Ilustrasi Prostitusi, PSK (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, CIANJUR – Bisnis prostitusi di kawasan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) makin diminati. Tetapi, hal ini ternyata menyimpan sederet kisah tragis bagi para PSK.

Seorang pekerja seks komersial (PSK) yang disebut bernama Melati (bukan nama sebenarnya) telah bekerja selama dua tahun. Wanita asal Bogor, Jawa Barat, yang bertubuh sintal itu tak sengaja terjun ke bisnis esek-esek.

Awalnya Melati bekerja di perusahaan konveksi di Jakarta. Namun, dia diajak temannya bekerja di Cianjur dengan iming-iming bayaran yang tinggi.

Tetapi, ternyata Melati malah diajak bekerja sebagai PSK. Meski menyesal, dia melakukan hal itu demi mencukupi kebutuhan.

“Ternyata malah kerjanya seperti ini, jadi PSK. Tapi, mau bagaimana lagi demi menutupi kebutuhan,” kata Melati kepada Detik.com, Jumat (27/12/2019).

Setiap malam Melati harus melayani sejumlah pria hidung belang. Tak jarang dia melayani tamu saat sedang datang bulan.

Tetapi, tenaga yang dikuras habis akibat melayani tamu saat haid tidak membuatnya mendapat uang berlimpah. Penghasilannya dibagi dengan calo dan bos tempatnya bekerja.

Jika mendapat uang sekitar Rp250.000, Melati hanya menerima uang bersih Rp130.000.

“Kalau dapat Rp250.000 dari tamu, itu dipotong ke calo dan lainnya. Paling dapatnya hanya Rp130.000,” sambung Melati.

Melati sebenarnya ingin berhenti bekerja sebagai PSK. Namun, dia tidak punya identitas kependudukan.

“Inginnya bekerja di mana saja. Mau di pabrik juga tidak apa. Tapi kan saya tidak punya KK dan KTP. Orang tua juga sudah berpisah. Jadi, tidak punya tempat untuk pulang,” terangnya.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten