Tutup Iklan
Ilustrasi peta dunia (Youtube)

Solopos.com, BEIJING China siap membangun jalan raya penghubung Asia dan Eropa. Jalan raya sepanjang 2.000 kilometer tersebut membentang dari China hingga ke Eropa melalui Rusia. Jalan raya ini merupakan bagian dari proyek One belt One Road (OBOR).

Jalan raya yang diberi nama Meridan itu bakal melewati Rusia yang dimulai dari ">China melalui sebelah barat Kazakhstan. Jalur ini menjadi jalan pintas rute perdagangan Eropa dan China. Demikian penjelasan dari kantor berita Rusia, RIA Novosti, seperti dikutip dari CNN, Rabu (10/7/2019).

Pejabat Rusia, Dimitry Medvedev, telah mengesahkan fase pertama proyek gabungan tersebut. Proyek raksasa ini ditaksir memakan biaya sekitar US$9,4 miliar atau Rp132,8 triliun. Saat ini, sebanyak 80 persen tanah yang dipakai dalam proyek tersebut sudah dibeli.

Jalan baru tersebut nantinya menghubungkan ">Asia Tengah dengan Rusia barat yang bisa ditempuh dengan mobil. Dikabarkan Daily Mail, kontsruksi Jalan Raya Meridan yang telah dimulai itu memakan waktu pengerjaan selama 12-14 tahun.

Proyek jalan raya penghubung Asia-Eropa tersebut digagas oleh mantan wakil ketua perusahaan gas Rusia Gazprom, Alexander Ryazanov. Jalur ini diharapkan memperpendek rute kendaraan besar antara pusat kargo di China barat dan Eropa tengah. Sekaligus menjadi jalur alternatif yang lebih cepat untuk tiga koridor kereta api yang ada, termasuk KA Trans Siberia dan Terusan Suez. Kepala Pusat Analitik Rusia-">China, Sergei Sanakoyev, mengatakan, jalan raya tersebut mampu menciptakan lapangan kerja dan sumber pendapatan baru bagi Rusia.

Jalan Raya Meridan itu merupakan bagian dari Jalan Raya Eropa-China Barat yang panjangnya sekitar 8.046 kilometer. Jalan tersebut menghubungkan Pelabuhan Hamburg, Jerman dengan Shanghai, China. Ini merupakan salah satu dari sekian proyek penghubung benua Asia dan Eropa.

Jalan raya ini merupakan wujud dari proyek OBOR yang diluncurkan Presiden China, Xi Jinping, pada 2013. OBOR merupakan visi China secara global untuk proyek infrastruktur. Lewat OBOR, China berencana membangun infrastruktur yang menghubungkan jalur pedagangan baru antara Asia, Afrika, dan Eropa.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten