Charta Politica: Januari, Selisih Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo 19,1%
Ma'ruf Amin, Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Sandiaga Uno dalam Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). (Antara - Muhammad Adimaja)

Solopos.com, JAKARTA -- Survei terakhir menunjukkan peluang pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) memenangkan Pilpres 2019 untuk sementara masih besar. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf masih terpaut lebih dari 19% di atas Prabowo-Sandi.

Bila pencoblosan dilakukan pada awal Januari 2019, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sudah tembus 53,2%. Sang kompetitor, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, meraup 34,1%. Hanya 12,7% masyarakat yang belum menentukan pilihannya atas dua pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Begitu temuan Charta Politika Indonesia berdasarkan hasil wawancara kepada 2.000 responden dari seluruh Indonesia yang dipilih secara acak pada 22 Desember 2018-2 Januari 2019. Marjin kesalahan sebesar +/- 2,19% pada tingkat kepercayaan 95%.

"Kalau pemilihan dilaksanakan 22 Desember 2018-2 Januari 2019 yang akan memilih pasangan nomor 01 unggul dari nomor 02," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia (IPI) merilis survei dengan elektabilitas mendekati temuan Charta Politika. Dalam survei 16-26 Desember 2018, tingkat keterpilihan Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,9%, sedangkan lawannya 34,8%.

Selisih sebesar 20,1% tersebut terpangkas sekitar 2% dari survei IPI pada Oktober 2018 sebesar 23% dan survei September 2018 sebesar 25,4%. Jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan turun dari 17% pada Oktober menjadi 9,2% pada Desember.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom