Cerita Gema Salam Dampingi Napiter Asal Klaten saat Bebas dari Lapas

Yayasan Gema Salam menjemput napiter yang sudah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas/LP) Gunung Sindur, Parung, Bogor atas nama Agung, asal Kabupaten Klaten.

 Eks napiter asal Klaten, Agung, sujud syukur di depan gerbang pintu keluar LP Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/5/2022). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Eks napiter asal Klaten, Agung, sujud syukur di depan gerbang pintu keluar LP Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/5/2022). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Yayasan Gema Salam (YGS) –salah satu lembaga yang menaungi para eks narapidana terorisme atau napiter– berupaya melakukan pendampingan sejak dini, bahkan sebelum napiter selesai menjalani masa tahanan. Gema Salam menjalin hubungan kemitraan dengan napiter, keluarga, hingga lingkungan.

Pada Jumat (20/5/2022), Yayasan Gema Salam menjemput napiter yang sudah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas/LP) Gunung Sindur, Parung, Bogor atas nama Agung, asal Kabupaten Klaten. Agung ditangkap aparat Densus 88 Mabes Polri pada 2017, akibat mengikuti pelatihan di Suriah dan namanya terdaftar dalam jaringan Jama’ah Islamiyah (JI) yang merupakan organisasi terlarang.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Pembinan Yayasan Gema Salam, Awod, beserta Ketua Joko Triharmanto, Sekretaris Hasan Al Rosyd, dan Bendahara Sumarno menjemput Agung yang telah selesai menjalani masa tahanan, dengan status bebas bersyarat.

Awod dalam siaran pers yang diterima Solopos.com, Sabtu (21/5/2022), menjelaskan Agung merupakan warga binaan LP Gunung Sindur yang terbilang baik, sehingga segala macam proses administrasi untuk pembebasan bersyarat disambut baik.

“Kegiatan kami kali ini tidak serta merta terjadi begitu saja. Ini merupakan sebuah proses yang panjang, di mana sebelumnya kami juga berkomunikasi dan berkoordinasi secara intens dengan team Identifikasi dan Sosial (Idensos) Densus 88 Jawa Tengah untuk mewujudkan kegiatan ini,” jelasnya.

Baca juga: Yayasan Gema Salam Solo, 3 Tahun Merangkul Eks Napi Terorisme Lewat Program Deradikalisasi

Menurut Awod, pihaknya juga menginformasikan kegiatan penjemputan eks napiter itu kepada Polresta Surakarta dan Polres Klaten. Dia menerangkan pada pukul 11.30 WIB, Agung sudah bisa menghirup udara segar dan pulang bersama dengan rombongan Yayasan Gema Salam.

“Ada konsekuensi teknis dan administratif atas pembebasan bersyarat atas Agung ini, di mana nantinya Agung harus melapor kepada pihak Bapas [Balai Pemasyarakatan] setempat, dalam hal ini adalah Bapas Kabupaten Klaten,” jelasnya.

Minta Maaf

Setelah melapor ke Bapas Klaten, pada Jumat malam pukul 23.00 WIB Agung pulang ke rumahnya yang berada di Kecamatan Bayat, Klaten. Sesampainya di rumah, Agung memohon maaf kepada semua pihak, khususnya kepada pemerintahan desa. “Maaf ya Pak Lurah,” kata Agung sebagaimana dikisahkan Awod.

Baca juga: Yayasan Gema Salam: Jangan Mengeksploitasi Eks Napi Teroris

Ayah Agung, Parno, juga menyampaikan permohonan maaf dan mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah peduli kepada keluarganya.

Menurut Awod, pihaknya berharap semua pihak bisa mengambil hikmah atas semua peristiwa yang terjadi, dan menjadikan segala sesuatu yang terjadi lebih kepada sesuatu yang bermanfaat, bukan sebaliknya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Perputaran Uang di CFS Wonogiri Menurun Drastis, Ini Sebabnya

Perputaran uang di Car Free Sunday (CFS) Wonogiri pada Minggu (3/7/2022) menurun drastis.

Walah! Ternyata Banyak Warga Solo Yang Belum Tahu Aplikasi MyPertamina

Sejumlah warga Solo mengaku belum mengetahui ada aplikasi MyPertamina maupun cara menggunakanya.

Berputar 2 Menitan, Puting Beliung Terjang Ngargoyoso Karanganyar

Puting beliung yang bertiup selama kurang lebih dua menit mengakibatkan satu rumah warga Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, rusak di bagian atap.

3.144 Orang Langgar Aturan Lalin Selama Operasi Patuh 2022 di Wonogiri

Selama Operasi Patuh Candi 2022 di Kabupaten Wonogiri, sebanyak 3.144 orang melanggar peraturan lalu lintas.

PPDB SMA Solo: Laweyan Tak Ada Kelas Virtual, Ini Alasan Disdik Jateng

Disdik Jateng mengaku belum ada kelas virtual untuk para calon siswa di Kecamatan Laweyan, Solo, yang tidak memiliki SMA negeri, apa alasannya?

Cadas! Nyanyi Di Sukoharjo, Eks Vokalis Boomerang Panjat Tiang 15 Meter

Penyanyi rock kawakan eks vokalis Boomerang, Roy Jeconiah, melakukan aksi tak biasa saat manggung di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo, Minggu (3/7/2022).

Disdik Jateng: Tak Ada Zonasi Khusus PPDB Pasar Kliwon-Laweyan Solo

Disdik Jateng memastikan tidak ada zonasi khusus untuk wilayah kecamatan yang tidak memiliki SMA negeri seperti Pasar Kliwon dan Laweyan, Kota Solo, pada PPDB tahun ini.

Geramnya Gibran Soal Pelecehan Seksual JKT 48: The Park Itu Bukan Solo!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memberikan klarifikasi ihwal penyebutan Solo sebagai lokasi insiden pelecehan seksual yang dialami personel JKT48 saat konser.

Alasan Rudy Solo Sebut Ganjar Pranowo Presiden ke-8 RI

Inilah alasan di balik pernyataan Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang menyebut Ganjar Pranowo menjadi presiden kedelapan RI.

Soal Pilpres 2024, Rudy Solo: Golek Presiden Angel, Nganggo Mitos Wae

Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mendoakan Ketua Umum DPP PDIP agar mempercayai mitos dalam menentukan capres di pilpres 2024.

Rumus Otak-Atik Gatuk Rudy Solo Sebut Ganjar Pranowo Presiden ke-8

Inilah rumus otak-atik gatuk ala Rudy yang dengan lantang menyebut Ganjar Pranowo sebagai presiden kedelapan RI.

Bermalam di Jl. Mayor Kusmanto Demi Jaga Lapak Jualan di CFD Klaten

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Supriyono, menjelaskan PKL hanya diperbolehkan menempati kawasan paving di kedua sisi Jl. Mayor Kusmanto.

Lantang! Rudy Solo: Ganjar Pranowo Presiden ke-8 RI

Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, memprediksi Ganjar Pranowo menjadi presiden kedelapan RI.

Warga Sragen Meninggal Tak Wajar: Mayat Sujud Tapi Kepala Masuk Ember

Warga Sragen diduga meninggal secara tak wajar karena posisi mayatnya seperti sujud, namun kepalanya berada di dalam ember di kamar mandi.

Makam Jenazah Warga Sragen Dibongkar, Meninggal Tak Wajar?

Jenazah warga Sragen yang diduga meninggal tak wajar diautopsi setelah kuburannya dibongkar.