Chopperland Jokowi Menghilang dari LHKPN, Kok Bisa?

Pada LHKPN terbaru, Jokowi tercatat memiliki alat transportasi dan mesin sebanyak 8 unit.

 Presiden Jokowi dan motor Chopperland di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (20/1/2018). (Instagram/kemensetneg.ri)

SOLOPOS.COM - Presiden Jokowi dan motor Chopperland di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (20/1/2018). (Instagram/kemensetneg.ri)

Solopos.com, JAKARTA — Sepeda motor modifikasi milik Presiden Jokowi menghilang dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru.

Dalam sebuah diskusi, Jokowi menjelaskan alasan mengapa motor customnya itu tak ada lagi dalam daftar koleksi kendaraannya.

Presiden Jokowi sempat menyalurkan hobi mengendarai sepeda motornya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Buntut Buka-Bukaan Soal Gaji, Krisdayanti Dipanggil Fraksi PDIP, Diberi Sanksi? 

Sekitar 2018 silam, Jokowi sempat riding dengan motor modifikasi bernama Chopperland.

Motor berbasis Royal Enfield 350 cc lansiran 2016 itu merupakan hasil garapan Elders Garage dan KickAss Choppers.

Motor berjuluk Chopperland berkelir kuning tersebut beberapa kali dibawa Jokowi riding. Jokowi bahkan sempat memimpin turing ke Sukabumi pakai Chopperland pada bulan April 2018 lalu.

Hasil Sendiri

Motor ini dibeli dengan harga Rp140 juta. Pada LHKPN tahun periodik 2017 yang disampaikan pada 31 Maret 2018, Jokowi sempat melaporkan motor Chopperland lansiran 2017 itu dengan status hasil sendiri.

Tapi pada LHKPN tahun periodik 2019 yang disampaikan 29 Februari 2020, motor Chopperland Jokowi tidak tercatat lagi.

Yang terbaru, LHKPN periodik 2020 yang disampaikan 12 Maret 2021 pun tidak tercantum motor Chopperland milik Jokowi.

Dihibahkan

Dalam sebuah forum, Jokowi mengatakan alasannya tidak lagi mencantumkan motor custom tersebut.

Dikatakan Jokowi, motor Chopperland itu dihibahkan ke anak laki-lakinya.

“Motor-motor sudah dialihkan ke Kaesang,” kata Jokowi dalam pertemuan forum Pemimpin Redaksi, baru-baru ini seperti dikutip detik.com.

Sebagai informasi, pada LHKPN terbaru, Jokowi tercatat memiliki alat transportasi dan mesin sebanyak 8 unit.

Total nilai alat transportasi dan mesin milik Jokowi mencapai Rp 527.500.000.

 

Daftar kendaraan yang dimiliki Jokowi:

  1. Mobil Suzuki Pikap Tahun 1997, hasil sendiri Rp10 juta
  2. Mobil Isuzu truk tahun 2002, hasil sendiri Rp60 juta
  3. Motor Yamaha Vega tahun 2001 hasil sendiri Rp2,5 juta
  4. Mobil sedan Mercedes-Benz tahun 2004 hasil sendiri Rp160 juta
  5. Mobil sedan Mercedes-Benz tahun 1996 hasil sendiri Rp60 juta
  6. Mobil Isuzu truk tahun 2002 hasil sendiri Rp40 juta
  7. Mobil Nissan Grand Livina tahun 2010 hasil sendiri Rp75 juta
  8. Mobil Nissan Juke tahun 2012 hasil sendiri Rp 120 juta.

Selain motor modifikasi Chopperland, Jokowi juga sempat memiliki motor modifikasi Kawasaki W175 yang diubah dengan gaya bobber.

Motor itu memiliki kelir hijau disertai emblem ‘Jokowi’ di bagian tangki.

Motor modifikasi tersebut merupakan hasil garapan bengkel kustom Katros Garage.

Tapi, motor modifikasi Kawasaki W175 yang sempat dibawa Jokowi turing di Kalimantan tersebut juga tidak tercatat di LHKPN.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Dimutasi Setelah Picu Kontroversi, Aipda Ambarita: Satya Haprabu!

Aksi Ambarita menuai banyak kritik, salah satunya dari Kompolnas yang menyebut menggeledah tanpa surat perintah keliru.

Eaalaah...Admin Humas Polda Cecar Warganet di DM Instagram

Selain menegur, admin akun Humas Polda Kalteng juga meminta warganet tersebut untuk datang ke Kantor Humas Polda Kalteng.

Populasi Koala Berkurang, Ilmuwan Australia Uji Coba Vaksin Klamidia

Para ilmuwan di sebuah universitas Australia berharap dapat membantu agar populasi koala yang kian berkurang menjadi lebih sehat dengan vaksin klamidia untuk hewan berkantung.

Uji Nyali! Berkunjung ke Museum Santet Di Cirebon

Di dalam museum santet terdapat ratusan boneka yang digantung termasuk boneka menyerupai pocong yang dipasang di pinggir dan sudut-sudut.

KA Cepat Jakarta-Bandung Butuh 75 Tahun untuk Balik Modal!

https://www.solopos.com/target-uji-coba-kereta-cepat-jakarta-bandung-1146742?utm_source=terkini_desktop

Begal Payudara di Cipayung Tertangkap! Ini Motif Tindakannya

Dari hasil pengakuannya tersangka, tersangka mengatakan kalau dia ada rasa nafsu karena sering menonton film porno

Kangen, Ibunda Buronan Kasus MIT Minta Anak Pulang dan Menyerah

Di dalam video itu, sang ibu meminta anaknya untuk segera pulang dan menemuinya dan anggota keluarga lain.

Puluhan Pelajar Di Lombok Tengah Tepar, Ini Penyebabnya

Puluhan pelajar di Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, harus mendapat perawatan di puskesmas setelah memakan gorengan.

Banjir Melanda Kota Samarinda, 9.444 Jiwa Di Lima Kelurahan Terdampak

Banjir melanda lima kelurahan di dua kecamatan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sebanyak 9.444 jiwa terdampak.

Sejarah Hari Ini : 21 Oktober 1944, Serangan Kamikaze Pertama

Beragam peristiwa terjadi pada 21 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari ini, salah satunya serangan kamikaze untuk kali pertama oleh pasukan Jepang.

Nekat! Pemuda Mabuk di Minahasa Panjat Tower Listrik

Aksi pemuda di Watudambo, Minahasa Utara, Sulawesi Utara sungguh nekat, dalam kondisi mabuk memanjat tower listrik

Sindikat Narkoba Dibongkar, 22 Kg Sabu Disita

Pengungkapan kasus narkoba tersebut berawal dari penangkapan tersangka pertama pada 16 September 2021 di Kabupaten Deli Serdang, dengan barang bukti 0,13 gram sabu-sabu.

Keroyok Anggota TNI AU, Lima Orang di Medan Ditangkap

Pengeroyokan anggota TNI AU tersebut terjadi di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

PD Masuk Tiga Besar, Elektabilitas PDIP Terus Turun

Naiknya tingkat elektabilitas Partai Demokrat antara lain karena posisinya sebagai oposisi sehingga dapat memanfaatkan kekurangan kebijakan pemerintah,

Istri Diganggu, Martil Bicara

Antara tersangka dan korban ada terjadi perselisihan di mana korban sering mengganggu istri tersangka.

Polisi Memaksa Periksa HP di Jalan, Kompolnas: Tolak!

Kewenangan polisi dalam memeriksa identitas dan ranah privasi seseorang harus dilakukan sesuai prosedur.