Cerita Anggota Polres Karanganyar Selamat dari Kecelakaan Boyolali
Kondisi mobil dinas Polres Karanganyar yang mengalami kecelakaan di Boyolali, Senin (15/10/2018) malam. (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kepala Bagian Sumber Daya (Sumda) Polres Karanganyar, Kompol Tofiq Oktavianto, menjadi salah satu korban kecelakaan di pertigaan Randusari, Teras, Boyolali, Senin (15/10/2018) malam. 

Tofiq duduk di kursi penumpang depan mobil dinas Polres Karanganyar berpelat nomor IX-152-52 dikemudikan anggota Bagian Sumda Polres Karanganyar, Bripda Pamungkas. 

Di kursi belakang ada Ipda Rohmad dan Aipda Hariyanto. Mereka semua anggota Bagian Sumda Polres Karanganyar.

Sehari setelah terlibat kecelakaan di Boyolali, empat anggota Polres Karanganyar itu sudah kembali bekerja seperti biasa. Tofiq mengaku sedang mengikuti rapat saat Solopos.com menghubunginya untuk menanyakan soal kecelakaan itu, Selasa (16/10/2018) siang. 

"Kami enggak apa-apa. Anggota saya enggak apa-apa. Ada yang dicek karena mengaku sesak napas. Enggak ada luka-luka. Ini kami sudah bekerja seperti biasa," kata Tofiq.

Dia bersyukur bersama tiga anggotanya masih diberikan perlindungan Allah SWT. Dia menceritakan kronologi kejadian kecelakaan yang mereka alami. 

Saat kejadian, mereka dalam perjalanan pulang dari rapat analisis dan evaluasi penerimaan anggota Polri di Bandungan, Kabupaten Semarang. Mereka berangkat dari Bandungan pukul 16.30 WIB. 

"Masuk wilayah Boyolali sudah magrib. Kami berhenti di masjid depan Satlantas Polres Boyolali untuk Salat Magrib. Setelah itu makan lalu melanjutkan perjalanan pulang. Sampai lokasi dihantam mobil dari arah berlawanan. Mobil itu melompat median jalan sampai menyeberang lajur berlawanan," cerita dia.

Mobil yang menabrak adalah mobil Daihatsu Taft hitam berpelat nomor AD 7313 GB yang dikemudikan pelajar asal Kabupaten Magelang. Mobil melaju dari Solo ke Boyolali. 

Akibat tabrakan itu, mobil yang ditumpangi Tofiq bersama anak buahnya naik median jalan dan berputar arah. Mobil berhenti setelah menabrak tiang lampu lalu lintas.

"Mobil saya sampai putar balik. Mobil Taft itu menabrak sisi kanan mobil. Sopir saya pintar dia memutar setir sedemikian rupa. Entah bagaimana nabrak tiang lampu lalu lintas dan berhenti. Kalau enggak nabrak tiang, kurang tahu bagaimana. Bisa ke tengah jalan dari jalur berlawanan," tutur dia.

Setelah kecelakaan, mereka keluar dari mobil. Tofiq terpaksa keluar dari pintu sopir karena pintu penumpang depan tidak bisa dibuka. Setelah berhasil keluar, dia menghampiri mobil Taft. 

Dia bermaksud mengecek kondisi pengemudi dan penumpang. Begitu memastikan kondisi penumpang mobil Taft aman, dia berinisiatif mengatur lalu lintas hingga polisi dari Polres Boyolali datang.

"Dia saya minta keluar. 'Dik, enggak apa-apa turun saja'. Tapi dia enggak mau. Lalu lintas jadi agak padat karena pengendara berhenti dan menonton. Saya bantu atur lalu lintas. Sebetulnya kondisi lalu lintas sesaat sebelum kecelakaan tidak padat. Allah masih melindungi kami."

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom