Cerita Penyintas Covid-19 di Sragen: Ngomong Terengah, Tak Bisa Cium Bau, hingga Badan Linu

Menurut Dandim 0725/Sragen, kapan berakhirnya pandemi tergantung tingkat kepatuhan dan kedisiplinan warga melaksanakan protokol kesehatan.

 Danramil 06/Gondang, Kapten CPM Sayana (kiri).
(Istimewa/Kodim 0725/Sragen)

SOLOPOS.COM - Danramil 06/Gondang, Kapten CPM Sayana (kiri). (Istimewa/Kodim 0725/Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Sejumlah penyintas Covid-19 di Sragen berbagi pengalaman selama mereka berjuang menghadapi virus corona.

Salah satu penyintas Covid-19 yakni Danramil 06/Gondang, Kapten CPM Sayana, mengaku tertular Covid-19 dari istrinya. Ia dan istri mengaku mengalami sakit yang luar biasa akibat terpapar virus corona.

Sebagai contoh, ia merasa tidak enak makan, badan terasa pegal dan linu di persendian dan terasa panas atau gerah.

“Saya makan itu rasanya asin dan tidak karuan. Kalau ada orang yang mengatakan Covid-19 itu tidak ada, mohon maaf itu tidak benar. Saya dan istri sudah merasakan sakitnya bagaimana,” ujar Sayana dalam video yang diunggah akun resmi Kodim 0725/Sragen di Youtube, Senin (14/6/2021).

Baca juga: Laju Covid-19 di Sragen Harus Direm, Hajatan Akan Dilarang Lagi

Senada dikatakan Aiptu Udi Isdiyanto, Bhabinkamtibmas Kelurahan Plumbungan. Anggota Polres Sragen itu merasakan gejala yang hampir sama dirasakan Sayana.

Namun, ia juga mengalami gejala lain seperti diare dan indra penciumannya berkurang. “Saya tidak bisa tidur karena badan terasa sakit semua,” ujarnya.

Tak Merasakan Rasa Makanan

Sugiyarto, penyintas Covid-19 asal Sragen Kulon mengaku terpapar corona pada bulan puasa lalu. Ia juga mengalami gejala yang dirasakan oleh Sayana dan Udi Isdiyanto mulai dari badan terasa pegal dan linu, tidak merasakan rasa makanan, kemampuan indra penciuman berkurang, batuk kering, sakit pada tenggorokan dan lain-lain.

“Saya sudah isolasi mandiri di rumah, ternyata pada hari kelima, saya lemas tidak berdaya. Karena tidak kuat, saya lalu periksa ke dokter di RS Amal Sehat. Di sana saya dinyatakan positif Covid-19. Saya langsung lemas, padahal sebelumnya sudah lemas. Napas terasa tidak normal. Ngomong rasanya terengah-engah. Saya tidak berdaya. Seperti sakit jantung,” jelas Sugiyarto.

Total Sugiyarto dirawat di RS selama 23 hari.

Baca juga: Kasus Covid-19 Klaster Kudus di Sragen Tambah, 14 Orang Positif

Berbeda dengan Sugiyarto, Sayana dan Udi Isdiyanto menjalani isolasi mandiri di Technopark Ganesha Sukowati.

“Saya berterima kasih sekali kepada Pemkab Sragen. Jos [sambil mengacungkan jempol]. Di sana apa-apa terjamin. Makanan enak dengan protein tinggi, ada susu juga. Ada dukungan fasilitas yang membuat imun kita lebih daripada saat kami jalani isolasi mandiri di rumah,” ujar Sayana.

Dandim 0725/Sragen, Letkol Inf. Anggoro Heri Pratikno, mengajak masyarakat bekerja sama melawan pandemi Covid-19. Menurutnya, kapan berakhirnya pandemi tergantung tingkat kepatuhan dan kedisiplinan warga dalam melaksanakan protokol kesehatan.

“Mungkin imun kita kuat, tapi belum tentu keluarga kita kuat. Maka dari itu, sayangi diri, sayangi keluarga. Saya yakin kita bersama-sama mampu menghadapi dan menghilangkan pandemi mulai dari Bumi Sukowati. Tetap semangat!” papar Dandim.

Baca juga: Nasib Digantung Seusai Libur Lebaran, Puluhan Buruh Geruduk Pabrik GSP Sragen

Berita Terkait

Berita Terkini

Mabes Polri: Jangan Lengah, Corona Belum Musnah!

Indonesia kembali menerima 684.900 dosis vaksin AstraZeneca yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu.

Walah, Petugas Pelayanan E-KTP Door to Door Klaten sampai Naik Atap demi Sinyal Internet

Petugas pelayanan e-KTP secara door to door di Klaten kerap mendapat pengalaman unik, salah satunya harus naik atap demi dapat sinyal Internet.

Setelah Semanggi, Giliran Rumah Warga Eks HP 10 Tipes Solo Siap-Siap Dibongkar

Rumah warga di lahan eks HP 10 di Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, bakal dibongkar untuk program Kotaku.

Gibran soal Gaji Wali Kota Solo: Bukannya Tidak Diambil, Tapi...

Gibran Rakabuming Raka mengakui gaji sebagai Wali Kota Solo memang tidak besar dan ia tetap mengambilnya untuk sejumlah keperluan.

Digitalisasi dan Inovasi Jadikan Bisnis Makin Sehat, Makin Cepat, Makin Dekat

Berkat digitalisasi di masa pandemi sejumlah pelaku usaha mengaku bisnis mereka makin sehat, makin cepat, makin dekat.

Tertabrak Truk di Jalan Solo-Sragen, Pasutri Meninggal, Anak Patah Tulang

Pasutri yang memboncengkan seorang anak laki-laki meninggal dunia akibat tertabrak truk di jalan Solo-Sragen wilayah Masaran, Sragen.

Jemput Rezeki, 6 Dalang Boyolali Ngamen Bareng dari Rumah ke Rumah Warga

Sejumlah dalang dari Boyolali ngamen dari rumah ke rumah warga yang mau nanggap demi menjemput rezeki dan mengobati kerinduan penggemar.

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.

Ngeri! Penambang Pasir Sragen Kerap Temukan Tengkorak Manusia di Bengawan Solo

Sejumlah penambang pasir di Kedungupit, Sragen, kerap menemukan tengkorak manusia saat melakukan aktivitas penambangan.

Waduuuh! Ratusan Pemohon BPUM di Wonogiri Terindikasi Usahanya Abal-Abal

Ratusan pemohon program bantuan untuk pelaku usaha mikro (BPUM) 2021 di Kabupaten Wonogiri terindikasi usahanya abal-abal.