China Umumkan Kasus Covid-19 di Beijing, 400.000 Warga Dikarantina
Petugas medis mengawasi hasil CT scan pasien virus corona di distrik Qingshan, Wuhan, Provinsi Hubei, China, 8 Februari 2020. (Reuters/China Daily)

Solopos.com, BEIJING - China menghadapi persoalan baru berkaitan dengan penanganan Covid-19. China mengumumkan temuan 17 kasus positif virus corona Covid-19 yang sebagian besar terjadi di ibu kota China Beijing.

Jumlah Ibu Hamil Meningkat Selama Pandemi, Pemkab Wonogiri Gencar Sosialisasi KB

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan 17 infeksi baru itu dikonfirmasi pada Sabtu (27/6/2020), turun dari 21 sehari sebelumnya. Di Beijing, 14 kasus baru yang terkonfirmasi, turun dari 17 sehari sebelumnya.

China telah kembali menerapkan lockdown di dekat Beijing, yang berdampak terhadap sekitar 400.000 warga, setelah terjadi lonjakan kasus baru virus corona. Lockdown diberlakukan di Kabupaten Anxin di Provinsi Hebei, yang berdekatan dengan ibu kota China tersebut.

Anxin akan sepenuhnya tertutup dan dikendalikan. Hanya pekerja di sektor-sektor penting yang diizinkan keluar rumah, sementara hanya satu anggota keluarga yang diizinkan keluar belanja membeli berbagai keperluan.

Cegah Konflik Perguruan Silat, Ini Usul IPSI Sragen

Warga yang bukan penduduk setempat tidak akan diizinkan masuk gedung, komunitas perumahan, dan desa-desa. Pihak berwenang telah memperingatkan siapapun yang melanggar aturan tersebut akan dihukum polisi.

Anxin berada sekitar 150 kilometer selatan Beijing. Media China mengatakan telah ada 18 kasus di wilayah itu sejak awal kasus baru muncul di Beijing dua pekan lalu.

Daerah itu tidak sepadat populasi pusat-pusat kota besar China, dan para ahli kesehatan setempat mengatakan mereka optimis penyebaran itu dapat dihentikan.

Berkas Dikembalikan, Kejari Solo Minta Keterangan Kondisi Kejiwaan Tersangka Pembunuhan Banyuanyar

Kasus Covid-19 Beijing

Sejak 11 Juni saat Beijing melaporkan kasus pertamanya dalam penularan saat ini, yang muncul dari sebuah pusat pasar grosir yang luas di barat daya ibu kota, 311 orang di kota yang dihuni lebih dari 20 juta orang telah tertular virus itu.

Angka itu menjadikan jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi di China sebanyak 83.500. China melaporkan tujuh pasien baru tanpa gejala, yang terbukti positif Covid-19 tapi tak menunjukkan gejala klinis seperti demam, turun dari 12 sehari sebelumnya.

Setelah pandemi muncul di China akhir tahun lalu, negara tersebut telah berhasil melaporkan rendahnya infeksi secara konsisten. Untuk menghindari gelombang kedua, bahkan lonjakan kecil dianggap sangat serius otoritas kesehatan negara itu.

Asyik! Ada Promo Pengecekan Torsi dan Power Motor di Astra Motor Center Semarang


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho