CEO Azana Hotel Tawarkan Solusi Bisnis Masa Kini

CEO Azana Hotels&Resorts, Dicky Sumarsono, meluncurkan buku baru berisi solusi bisnis masa kini. Buku tersebut bertajuk Winning Competition – New Business Model for Hotel Industry.

CEO Azana Hotel Tawarkan Solusi Bisnis Masa Kini

SOLOPOS.COM - Buku Winning Competition karya CEO Azana Hotel (Parcelbuku)

Solopos.com, SOLO – Dunia mulai berubah dan segalanya menjadi lebih cepat. Kemajuan teknologi dan hadirnya dunia maya bakal mendisrupsi pengelolaan bisnis model lama yang bertopang pada kekuatan modal saja. Bisnis perhotelan mau tidak mau ikut terseret dalam arus perubahan tersebut. Jika pebisnis tidak mau berubah, mereka bakal ditinggalkan.

Sebenarnya ada banyak cara untuk mengembangkan bisnis hotel. Yang perlu dipahami, semua model bisnis harus dilihat dari sisi kebutuhan konsumen. Dalam bukunya, CEO Azana Hotels&Resorts, Dicky Sumarsono, menjelaskan berbagai keluhan konsumen. Mulai dari harga yang kurang terjangkau, waktu menunggu yang lama, pilihan terbatas, kegunaan berlebihan, hingga kesulitan mencari produk.

Dalam siaran pers yang diterima Solopos.com, Rabu (20/3/2019), Dicky Sumarsono menjelaskan, pentingnya pengamatan empiris untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Tujuannya untuk memperoleh value preposition guna memecahkan masalah pelanggan. Semua cara jitus mengembangkan bisnis ala Dicky Sumarsono dituangkan dalam buku bertajuk Winning Competition – New Business Model for Hotel Industry.

Buku tersebut bisa menjadi referensi bagi mereka yang berada di posisi start-up atau merintis maupun yang sudah lama eksis di bisnis perhotelan seperti CEO, direktur, general manager, hingga para hotelier. Menurut Dicky Sumarsono, design landscape bisnis perhotelan di Indonesia dituntut terus berakselerasi sebanding lurus dengan laju gelombang perubahan yang tanpa jeda.

Keunggulan kompetitif sebuah hotel di masa depan tidak ditentukan oleh sekedar produk dan proses yang inovatif, tapi ditentukan oleh model bisnis dan platform yang inovatif. Pembaruan model bisnis dalam bisnis perhotelan tidak hanya menyangkut kalkulasi di atas kertas. Banyak pengusaha hotel berani mengambil langkah ekstrem untuk memanjakan dan memberi wow experience ke konsumen. Mereka tidak mau berkutat dalam pasar yang sudah ada, namun menciptakan pasar sendiri.

Mereka memberikan pengalaman kepada konsumen tentang menginap di kamar hotel dengan cara berbeda. Secara ekonomis, bisnis model yang efektif dan efisien dalam mendukung proses perkembangan dan pengelolaan hotel. Pembentukan bisnis model baru disusun berdasarkan kondisi terkini, berbasis data dan informasi evaluatif dari sistem pengelolaan yang diterapkan sebelumnya.

Saat ini, model bisnis baru yang diciptakan oleh perusahaan-perusahaan termasuk hotel, telah bermunculan. Ekonomi digital telah memunculkan era exclusive menjadi inxclusive. Jika sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh kalangan tertentu yang punya modal besar dengan model bisnis digital, kini semua orang bisa mengiklankan usaha dengan modal kreativitas. Transformasi digital dalam industri perhotelan bukan merupakan pilihan. Tapi keharusan yang dapat membantu industri menjadi lebih kompetitif di era digital yang bermanfaat untuk mencapai operation excellence dan bisnis excellence.

Para penggiat bisnis perhotelan harus berani menghadapi suasana pasar, sekaligus menciptakan tren sendiri. Di situlah mereka bisa bertahan dan mengantongi profit yang berkelanjutan. Perlu dipahami, apapun kondisinya, bisnis perhotelan selalu mengabarkan kegairahan.

Valuasi sebuah hotel kini tidak lagi didasarkan pada apa yang dijual oleh hotel tersebut saja, valuasi baru kini juga mengulurkan prospek yang tampak pada keberadaan hotel tersebut dalam membangun ekologi yang kita sebut sebagai pasar. Jadi model bisnis dan prospek bisnis hotel serta profesionalisme SDM yang ada di dalamnya yang selalu melakukan up skills itulah yang akan dinilai menjadi tinggi.

Judul buku ini bisa dibilang seri kelanjutan dari buku sebelumnya yang berlabel Dahsyatnya Bisnis Hotel di Indonesia. Harapannya, semoga buku Winning Competition ini bermanfaat dan bisa menjadi rujukan dalam mengelola bisnis Anda.

Di buku tersebut, Anda juga akan diyakinkan tentang panggung bisnis perhotelan, khususnya di Ibu Pertiwi tercinta ini, riuhnya tak pernah berhenti. Justru semakin hari semakin gempita. Siklus pertumbuhan bisnis perhotelan di negeri ini sepertinya tidak mengenal iklim. Bahkan menjamur di semua musim!

Berita Terkait

Berita Terkini

Gubernur Ganjar: Pola Penanganan Pasien Covid-19 di Klaten Sudah Tepat

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menilai pola penanganan pasien Covid-19 di Klaten sudah tepat. Seperti pola penanganan pasien tanpa gejala.

Unik! Ajudan Kapolresta Solo Ini Punya Koleksi Puluhan Motor Antik

Ajudan Kapolresta Solo, Briptu Muhammad Faris Abid, memiliki hobi unik mengoleksi motor antik.

Mantap! Kampus di Salatiga Ini Beri Beasiswa Kuliah bagi Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Beasiswa yang diberikan oleh Polibest adalah wujud kepedulian Polibest Salatiga di masa pandemi Covid-19 dalam upaya membantu lulusan SMA/SMK.

Pesisir Pantura Jateng Menolak Tenggelam, Ini Jurus Gubernur Ganjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyebut sudah melakukan kajian tentang ancaman wilayah pesisir pantura tenggelam akibat penurunan muka tanah.

Terdakwa Kasus Penembakan Bos Duniatex Lukas Jayadi Divonis 10 Tahun, Izin Kepemilikan Senpi Dicabut

Lukas Jayadi, terdakwa kasus penembakan bos Duniatex dalam mobil Toyota Alphard pada Desember lalu divonis 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Solo.

Kecelakaan di Jl Solo-Jogja, Mobil Sedan Seruduk Truk

Musibah kecelakaan lalu lintas melibatkan satu unit truk dan satu unit mobil sedan terjadi di Jl Solo-Jogja, tepatnya di dekat Mebel Harto Jambu Kulon, Ceper, Klaten.

Orang tua Meninggal Kena Covid-19, 2 Anak di Mojolaban Sukoharjo Hidup dari Bantuan Donatur

Kisah tragis dialami dua bocah asal Mojolaban, Sukoharjo, yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

Puluhan Petani Bawang Imogiri Mengeluh, Duit Penjualan Rp340 Juta Belum Dibayar Tengkulak

30 Petani bawang merah di Bantul mengalami kesulitan setelah yang hasil penjualan senilai Rp340 juta belum juga dibayarkan tengkulak.

Prediksi Guru Besar Undip: 50 Tahun Lagi Semarang Tenggelam

Guru Besar Undip memprediksi wilayah pesisir Semarang tenggelam dalam 50 tahun ke depan.

Agenda Menko Luhut di Sragen: Cek SOP Technopark dan Vaksinasi di Krebet

Rombongan Menko Marves direncanakan melihat standar operasional prosedur (SOP) yang ada di Technopark Sragen.

7 Alasan Kamu Harus Punya Kanopi di Rumah

Kanopi membantu menjaga kesejukan rumah serta menghalangi masuknya air hujan dan menjaga kebersihan. Selain itu berfungsi juga sebagai tempat parkir mobil semi tertutup.

Kapolda Sumsel Akhirnya Buka Suara Soal Sumbangan Rp2 Triliun Akidi Tio

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri, mengaku salah karena kurang hati-hati dan meminta maaf terkait sumbangan Rp2 triliun Akidi Tio.