Para pekerja menyortir dan melipat surat suara Pilgub Jateng 2018 di Aula SLBN Wonogiri, Minggu (27/5/2018). (Solopos-Rudi Hartono)

<p><strong>Solopos.com, WONOGIRI&nbsp;</strong>-- Sri Hartati, 57, bersama tiga saudaranya bergegas menuju Aula SLBN Wonogiri, Minggu (27/5/2018) pagi. Mereka tiba pukul 08.00 WIB. Puluhan orang lainnya berdatangan di lokasi yang sama.</p><p>Mereka masuk ke aula lalu duduk di kursi sesuai kelompok masing-masing. Satu kelompok terdiri atas empat orang. Sri bersama tiga saudaranya salah satu dari kelompok itu.</p><p>Setelah masing-masing kelompok mendapatkan empat boks berisi surat suara <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180425/493/912723/-pilgub-jateng-2018-panwaslu-klaten-tegur-sudirman-said-saat-pidato">Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018</a>, mereka memulai pekerjaan. Sri membagi tugas. Dirinya menyortir, tiga saudaranya melipat, dan menghitung.</p><p>&ldquo;Kalau sudah selesai menyortir, saya pun ikut melipat,&rdquo; kata Sri saat ditemui <em>Solopos.com</em> di sela-sela aktivitasnya menyortir surat suara.</p><p>Bagi dia pekerjaan musiman itu sudah bukan hal baru. Warga Joho Lor, Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri itu menjadi &ldquo;langganan&rdquo; Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri sebagai penyortir dan pelipat suara setiap ada agenda <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180409/490/909029/pemasangan-apk-pilgub-jateng-2018-sukoharjo-molor-karena-gagal-lelang">pemilihan umum (pemilu)</a> sejak 2004 silam. Dia bisa mengantongi uang ratusan ribu rupiah selama bekerja. Kali ini dia bakal mengantongi Rp360.000 untuk pekerjaan selama tiga hari. Pekerjaan dimulai Sabtu (26/5/2018) hingga Senin (28/5/2018) ini. Tiap kelompok menyortir dan melipat 8.000 lembar surat suara yang dikemas dalam empat boks. KPU memberi upah Rp60/lembar.</p><p>&ldquo;Hasilnya lumayan bisa buat tambah modal usaha jualan minuman saat Ramadan ini. Toh, pekerjaannya juga mudah. Bahkan, kalau surat suara yang disortir dan dilipat lebih banyak lagi saya mau. Sampai sepekan pun saya mau. Dengan begitu saya bisa dapat upah lebih banyak lagi,&rdquo; ucap Sri seraya tersenyum.</p><p>Namun, dia bersedia menjalani pekerjaan bukan semata karena upah. Menurut Sri dengan menyortir dan melipat surat suara berarti dirinya sudah turut menyukseskan Pilgub Jateng 27 Juni mendatang. Pasalnya, pekerjaan itu dapat meminimalisasi surat suara rusak atau kekurangan surat suara yang ditemukan saat pemungutan suara.</p><p>&ldquo;Kemarin [Sabtu] saya menemukan belasan surat suara rusak. Hari ini belum ditemukan surat suara rusak, tetapi ada boks yang isinya kurang. Kekurangannya 210 lembar surat suara,&rdquo; ulas Sri.</p><p>Pekerja lainnya, Samsudin, 40, baru kali pertama bekerja sebagai penyortir dan pelipat surat suara. Pada hari pertama warga Brumbung, Kaliancar, Selogiri itu khawatir lipatannya salah. Setelah melakoni dia merasa ternyata pekerjaan itu tak sesulit yang dibayangkannya.</p><p><a href="http://news.solopos.com/read/20180522/496/917786/tersinggung-karena-kpu-larang-bekas-koruptor-nyaleg-dpr-kita-putus">Komisioner KPU</a> Wonogiri, Suyono, mengatakan menyortir dan melipat surat suara merupakan salah satu tahapan krusial. Jika tahapan itu optimal, surat suara rusak atau kekurangan surat suara bisa diminimalisasi saat pemungutan suara. Setelah penyortiran dan pelipatan selesai, pihaknya akan melaporkan hasilnya kepada KPU Jateng agar surat suara rusak bisa segera diganti dan kekurangan surat suara bisa dipenuhi.</p><p>&ldquo;Pada hari pertama tercatat ada 2.737 surat suara yang rusak dan ada kekurangan 462 lembar surat suara,&rdquo; kata dia.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten