Para anggota Pasoepati Gate B7 menaiki kereta selepas sampai di Kuala Lumpur International Airport, Senin (18/11/2019) sore. (istimewa)

Solopos.com, SOLO – Rencana boikot menonton laga Timnas Indonesia saat melawat ke markas Malaysia di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (19/11/2019), menjadi perbincangan hangat di antara suporter Tim Garuda.

Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia (ASIM) terang-terangan menolak menyaksikan laga klasik tersebut lantaran kecewa dengan kinerja PSSI. Mereka berencana hanya berada di luar stadion sebagai bentuk protes atas bobroknya pengelolaan sepak bola dalam negeri.

Banyak yang mendukung aksi itu, tapi tak sedikit pula suporter Timnas yang tetap akan menonton langsung Irfan Bachdim dkk. di lapangan hijau. Buktinya, 4.500 lembar tiket yang disediakan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk suporter Timnas ludes sejak Minggu (17/11/2019) sore.

Dari ribuan suporter Tim Garuda tersebut, ada empat anggota Pasoepati Gate B7 yang siap menyemangati Timnas agar bisa revans atas kekalahan 2-3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Mengendarai mobil pribadi, mereka berangkat dari Solo sejak Minggu sore untuk menempuh perjalanan sekitar delapan jam menuju Jakarta.

Mereka kemudian bertolak menuju Kuala Lumpur menaiki pesawat pada Senin (18/11/2019) pukul 12.00 WIB dan tiba di Kuala Lumpur International Airport Senin sore. Salah seorang anggota Pasoepati B7, Riszi Sanjaya Putra, 20, mengatakan ini pengalaman keduanya mendukung Timnas bermain di luar negeri.

“Sebelumnya pernah ke Singapura pas Piala AFF Oktober tahun lalu. Kali ini rasanya lebih antusias,” ujar mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Solo itu saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Riszi mengatakan laga melawan Malaysia selalu menghadirkan atmosfer berbeda karena rivalitas panjang kedua negara. Demi menonton duel sarat gengsi itu, dia bahkan rela mengumpulkan kocek sekitar Rp3 juta dari usaha sampingannya di toko mebel.

Dana itu untuk membeli tiket pertandingan seharga Rp220.000, biaya perjalanan serta penginapan selama dua malam di Kuala Lumpur. “Karena sudah kerja jadi enggak perlu jualan koleksi merchandise Persis,” ujar Riszi sambil terkekeh.

Riszi dan teman-temannya tak merisaukan keamanan selama berada di negara tetangga. Dia mengatakan hanya ingin menonton sepak bola dan tak ingin membuat keributan. Diketahui, pertemuan pertama kedua tim di SUGBK September lalu sempat ricuh dan membuat pendukung Malaysia harus dievakuasi polisi.

“Kami hanya mau melihat Timnas bertanding di Malaysia. Apalagi huruf “I” dalam Persis adalah Indonesia, jadi kami sudah siap apapun risikonya,” ujar Riszi.

Meski demikian, mereka menaruh hormat pada suporter yang memilih memboikot laga tengah pekan ini. “Saya pribadi respek. Itu juga cara untuk menunjukkan kecintaan mereka pada Timnas,” ucapnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten