Warga yang menjadi korban pengeroyokan saat konvoi massa perguruan bela diri di Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, Rabu (8/5/2019). (detikcom)

Solopos.com, WONOGIRI -- Aksi konvoi anggota perguruan bela diri Persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang nyaris bentrok dengan perguruan Setia Hati Tunas Muda Winongo (SH Winongo) di Wonogiri menyisakan cerita kelam bagi warga Ngadirojo yang dilewati rombongan konvoi berjumlah ribuan orang itu, Rabu (8/5/2019) malam.

Sejumlah warga di kecamatan tersebut bahkan menjadi korban amukan massa. "Kami berlima main game lalu dipukuli, dianiaya pakai batu, kayu, bambu, dan tangan kosong. Ini masih lecet dan memar di tangan wajah dan kepala," ungkap salah seorang korban, Sutimin, 36, kepada detikcom yang menemuinya di lokasi pemukulan yakni teras warung Suwarni, Dusun Tukluk RT 002/RW 001, Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Jumat (10/5/2019).

Sutimin menceritakan saat itu sekitar pukul 21.30 WIB. Dia bersama empat temannya yakni Danang, 23, Reza, 20, DK, 17, dan Faris, 23, sedang menongkrong di teras warung sambil main game di ponsel. Kelima orang itu merupakan warga Tukluk, Kerjo Lor.

Saat menongkrong itulah, lanjut Sutimin, puluhan orang tidak dikenal datang sambil menanyakan apakah dia dan rekannya anggota salah satu perguruan bela diri. Tidak berapa lama kemudian muncul rombongan lain.

Tanpa banyak cakap, rombongan yang tiba belakangan itu langsung memukuli Sutimin dan empat temannya. "Digebuki pakai kayu dan bambu, pakai batu juga. Dipukul dengan tangan kosong ditendang dan lainnya," jelas dia.

Sebagian kawanan tersebut juga merusak rumah yang menjadi satu dengan warung milik Suwarni. Lambat laun aksi beringas itu mereda dan rombongan orang itu pergi begitu saja.

"Saya tidak tahu penyebabnya apa, lalu mereka itu dari mana juga tidak paham," tandas dia.

Terpisah, Kapolsek Ngadirojo AKP Subroto menjelaskan pelaku tak hanya melukai warga dan merusak rumah. Mereka juga merusak dua sepeda motor.

"Massa juga merusak dua motor tapi tidak terlalu parah. Ini kami masih melakukan pemeriksaan korban dan saksi. Yang jelas suasana Ngadirojo sudah kondusif," tegas Kapolsek.

Diberitakan sebelumnya, aksi massa PSHT yang nyaris bentrok dengan SH Winongo ini mengakibatkan Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani terluka parah dan dirawat intensif di rumah sakit. Sedikitnya lima rumah warga di Kecamatan Ngadirojo juga rusak dalam peristiwa itu.

Aditia dikeroyok sejumlah orang saat berusaha menghalau massa PSHT di wilayah Sudimoro, Sidoharjo. Saat itu, massa yang berkonvoi naik sepeda motor dan membawa berbagai jenis senjata itu tengah bergerak ke arah timur menuju Kismantoro. Bentrok berhasil dicegah dan kedua kelompok perguruan bela diri itu dipertemukan di Mapolresta Solo, Kamis (9/5/2019).

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten