Ilustrasi pelecehan seksual. (JIBI/Solopos/Antara-Andre Angkawijaya)

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Aksi ekshibisionis membuat puluhan santriwati di Panti Asuhan Islam Dusun Tampak, Desa Ngawu, Playen, Gunungkidul, DIY, resah. Puluhan santriwati tersebut mengaku kerap didekati pria yang gemar memamerkan alat kelaminnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, disinyalir pelaku ekshibisionis itu lebih dari satu orang. Beberapa pelaku berperawakan tambun, kurus, dan tinggi. Aksi tak senonoh itu diketahui terjadi di beberapa titik wilayah Kecamatan Playen, Gunungkidul.

Salah satu santriwati bernama Amin mengaku pernah mengalami kejadian tak pantas itu. Amin mengatakan, kisah tragis yangdialaminya terjadi, Kamis (30/10/2019). Kala itu, dia sedang bersama teman-temannya dalam perjalanan pulang sekolah dari SMK Muhammadiyah 2 Playen.

Ini Penyebab Ekshibisionisme Alias Teror Alat Kelamin Di Tempat Umum

Saat tiba di Dukuh Tumpak, Desa Ngawu, Playen, Gunungkidul, Amin dan teman-temannya melihat seorang pria berusia paruh baya. Pria itu tampak sedang membetulkan sepeda motornya. Namun saat rombongan Amin lewat, tiba-tiba pria itu berdiri dan membuka celananya. Dia bahkan menunjukkan alat kelaminnya di depan para santriwati tersebut.

Merasa kaget, Amin dan teman-temannya berteriak. Mereka mengayuh sepeda dengan kencang untuk menghindari pria tersebut.

“Sontak kita teriak takut sambil mengayuh sepeda lebih kencang lagi,” kata Amin seperti dikutip dari Suara.com, Minggu (10/11/2019).

Sesampainya di panti asuhan, Amin menceritakan pengalaman buruknya kepada sejumlah temannya. Ternyata, banyak yang mengalami hal serupa. Berdasarkan cerita sesama santriwati, aksi tak senonoh itu sudah berlangsung lebih dari lima kali.

“Ada yang sekali. Ada yang empat kali. Ada yang dua kali. Teman-teman saya di-lihatin kayak gituan. Kalau orangnya lebih dari satu. Ada yang gemuk, pendek, dan ada yang kurus,” tambah Amin.

Jangan Teriak! Ini Reaksi Tepat Saat Dicegat Peneror Alat Kelamin

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dukuh Tumpak, Sumanto, mengimbau warga untuk menegur atau melapor jika melihat pelaku ekshibisionis. Dia juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut kasus tersebut.

“Ini sudah meresahkan. Saya sudah meminta para pemuda untuk siaga,” tegasnya.

Berdasarkan cerita Amin dan teman-temannya, kejadian itu terjadi di beberapa tempat. Seperti masjid dekat SMK Muhammadiyah 2 Playen dan rumah kosong dekat panti asuhan.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten