Cerita Bakul Jus di Sekitar RSUD Dr. Moewardi Solo, Kantongi Rp1 Juta/Hari
Suasana Gang RC. Prof. Dr. Soeharso di seitar RSUD Dr. Moewardi, Jebres, Solo. (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO – Pemkot Solo berencana menertibkan PKL di sekitar RSUD Dr. Moewardi Solo. Pasalnya, keberadaan PKL di Gang RC. Prof. Dr. Soeharso tepatnya di timur RSUD Dr. Moewardi, Jebres, Solo, menyebabkan masalah.

Padahal, gang sempit itu merupakan lahan bagi puluhan PKL mengais rezeki, seperti Ny. Eko.

Wanita berusia 50 tahun itu sudah 10 tahun berjualan di sekitar RSUD Dr. Moewardi Jebres, Solo, Jawa Tengah.

Selama ini, dia berjualan jus dan aneka barang di toko kelontong di pinggir jalan.

Dadah Isuzu Panther…

Dalam sehari, Ny. Eko mendapatkan omzet lebih dari Rp1 juta. Dia memilih berjualan di luar RSUD Dr. Moewardi Solo karena lebih banyak pembeli.

“Saya lebih memilih berjualan di area luar rumah sakit karena banyak pembeli dari berbagai daerah. Kalau berjualan di food court aturannya ketat dan biaya tempat yang selalu meningkat,” katanya kepada Solopos.com, Jumat (21/2/2020).

Kisah Pemancing Selamatkan Puluhan Peserta Susur Sungai Sempor: Banyak Suara Tangis

Perasaan waswas lantaran rencana penertiban PKL juga dirasakan pemilik gerai pulsa di dekat RSUD Dr. Moewardi Solo, Eko. Dia berjualan di kawasan tersebut sejak tiga bulan terakhir.

“Tiga hari lalu sudah ada petugas yang mengukur bangunan. Tapi enggak kasih informasi,” ungkapnya.

Berita Kecelakaan Terbaru

Awalnya manajemen RSUD Dr. Moewardi Solo mendirikan bangunan di sisi timur untuk tempat PKL berdagang. Kini, bangunan itu ditempati sekitar 20-an PKL.

2 Tahun Tak Bertemu, Ayah Dapati Anaknya Korban Meninggal Susur Sungai Sempor

Perkembangan RS berdampak positif bagi ekonomi PKL. Alhasil, jumlah PKL di sana semakin banyak. Para PKL itu merenovasi bangunan hingga memakan badan jalan.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho