penguasa Pantai Selatan dan sarang burung walet yang ada di wilayah itu.

Simak Lur! Ini Alasan Naik ke Area Candi Borobudur Belum Diperbolehkan

GM TWC Borobudur, Aryono Hendro Malyanto, mengungkapkan alasan pengunjung atau wisatawan dilarang naik ke area Candi Borobudur.

Penerima Sudah Meninggal, Bansos Ditilap Pegawai Kecamatan Ngaringan

Terungkapnya aksi pegawai Kecamatan Ngaringan tersebut karena kecurigaan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Wisata ke Candi Borobudur, Pengunjung Keluhkan Ini

Sejumlah wisatawan atau pengunjung yang berkunjung ke Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jateng, mengaku kecewa, ini sebabnya!

Ini Lampu Bangjo Terlama di Kota Semarang, Netizen: Iso Nyambi Ghibah

Berikut lampu bangjo atau traffic light di Kota Semarang yang disebut-sebut menyalakan lampu merah terlama versi netizen.

Akhirnya! Undip Gelar Wisuda Secara Luring, Perdana Sejak Pandemi

Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menggelar upacara wisuda secara luring atau dihadiri wisudawan untuk kali pertama sejak pandemi Covid-19.

Lima Polres di Jateng Diusulkan Naik Tipe C, Salah Satunya di Soloraya

Polda Jateng mengusulkan lima polres di wilayahnya untuk naik tipe dari tipe D menjadi tipe C, salah satunya ada di wilayah Soloraya.

Pemuda di Jepara Meninggal Dikeroyok, Kapolres: Bukan Tawuran Desa

Kapolres Jepara, AKBP Warsono, memastikan kematian pemuda asal Desa Muryolobo, Nalumsari, akibat pengeroyokan dan bukan tawuran antarwarga desa.

Warga Terdampak Reaktivasi Rel Tawang-Semarang Terima Santunan

Balai Teknik Perkeretaapian Jateng memberikan santunan kepada warga terdampak reaktiviasi rel Stasiun Semarang Tawang menuju Pelabuhan Tanjung Emas.

Gudeg Koyor Mbak Tum, Kuliner Legendaris di Semarang Langganan Pejabat

Warung kuliner legendaris di Kota Semarang salah satunya adalah Warung Gudeg Mbak Tum yang ada di Jalan MT Haryono.

Punya Kiai Terbanyak di Jateng, Pati Justru Terkenal Kota Paranormal

Memiliki jumlah kiai, ulama, ustaz, terbanyak di Jawa Tengah, Kabupaten Pati justru terkenal sebagai kota paranormal.

Horok! Kapal Bajak Laut Tiba-Tiba Muncul di Juwana Pati

Sejumlah replika kapal bajak laut dan kapal tempur hadir di acara sedekah laut di Juwana, Pati.