Ciaaaat... Perguruan Silat Digandeng untuk Operasi Kerumunan

Sasaran yang ditertibkan adalah masyarakat yang berkerumun tanpa mematuhi protokol kesehatan.

 Tim gabungan saat melakukan operasi di salah satu tempat di Sukoharjo, Minggu (22/8/2021) dini hari. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Tim gabungan saat melakukan operasi di salah satu tempat di Sukoharjo, Minggu (22/8/2021) dini hari. (Istimewa)

Solopos.com, SUKOHARJO—Aparat Polres Sukoharjo, Jawa Tengah menggandeng sejumlah perguruan silat dalam operasi penertiban kerumunan di masa pandemi Covid-19.

Kegiatan dilangsungkan Sabtu (21/8/2021) mulai pukul 21.00 WIB hingga Minggu (22/8/2021) dini hari. Perguruan silat yang digandeng adalah PSHT, Pagar Nusa, SH Winongo, Kera Sakti dan Sardulo Seto mulai tingkat ranting hingga cabang.

Sasaran yang ditertibkan adalah masyarakat yang berkerumun tanpa mematuhi protokol kesehatan. Tim Polres dan anggota perguruan silat itu mendatangi permukiman padat, tempat-tempat yang rawan gangguan kamtibmas.

Kearifan Lokal

Tim juga menertibkan balap liar serta geng motor di sejumlah objek di wilayah Sukoharjo.

“Silat merupakan kearifan lokal yang sudah menjadi identitas dan jati diri bangsa sejak ratusan tahun lalu,” ujar Kapolres Sukoharjo Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho S, SIK dikutip dari rilisnya, Senin (23/8/2021).

Tak dimungkiri, gesekan antarkelompok sering terjadi di sejumlah tempat. Karena itu, kata Kapolres, kegiatan patroli gabungan dengan ormas pencak silat merupakan salah satu upaya mewujudkan solidaritas dan kerukunan antarkelompok.

Baca Juga: Pesilat Hentikan Pengguna Jalan di Madiun, Ada Apa? 

“Sesama perguruan silat harus bisa saling menjaga, saling menghargai dan mengesampingkan ego. Jangan terprovokasi dengan beberapa kejadian yang bisa memecah belah antarkelompok,” tandas perwira menengah Polri ini.

Ia menegaskan, kegiatan patroli gabungan dengan ormas pencak silat akan dilaksanakan secara rutin guna menjaga kondusivitas wilayah.

“Kita selaku sesama anak bangsa perlu mengisi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan positif. Sesama saudara harus menjaga persatuan dan saling hormat. Terutama pada masa pendemi jangan ditambahi lagi dengan permasalahan yang justru akan merugikan,” tutupnya.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Gegara Konten TikTok Senggol Dong, Siswi SMA Jadi Korban Pengeroyokan

Gegara konten TikTok 'Senggol Dong', siswi di SMAN 6 Kendari, Sulawesi Tenggara, dikeroyok kakak kelas.

Warga Tiga Desa di Kintamani Bangli Terisolasi Akibat Gempa Bali

Tiga desa yang terisolir akibat gempa Bali tersebut adalah Desa Trunyan, Desa Abangsongan dan Desa Abang Batudinding.

Saluran Air di Stasiun Bogor Bisa Jadi Beijing Lu Station ala Indonesia

Saluran air buatan Belanda di kawasan Stasiun Bogor, Jawa Barat bisa dijadikan sebagai destinasi wisata sejarah baru, seperti Beijing Lu Station ala Indonesia.

Ngeri! Mayat Perempuan Wajah Berlumuran Darah Ditemukan di Pinggir Tol

Sesosok mayat perempuan dengan wajah berlumuran darah ditemukan tergeletak di pinggir Tol Sedyatmo arah Bandara Soekarno-Hatta.

2 Korban Gempa M 4,8 Bali Yang Tertimbun Akhirnya Selamat

Dua dari empat orang korban gempa di Desa Terunyan, Kintamani, Bali, yang sempat tertimbun reruntuhan akhirnya selamat.

OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Endus dari Transaksi Perbankan

KPK mengendus suap pengadaan barang dan jasa infrastruktur melibatkan Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin, melalui transaksi perbankan.

Dewan Pers Minta MK Tolak Uji Materi UU Pers

Dewan Pers berhadap Mahkamah Konstitusi (MK) menolak judical review atau uji materi Undang-undang No.40/1999 tentang Pers.

Kronologi Versi MTs Harapan Baru Ciamis, Berawal dari Siswa Terpeleset

Pihak MTs Harapan Baru Ciamis menyebut kronologi 11 siswa tenggelam berawal dari siswa terpeselet dan temannya mencoba membantu saat berada di tepi Sungai Cileueur.

Full Buatan Tangan, Segini Harga Kerajinan Kulit Warga Taman Madiun

Harga kerajinan tangan Hendro Suwignyo dibanderol agak tinggi karena 100% buatan tangan.

Olala... Nenek Ini Shock Berat Kejatuhan Meteorit di Tempat Tidurnya

Batu tersebut tidak mengenai tubuh tapi tetap saja banyak berserakan puing-puing di wajah dan tubuh si nenek akibat hantaman or tak diundang tersebut.

Giliran Anak, KPK Tangkap Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

KPK menangkap anak mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, yakni Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin, dalam operasi tangkap tangan (OTT) Jumat, 15 Oktober 2021 malam.

Kasus Bullying Siswa SD di Jepara, Disdikpora: Sudah Damai

Masalah aksi bullying siswa SD di Jepara yang vidoenya viral dinyatakan sudah selesai oleh Disdikpora Jepara.

Siswa SD di Jepara Jadi Korban Bullying, Reaksi Ortu Pelaku Bikin Emosi

Video seorang siswa SD di Jepara yang jadi korban bullying teman sekelasnya viral di twitter.

Ada Campur Tangan Pemancing di 2 Tragedi Susur Sungai Ciamis dan Sempor

Kisah pemancing menyelamatkan peserta susur Sungai Cileueur, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat juga terjadi saat tragedi susur Sungai Sempor di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tragedi Susur Sungai Sempor Terulang, Tahun Lalu 10 Siswa Meninggal

Tragedi susur sungai yang menyebabkan 10 siswa SMPN 1 Turi Sleman meninggal 1,5 tahun lalu terulang dan menimpa 11 siswa MTs Harapan Baru Ciamis, Jawa Barat, Jumat (15/10/2021).

Korban Tragedi Susur Sungai di Ciamis Dimakamkan, Keluarga: Ini Takdir

Keluarga mengikhlaskan kepergian korban susu sungai, dan menganggapnya sebagai takdir dari Yang Maha Kuasa.