Seorang warga menunjukkan emas batangan di Solo, Rabu (26/62019). (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO - Emas menjadi pilihan generasi muda Soloraya untuk berinvestasi. Harga emas yang stabil dan cenderung terus naik pada Juni 2019 ini menjadi alasan mereka, di samping kemudahan berinvestasi emas di pegadaian, toko emas, hingga e-commerce atau market place.

Warga Sukoharjo, Ahmad Setiawan, mengatakan mulai menabung emas khususnya emas batangan sejak 2014. Dia berpendapat nilai emas logam lebih stabil daripada aset lainnya yang mengalami penyusutan nilai seperti kendaraan, barang elektronik, dan sebagainya.

“Saya rutin membeli emas batangan di toko emas Semar Nusantara. Dulu niat awalnya agar uang enggak habis terpakai untuk membeli barang yang tidak penting. Sewaktu-waktu saya butuh, emas saya jual saat harga turun misalnya enggak terlalu jauh nilainya. Sebaliknya, saat harga tinggi atau naik, berarti pas momennya,” kata karyawan swasta berusia 27 tahun ini saat ditemui Solopos.com, Rabu (26/6/2019).

Dia menambahkan biasa membeli emas batangan dalam berat kecil kemudian baru digabung untuk membeli emas dengan berat yang lebih besar. Maka dari itu, dia rutin menyisihkan uang setiap bulan. Uang dikumpulkan dan jika sudah cukup dibelanjakan emas. Ahmad memang menunggu momen harga emas meroket sekarang ini untuk menjual emas. Saat harga turun dia bakal kulak emas batangan.

Warga lainnya, Alika, mengaku membeli emas batangan demi investasi jangka panjang khususnya untuk biaya pendidikan anak. Meskipun belum menikah dan punya anak, karyawan swasta berusia 28 tahun ini merasa perlu berinvestasi sejak saat ini mengingat semakin mahalnya biaya pendidikan untuk anak.

“Saya menabung emas sejak dua tahun lalu, ada emas batangan dan emas perhiasan. Kalau perhiasan, saya kumpulkan sedikit demi sedikit lalu saya tukarkan emas dengan berat gram yang lebih banyak. Sementara emas batangan saya pilih tabungan emas Pegadaian karena fleksibel,” papar dia.

Warga Klaten ini memilih investasi emas karena lebih jelas dan menjanjikan. Dia mengaku belum paham investasi melalui reksadana atau saham dan dinilai terlalu berisiko. Sementara untuk deposito juga berupa uang sehingga rentan untuk dipakai. “Kalau dengan tingginya harga emas saat ini, saya lihat dulu,” imbuh dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten