Cerita Warga Klaten Jadi Miliarder Berkat Uang Ganti Rugi Tol, Beli Mobil Malah Tabrak Pagar

Kepala Desa Kranggan, Polanharjo, Klaten, Gunawan Budi Utomo, mengatakan sejumlah warganya menjadi miliarder setelah mendapat uang ganti rugi proyek Tol Solo-Jogja.

 Ilustrasi. Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). (Solopos.com-Ponco Suseno)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi. Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). (Solopos.com-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Kepala Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Gunawan Budi Utomo, mengatakan sejumlah warganya menjadi miliarder setelah mendapat uang ganti rugi proyek Tol Solo-Jogja.

Gunawan menyebut uang ganti rugi itu dipergunakan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari membeli rumah baru hingga mobil. Bahkan ada cerita seorang warga yang baru membeli mobil hasil dari uang ganti rugi tol, tapi tak lama setelah itu menabrak pagar rumah.

Baca Juga: Jadi Miliarder Berkat Jalan Tol Solo-Jogja, Warga Klaten Bangun 2 Rumah Sekaligus

“Ada yang dibelikan mobil juga tapi karena belum mahir menyetir menabrak pagar,” katanya seperti dilansir detik.com, Minggu (19/9/2021).

Gunawan mengatakan uang ganti rugi paling banyak yang diterima warganya adalah Rp6 miliar. Si penerima itu memiliki sawah di desa lain, namun berdomisili di Kranggan. Gunawa mengatakan yang terdampak tol sudah mulai membangun rumah baru.

Dia menyebut ada dua RT di wilayahnya yang diterjang proyek tol. “Ada dua RT, di RT 14 dan 9 sekitar 50 KK yang terkena. Ada yang membangun rumah di dekat rumah lama tapi ada juga yang keluar dari desa,” jelas Gunawan.

Tak cuma di Polanharjo, warga Klaten lainnya di Kecamatan Karanganom yang terdampak tol juga mulai membangun rumah baru. Rumah itu dibuat lantaran terdampak proyek tol. Rumah baru itu mereka bangun di Desa Brangkal, Ngabeyan, dan Beku.

Baca Juga: Inilah Data Komunitas Pembudidaya Maggot Si Pemakan Sampah Organik di Klaten

Salah satu warga Dusun Pasekan, Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Klaten, Rusmianto menyebut beberapa tetangga di dusunnya sudah mulai membangun rumah setelah menerima ganti rugi pada Agustus lalu. Menurutnya, ada yang sampai membangun dua rumah sekaligus.

“Ada yang menerima Rp 2 miliar langsung bangun dua rumah di lain dusun. Ada yang cuma bangun satu saja, seperti saya,” kata Rusmianto.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Begini Kondisi 16 Ekor Sapi dalam Kebakaran di Kladungan Sragen

Ke-16 ekor sapi itu berhasil dievakuasi warga dari empat kandang sapi yang yang hangus terbakar.

Diterjang Angin Kencang, Empat Rumah Warga Sukodono Sragen Rusak

Hujan disertai tiupan angin kencang mengakibatkan empat rumah di Dukuh Pare, Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono, Sragen, mengalami rusak pada bagian atap.

Menari Bermasker di Pendapa Bupati Wonogiri Jadi Tantangan Tersendiri

Menari memakai masker adalah tantangan tersendiri karena membuat ngos-ngosan atau sulit bernapas.

Pemadaman Listrik Karanganyar Hari Ini (21/10/2021), Daerah Mana Saja?

Berikut jadwal pemadaman listrik di Karanganyar hari ini, Kamis (21/10/2021) yang berlangsung selama tiga jam. Ini daerah yang terdampak.

Objek Wisata Dibuka, Desa Conto Wonogiri Ramai Didatangi Wisatawan

Kali terakhir objek wisata ini banyak didatangi pengunjung pada momen libur Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (20/10/2021).

Uji Petik Digelar Lagi, Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah di Klaten

Uji petik dilakukan dengan sasaran 10 siswa dan dua guru di setiap kecamatan.

Satgas Klaten Tepis Anggapan Vaksinasi hanya Syarat ke Objek Wisata-Mal

Edukasi terkait vaksinasi masih perlu dilakukan meski capaian vaksinasi di Klaten secara umum sekitar 76,84 persen.

Batasan Usia Dicabut, Ini Poin-Poin Aturan SE Terbaru Wali Kota Solo

Pemkot Solo menerbitkan SE Wali Kota terbaru yang meniadakan aturan pembatasan usia anak-anak boleh mengunjungi mal, tempat wisata, dan tempat umum lainnya.

Jokowi Minta Bupati Awasi Pembelajaran Tatap Muka

Berkaca dari pengalaman negara lain, kasus Covid-19 kembali meningkat saat PTM kembali digelar.

Round Up: Atap Masjid Besar Nguter Sukoharjo Ambrol, Salah Konstruksi?

Polisi menduga ada kesalahan konstruksi pada rangka atap serambi Masjid Besar Al Furqon, Nguter, Sukoharjo, yang ambrol pada Rabu (20/10/2021).

Henry Indraguna Ajak Kader Partai Golkar Rapatkan Barisan Menuju 2024

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Golkar Henry Indraguna mengajak kader mendukung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

Tabuh Kentungan, Petugas Pasar Nusukan Solo Keliling Pantau Prokes

Petugas Pasar Nusukan, Solo, rutin melakukan ronda masker untuk mengingatkan pedagang maupun pembeli agar selalu taat prokes selama beraktivitas di dalam pasar.

Akhir Pekan Ini TSTJ Solo Buka Wahana Permainan dan Atraksi Binatang

Pengelola objek wisata TSTJ Solo mempersiapkan wahana permainan dan atraksi interaksi dengan binatang yang akan dibuka mulai akhir pekan ini.

Mi Seblak Ada di Tambongwetan Klaten, Rasa Kencurnya Menggugah Selera

Mi seblak bikinan Teh Nita dinilai sangat kuat dengan citarasa ala Jawa Barat (Jabar), yakni kuat dengan resep kencurnya.

Boyolali Genjot Vaksinasi Pelajar, Berharap PTM Digelar Penuh

Cakupan vaksinasi di Kabupaten Boyolali berdasarkan data kartu tanda penduduk (KTP) mencapai 80,14 persen.

DLH Boyolali Dorong Penanganan Sampah Rampung di RT

RT bisa mengelola sampah melalui bank sampah atau membikin galian kecil yang biasa disebut jugangan untuk menampung sampah organik.