Cewek-Cewek Aktivis Feminis Demo Pamer Payudara di Museum Paris, Kenapa?
Unjuk rasa feminis yang pamer payudara di salah satu museum di Paris, Prancis, Kamis (17/9/2020). (Mirror)

Solopos.com, PARIS — Puluhan aktivis feminis menggelar aksi protes dengan pamer payudara di depan sebuah museum di Paris, Prancis, Minggu (13/9/2020). Aksi itu sebagai bentuk protes setelah seorang wanita ditolak masuk petugas museum karena belahan dadanya terlihat.

Dikutip dari Mirror, Kamis (17/9/2020), sekitar 20 aktivis menggelar aksi protes dengan bertelanjang dada meneriakkan bahwa payudara mereka "tidak cabul" setelah insiden di Musee d'Orsay. Dengan menggunakan masker dan menjaga jarak, mereka berdiri di depan museum tersebut.

Protes itu dilakukan untuk menunjukkan dukungan kepada seorang mahasiswi yang bernama Jeanne. Diketahui bahwa Jeanne dilarang masuk salah satu petugas museum karena pakaian yang dikenakannya dianggap terlalu terbuka hingga belahan dadanya terlihat.

Guru Cantik Ini Diduga Ajak Murid Berhubungan Seks di Lapangan hingga Hamil

Mereka mengunggah foto dan video aksi mereka di akun Twitter @Femen_France. "Kecabulan ada di mata Anda! Sekitar 20 aktivis Femen melakukan tur topless di Museum Orsay. Hentikan seksualisasi tubuh wanita!" tulis mereka.

Para aktivis yang pamer payudara itu menyatakan bahwa tubuh mereka tidak cabul dan mereka mendukung Jeanne yang mereka anggap menjadi korban diskriminasi seksis.

Surat Terbuka

Aksi protes itu muncul setelah Jeanne menerbitkan surat terbuka di media sosialnya yang menjelaskan dirinya merasa didiskriminasi atas dasar dinamika seksis oleh petugas keamanan Musee d'Orsay yang mencegahnya masuk.

"Sesampainya di pintu masuk museum, saya tidak punya waktu untuk mengeluarkan tiket saya, karena pemandangan payudara saya mengejutkan seorang petugas yang bertanggung jawab mengengendalikan reservasi. Belahan [payudara] saya yang menjadi masalah," kata Jeanne pada Daily Star.

Ngamuk, Wanita Ini Nekat Bugil Gara-Gara Kucingnya Dilarang Masuk Gym

Jeanne menjelaskan dirinya menggunakan pakaian berbelahan rendah saat tersebut karena dirinya merasa nyaman menggunakannya.

"Saya memakainya sepanjang musim panas. Saya merasa nyaman memakainya dan itu cantik. Aku bukan hanya payudaraku, aku bukan hanya tubuh," kata Jeanne.

Setelah Jeanne mengunggah kisahnya di sosial media dan ramai diperbincangkan, pihak Mussee d’Orsay mengeluarkan siaran pers. Mereka menyesali insiden ini dan meminta maaf kepada Jeanne. Mereka juga telah menegur petugas yang melarang Jeanne masuk ke dalam museum.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom