Tutup Iklan
Cerita Tenaga Medis Puskesmas Kedawung Sragen Diteror: Malam-Malam Ditelepon 10 Kali
Ilustrasi tenaga medis. (Freepik)

Solopos.com, SRAGEN – Tenaga medis Puskesmas Kedawung, Sragen, yang diteror lewat Whatsapp akhirnya buka suara. Tenaga medis berinisial S, 50, tersebut tidak tahu pasti apa penyebab pasien merasa dizalimi hingga nekat mengancamnya.

Meski demikian S mengaku tidak dendam kepada peneror. Dia berharap bisa merangkul dan memberi penjelasan kepada pihak yang mengancamnya.

S mengatakan awalnya dia menangani salah satu pasien positif Covid-19 di wilayah Kedawung. Pasien itu disebut tidak kooperatif. Namun setelah dilakukan berbagai pendekatan akhirnya sikap pasien melunak.

“Memang klaster ini agak beda dengan yang lain. Namun dengan berbagai pendekatan akhirnya mereka nurut hingga mau diisolasi. Selang beberapa hari saya dapat WA [ancaman] seperti itu. Otomatis saya kan kaget,” terang S seperti dilansir Detik.com, Senin (1/6/2020).

30 Sepeda Motor Disita Polisi Di Tawangmangu Karanganyar, Kenapa?

Tenaga medis Puskesmas Kedawung Sragen itu diteror lewat Whatsapp pada Jumat (29/5/2020) pagi. Pengirim pesan mengaku sebagai koordinator pasien positif Covid-19 yang ditangani S.

“Sebelumnya Kamis malam nomor itu sempat telepon saya 10 kali lebih. Namun tidak saya angkat karena sudah malam. Paginya baru saya telepon balik. Namun selalu di-reject hingga tiga kali. Akhirnya dia malah mengirim pesan seperti itu,” sambung dia.

Tidak Tahu Sebabnya

S menegaskan seluruh penanganan pasien Covid-19 dilakukan sesuai prosedur. Jadi, tenaga medis Puskesmas Kedawung, Sragen, itu tidak mengerti apa yang membuatnya diteror.

5 ASN Pemkot Solo Terkonfirmasi Positif Covid-19 

Meski demikian dia mengaku tidak takut. Dia hanya merasa tidak nyaman dengan ancaman tersebut.

“Kalau takut, saya tidak. Itu kan juga risiko pekerjaan, saya harus siap dengan risiko apapun. Cuma tidak nyaman, karena saya sebagai petugas sudah menjalankan tugas sesuai dengan prosedur yang ada. Saya dengan pasien positif itu hubungannya baik, cuma mungkin ada orang-orang yang tidak suka, saya mikirnya seperti itu,” tandasnya.

Covid-19 Boyolali: Duh! Pasien Sembuh Bertambah, Kasus Baru Menyusul

S berharap suasana tetap kondusif setelah diteror. Jika bisa bertemu si pengirim pesan, dia ingin menyelesaikan masalah ini secara damai.

“Mungkin yang meneror saya kurang pemahaman saja. Mungkin nanti mereka paham tujuannya petugas kesehatan ini bukan bermaksud untuk menzalimi. Kita itu niatnya untuk mengobati biar semua masyarakat tetap sehat,” pungkasnya.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho