Cerita Anak Muda Solo Merawat Kota Melalui Media Sosial
Gerry Prayudi. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Ada banyak cara bisa dilakukan anak muda untuk merawat Kota Solo dan sekitarnya salah satunya memanfaatkan media sosial. Keampuhan media sosial mampu menggerakkan massa baik secara sosial maupun bisnis.

Kekuatan media sosial itulah yang dibaca Gerry Prayudi, CEO Bengawan Group. Bermula dari sebuah akun Instagram @surakartakita, Gerry kini memiliki setidaknya 45 akun Instagram (IG) baik lokal maupun nasional.

Tak hanya itu, Bengawan Group juga memiliki portal online Bengawan News, Bengawan Marketing, dan toko online Bengawan Merchandise.

Perjalanan pria berumur 27 tahun itu bermula pada 2017 saat dirinya bekerja sampingan sebagai admin media sosial Waroeng Kroepoek dan Melly Glow Solo. Ia lalu membikin akun IG @surakartakita dengan fokus konten soal pariwisata Solo.

Ia mengekplorasi kekayaan Kota Solo mulai dari Kampung Batik Laweyan, Museum Keris, dan sederet wisata sejarah lainnya. Konten itu lalu diperkaya dengan info kuliner.

“Dari situ berpikir kalau hanya satu akun kurang banyak nih. Lalu, kami bikin beberapa akun sekaligus seperti klatenkita, sragenkita, dan lainnya. Ditambah satu akun se-Soloraya yakni @wonderfulsoloraya. Ini pas Oktober 2017,” kata Gerry, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (22/5/2020).

Karyawan & Pengunjung Matahari Sragen Jalani Rapid Test

Ekspansi

Konten-konten yang diunggah pun terus berkembang. Sekitar tiga bulan kemudian, Bengawan Group mulai mem-posting informasi kiriman warganet mulai dari kecelakaan, bencana alam, dan lainnya. Selain itu ada pula konten hiburan dan berita.

“Pada bulan ke-4 kami open iklan cuma masih kecil. Satu iklan cuma Rp5.000. Dapat bonus di story. Sebab, masih mahasiswa semua waktu itu,” terang Gerry.

Alumnus Teknologi Pangan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini menuturkan kemajuan signifikan itu dikembangkan lagi dengan membikin sejumlah akun IG se-Soloraya lainnya. Selain menambah akun, Gerry juga menambah admin.

Tim Bengawan Group Media Sosial Solo
Jajaran Tim Bengawan Group menggelar pertemuan rutin setiap bulan. (Istimewa)

“Kami rekrut anak muda yang gak mikirin omzet tapi bagaimana memberikan manfaat kepada masyarakat,” tutur dia.

Dari situlah, Gerry mulai bisa memberikan honor pengganti pulsa bagi para admin senilai Rp300.000 per tahun. Kini, pada admin di Bengawan Group bisa mengantongi pendapatan Rp400.000 – Rp2,5 juta per bulan.

“2,5 tahun berjalan kami puny 45 akun IG baik nasional maupun lokal. Total admin media sosial ada 22 orang dan banyak yang rangkap,” urai dia.

20 Pegawai Kejari Wonogiri Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

Bangun Holding Online

Bengawan Group kini berkembang dengan mendirikan portal online Bengawan News. Bengawan News fokus pada bikin produk jurnalistik.
Selain itu, ada pula Bengawan Marketing. Divisi ini bergerak di bidang jasa salah satunya admin media sosial perusahaan.

Kemudian, pada Februari 2020, Bengawan Group mendirikan divisi Bengawan Merchandise. Divisi ini merupakan toko online Bengawan Group yang menyediakan aneka produk keperluan anak muda mulai dari tas, pakaian, hingga aksesoris ponsel.

“Hasilnya lumayan. Dalam dua bulan akun IG Bengawan Merchandise punya 25.000 pengikut dengan omzet Rp6 juta,” urai pria asal Kadipiro, Banjarsari, ini.

Kini, Bengawan Group terus berkembang. Tim yang mula-mula berisi dua orang seorganisasi mengawaki banyak akun IG, bertambah jadi 32 orang. Tim mereka beranggotakan milenial yang 90 persen berusia di bawah 30 tahun. Dari jumlah itu, ada 10 orang berstatus karyawan dan sisanya freelance.

Merawat Kota

Selama 2,5 tahun berdiri, Gerry berpendapat apa yang dilakukannya menjadi bagian dari upaya merawat kota dan kabupaten di Soloraya. Bengawan Group memenuhi kebutuhan masyarakat soal informasi terbaru di daerah.

Bupati Ponorogo Sarankan Warganya Salat Idulfitri di Rumah

Akun IG miliknya turut memperluas informasi dari otoritas resmi baik informasi perkembangan Covid-19, jadwal pemadam listrik, layanan kependudukan, dan lainnya.

“Kami juga turut menangkal hoaks. Ada hoaks-hoaks kiriman netizen kami klarifikasi. Kami juga beberapa kali kecolongan, tapi dari situ kami belajar agar tak terulang lagi. Sekarang hoaks minim sekali,” urai dia.

Pria kelahiran Solo, 29 April 1993 ini mengaku melalui media dan media sosial yang dikembangkan Bengawan Group bisa memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat. Kekuatan itu mendorong dirinya ambil bagian dalam kampanye bertema lingkungan hidup hingga lawan Covid-19.

Donasi Sembako Bengawan Group
Bengawan Group mendistribusikan paket sembako dan masker hasil penggalangan dana untuk korban terdampak Covid-19 di Soloraya. (Istimewa)

“Semua admin kan influencer. Jadi harus saling support. Kami bikin konten-konten yang berdampak positif ke masyarakat,” ujar dia.

Kekuatan itu salah satunya terlihat dari aksi penggalangan dana yang diinisasi Bengawan Group. Dalam dua pekan, aksi itu mengumpulkan dana Rp32 juta. Kemudian, dialokasikan menjadi 200 paket sembako yang didistribukan ke Soloraya. Dari penggalangan donasi itu pula, Bengawan Group membagikan 1.000 masker kain.

“Laporannya kami update di Bengawan News. Kami juga sekarang fokus memberikan iklan gratis bagi UMKM terdampak Covid-19. Slot-slot iklan kami diisi untuk membantu UMKM bisa berkembang di tengah pandemi,” kata Gerry.

“Ke depan, kami juga akan bikin akun khusus penggalangan dana level nasional. Hal ini untuk memperluas jejaring. Kami juga ada dana sosial tiap bulan,” harap dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho