Check-in di Hotel, PSK di Semarang Dianiaya Tamu Pakai Muntu

Boy menganiaya PSK menggunakan muntu saat check-in di hotel untuk mengambil uang dan harta milik PSK tersebut.

 Pelaku Boy Anantyasari, 21, dihadirkan di Mapolrestabes Semarang untuk memberikan keterangan terkait aksinya menganiaya seorang PSK, Rabu (18/5). (Solopos.com/Dickri Tifani Badi)

SOLOPOS.COM - Pelaku Boy Anantyasari, 21, dihadirkan di Mapolrestabes Semarang untuk memberikan keterangan terkait aksinya menganiaya seorang PSK, Rabu (18/5). (Solopos.com/Dickri Tifani Badi)

Solopos.com, SEMARANG– Seorang wanita pekerja seks komersial (PSK) di Kota Semarang menjadi korban penganiayaan saat melayani tamunya.

Korban berinisial S, 39, itu dihantam menggunakan muntu oleh Boy Anantyasari, 21, di salah satu hotel di Jalan Pekojan Pertokoan THD, Kota Semarang.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Diketahui, Boy Anantyasari sehari-harinya bekerja sebagai pelayanan rumah makan. Rupanya, dia sudah berniat untuk menganiaya saat berhubungan badan dengan S.

Baca Juga: Terjaring Razia Satpol PP, Begini Pengakuan PSK di Kota Semarang

Modusnya, Boy meminta S melayani dengan gaya seks menungging atau kerap dikenal doggy style. Hal itu bertujuan agar mempermudah pelaku memukul korban dengan muntu.

Parahnya, muntu yang dibawa untuk memukul tersebut sengaja dibawa oleh Boy dari tempat kerjanya. “Munthu diambil dari dalam jaket dan kemudian saya pukul berkali-kali,” ucapnya saat dihadirkan dalam gelar perkara di Polrestabes Semarang , Rabu (18/5/2022).

Meski begitu, Boy mengaku awalnya memang sengaja masuk kamar hendak langsung menganiaya S. Namun, korban S tidak langsung ke kamar melainkan ke kamar mandi.

Baca Juga: Alamak! Sedang Hamil, 2 PSK di Semarang Terjaring Razia Satpol PP

“Niatnya memang begitu saat masuk kamar langsung korban dipukul. Tapi ternyata tidak bisa karena korban langsung ke kamar mandi,” ungkapnya.

Rencananya, Boy memukul dengan muntu agar korban pingsan. Setelah itu dia ingin menguasai uang dan harta milik korban tanpa harus berhubungan badan.

Muntu yang dibawa dari tempat kerjanya tersebut dipukulkan ke kepala korban. “Pikir saya kalau dipukul muntu kan tidak tajam jadi kepalanya tidak pecah. Saya bawa muntu dari tempat kerja saya,” katanya.

Baca Juga: Panik! 21 PSK di Semarang Diciduk Satpol PP, Ada yang di Hotel

Boy mengaku memukul wanita PSK itu sebanyak tujuh kali. Penganiyaan berhenti ketika korban berusaha melawan dan keluar kamar. “Setelah dia buka pintu sudah tidak saya kejar. Jadi selama belum buka pintu masih dipukuli terus,” bebernya.

Alasan Boy menganiaya S karena ingin mengambil uang dan harta milik korban ini guna membayar angsuran sepeda motor. Namun Boy mengaku belum sempat mengambil uang dan harta korban.

“Tapi saya sudah membayar Rp350.000. Kamar juga sudah saya bayar Rp200.000. Kalau cicilan motor Rp600.0000. Setelah kejadian saya ke pos satpam dan ulegan saya tinggal di kamar,” terangnya.

Baca Juga: Razia Siang Hari, Satpol PP Semarang Cokok 8 PSK di Kota Lama

 

Lari Telanjang

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lumbantoruan menjelaskan kejadian ini bermula saat pelaku sedang berada di kawasan Poncol pada Rabu (18/5) sekitar pukul 01.45 WIB. Kemudian, pelaku bertemu dengan korban dan sepakat akan booking sebesar Rp300.000, serta Boy juga membayar kamar hotel.

“Keduanya check-in di hotel pada pukul 03.00 dan saat itulah terjadi hubungan intim dengan korban,” paparnya.

Dari situ, lanjutnya, pelaku mulai melakukan aksi kejahatannya dalam posisi menungging, yakni dengan mengambil muntu dari jaket dan memukul korban sebanyak 7 kali. “Korban lari tanpa perlawanan dan tanpa busana untuk menyelamatkan diri. Korban lari ke resepsionis. Saat itulah korban dilarikan ke rumah sakit,” jelasnya.

Baca Juga: Razia Siang Hari, Satpol PP Semarang Cokok 8 PSK di Kota Lama

Polrestabes Semarang meringkus pelaku pada Rabu (18/5) sekitar pukul 06.00 di hotel itu. Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 365 KUHP Jo Pasal 53 KUHP dan Pasal 351 KUHP. ”Ancaman hukuman masing-masing pasal 9 tahun dan untuk Pasal 53 KUHP dikurangi sepertiga,” pungkasnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Dana Abadi Rp7 Triliun untuk Mencapai Status Kampus Kelas Dunia

+ PLUS Dana Abadi Rp7 Triliun untuk Mencapai Status Kampus Kelas Dunia

Pemerintah mengalokasikan dana abadi Rp7 triliun untuk menunjang peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) menjadi perguruan tinggi kelas dunia.

Berita Terkini

Waduh! Bayi Stunting di Salatiga Bertambah, Ini Sebabnya

Angka stunting pada bayi di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), mengalami peningkatan selama tahun 2021.

Upgris Gelar Festival Rebana Jateng, Ini Daftar Pemenangnya

Univesitas PGRI Semarang atau Upgris menggelar Festival Rebana Jateng dalam rangka menyambut Dies Natalis ke-41.

Unik! Jelang Sakramen, Jemaat Gereja di Semarang Ini Kunjungi Wihara

Ratusan jemaat Gereja Santa Theresia di Kota Semarang yang hendak menjalani sakramen diajak berkunjung ke Vihara Tanah Putih.

Gegara Judi Online, Pemuda Jambret Tas Pedagang Ikan di Grobogan

Butuh uang untuk judi online, Teguh Supriyanto, 29 tahun warga Semarang menjambret tas milik pedagang ikan di Grobogan.

Pemkab Kudus Tunda Beli Mesin Rokok dari Solo, Ini Sebabnya

Pemkab Kudus menunda pembelian mesin pembuat rokok dari Solo karena tidak memenuhi tingkat komponen dalam negeri atau TKDN.

Info Pemadaman Listrik Semarang, Rabu 28 Juni 2022, Ini Wilayahnya

Info pemadaman listrik disampaikan PLN UP3 Semarang di sejumlah lokasi untuk hari Rabu (28/6/2022).

Hotel di Semarang Ini Tawarkan Paket Pernikahan Rp8,3 Juta

Hotel Neo Candi Simpang Lima di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), menawarkan paket pernikahan mulai dari Rp8,3 juta.

Briptu Sefin Polwan Polres Grobogan, Tak Hanya Cantik Tapi Berprestasi

Anggota Polwan Polres Grobogan Briptu Sefin Anggi Riyantika, menjadi perhatian warganet karena selain berparas cantik juga sejumlah prestasinya.

Ini Daerah di Jawa Tengah yang Gunakan Bahasa Sunda

Berikut daerah di Jawa Tengah atau Jateng yang masyarakatnya masih banyak menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa penuturan atau percakapan sehari-hari.

Polwan Cantik Grobogan Briptu Sefin Juara HUT ke-76 Bhayangkara

Briptu Sefin meraih juara 1 untuk kategori vlog dengan judul, Pengabdian (Story of Bhabinkamtibmas) pada lomba Setapak Perubahan Polri HUT ke-76 Bhayangkara.

Semarang Punya Congyang, Tegal dan Brebes Ada Brangkal

Minuman keras lokal banyak beredar dan memiliki ciri khas tersendiri di berbagai daerah di Jateng, seperti congyang di Semarang dan brangkal di Tegal.

Asal-Usul Kabupaten Cilacap: Peninggalan Kerajaan Pajajaran?

Asal-usul pembentukan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memiliki riwayat sejarah yang panjang.

Hujan Deras, Sejumlah Desa di Cilacap Tergenang Banjir

Sejumlah desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), dilanda banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut.

Waduh! Pria di Grobogan Nekat Bakar Mobil Milik Selingkuhan Istrinya

Seorang pria di Grobogan nekat bakar mobil milik Timbul Rohmad, 34 tahun tetangga desa yang diduga merupakan selingkuhan istrinya.

Satroni Toko Kelontong, Maling di Semarang Curi Rokok Rp30 Juta

Aparat Polsek Semarang Utara meringkus dua pencuri yang menggasak rokok senilai Rp30 juta di sebuah toko kelontong.

Geger! Buaya Muncul di Rumah Warga Sukoharjo

Seekor buaya muncul di rumah warga di Perumahan Sukoharjo, Pati, Jawa Tengah.