Tutup Iklan

Cerita Giyatno, Bos Jasa Penagihan Layani 46 Lembaga Pembiayaan di Solo

Bos jasa penagihan utang Solo, Giyatno, menceritakan bagaimana ia mengelola perusahaan dengan 100-an petugas penagih dan 46 lembaga yang menjadi kliennya.

 Giyatno, pimpinan sebuah perusahaan jasa penagihan di Solo. (Solopos/Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Giyatno, pimpinan sebuah perusahaan jasa penagihan di Solo. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir marak kasus pinjaman online atau pinjol dengan model penagihan yang cenderung meresahkan para korban. Polda Jawa Tengah (Jateng) bahkan telah mengambil langkah dengan menggerebek kantor pinjol ilegal di Jogja belum lama ini.

Dari kasus itu terkuak peran debt collector atau petugas penagih pinjol dalam menagih angsuran maupun bunganya kepada para nasabah. Termasuk cara kerja mereka menagih dengan melakukan berbagai teror dan intimidasi kepada peminjam.

Meski begitu, tak semua petugas jasa penagihan pinjaman itu menggunakan cara-cara intimidasi dan kekerasan dalam menjalankan tugas. Setidaknya itu lah yang dikemukakan, Giyatno, bos perusahaan jasa penagihan di Kota Solo saat wawancara dengan Solopos.com, belum lama ini.

Baca Juga: Sebut Kemenag Hadiah untuk NU, Menag Yaqut Cholil Beri Klarifikasi

Giyatno menjelaskan perusahaannya mempunyai 100 personel jasa penagihan. Namun perusahaan ini tidak melayani penagihan untuk perusahaan pinjol, melainkan jasa penagihan untuk sejumlah lembaga keuangan dan pembiayaan di Solo.

Giyat, panggilan akrabnya, menjelaskan petugas penagih atau debt collector dari perusahaannya dalam menjalankan tugasnya dibekali Sertifikat Profesi Pembiayaan Indonesia (SPPI). Dari 100-an personelnya, 90 persen sudah punya SPPI. “Yang 10 persen belum, karena sedang menunggu ujian sertifikasi lagi. Sudah kami daftarkan,” tuturnya.

SPPI, menurut Giyat, sangat penting sebagai tanda kapasitas seorang petugas penagih. Untuk itu ia menargetkan seluruh personelnya mengantongi SPPI.

Baca Juga: Pemkot Solo Siapkan Gedung Isolasi Terpusat Pelajar, Ini Lokasinya

Memorandum of Understanding

Giyat menjelaskan dalam menjalankan tugas, personelnya tidak sembarangan. Perusahaannya hanya menjalankan fungsi penagihan bagi lembaga keuangan atau lembaga pembiayaan yang sudah menjalin kerja sama atau memorandum of understanding (MoU).

Saat ini ada 46 lembaga pembiayaan atau finances di Solo yang bekerja sama dengan perusahaan jasa penagihan yang dipimpin Giyat. Ada juga dua bank dan beberapa koperasi yang bekerja sama. Adanya MoU menjadi payung hukum mereka bekerja.

“Setelah ada MoU, petugas di lapangan kami bekali dengan SOP atau standard operating procedure dalam bertugas. Dari pihak finances juga mempunyai aturan-aturan yang harus diikuti. Kami di bawah pengawasan dari OJK juga,” sambungnya.

Baca Juga: Lampaui Target, Transaksi SGS 2021 Hampir Rp1 Triliun

Dengan berbagai legalitas itu, menurut Giyat, membuat petugas penagih di lapangan tidak bisa berbuat sesuka sendiri. Mereka tidak bisa sembarangan menarik unit atau aset dari nasabah, sebelum melalui pendekatan persuasif.

“Dalam bertugas teman-teman di lapangan akan terlebih dulu melakukan pendekatan persuasif, komunikasi dengan baik-baik dengan mengedepankan solusi. Bagaimana nasabah bisa mendapatkan solusi dari permasalahan mereka,” urainya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Peserta Karanganyar Tourism Great Sale Bertambah Jadi 197

Jumlah peserta Karanganyar Tourism Great Sale 2021 bertambah menjadi 197 pelaku usaha wisata. Sekitar sepekan yang lalu, peserta baru 90 pelaku usaha wisata.

Festival Payung di Balekambang Solo, Cantik Sekaligus Sarat Makna

Setelah sempat pindah lokasi beberapa kali, festival payung Indonesia (Fespin) kembali digelar di Solo akhir pekan ini.

Angka Covid-19 di Karanganyar Sempat Naik, Prokes Jangan Lengah Lur!

Warga diimbau tidak lengah dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) menyusul adanya kenaikan kasus aktif positif Covid-19 di Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

Hilang, Sepeda Motor Warga Sukoharjo Dijual Si Pencuri di Facebook

Sepeda motor milik Supriyanto, 54, warga Perumahan Pondok Baru Permai, Gentan, Kecamanatan Baki, Sukoharjo digondol maling pada Jumat (3/12/2021).

Alami Kecelakaan Tunggal di Gemolong Sragen, Warga Plupuh Meninggal

Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di Dukuh Grogol, Desa Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, Minggu (5/12/2021).

Baru Belajar Nyetir, Mobil Nyemplung Got di Depan SMPN 6 Sragen

Kecelakaan tunggal terjadi di Depan SMP N 6 Sragen di mana satu unit mobil terperosok ke got akibat sopirnya baru belajar menyetir.

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Santap Kakap Laut, Rasanya Mantul

Setelah mengeksplorasi ekonomi digital di Salatiga dan Kabupaten semarang, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 mulai memburu kuliner di Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021) malam.

Razia Motor Brong di Karanganyar, 26 Orang Ditilang

Sebanyak 26 orang pengendara motor brong di di Jembatan Kragan, perbatasan wilayah Kecamatan Gondangrejo dengan Kebakkramat, Sabtu (04/12/2021) ditilang.

Milad Ke-109, RS PKU Muhammadiyah Solo Mantapkan 8 Nilai Pelayanan

Puncak perayaan milad Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo diperingati dengan pengajian bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir secara hybrid.

Asale Sapuangin dan Kisah Sepasang Pengantin di Kemalang, Klaten

Sapuangin menjadi salah satu nama yang terkenal di wilayah lereng Gunung Merapi Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Dari Hikmah Pandemi Menuju Keharusan Transformasi

Kondisi pandemi telah memberikan pelajaran pentingnya melengkapi diri dengan layanan digital.

Kisah Serka Suyanta, Setiap Hari Bagi-Bagi Masker Gratis di Sukoharjo

Penggunaan masker menjadi salah satu protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kampanye memakai masker terus digaungkan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

Jelang Momen Nataru, Bupati Sragen: Jangan Abai Prokes!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.