PKL batu akik di Jl. Depok Solo, Hariyono, 55, menunjukkan tempat jatuhnya Sumardi saat cekcok dengan Satpol PP, Rabu (11/9/2019) siang. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo membantah ada percekcokan dengan -tempat-produksi-tembakau-gorila-kamar-indekos-di-reksoniten-solo-digerebek" title="Jadi Tempat Produksi Tembakau Gorila, Kamar Indekos di Reksoniten Solo Digerebek">pedagang kaki lima (PKL) di Jl. Depok, Manahan, Solo, Hariyono, yang berujung meninggalnya Sumardi, rekan Hariyono, Rabu (11/9/2019).

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo, Agus Siswo Riyanto, menjelaskan yang terjadi saat itu tim datang untuk memberikan surat undangan.

Hariyono diundang ke Kantor Satpol PP -tempat-usaha-di-jl.-ir.-juanda-solo-dibongkar-petugas-dinas-perdagangan" title="3 Tempat Usaha di Jl. Ir. Juanda Solo Dibongkar Petugas Dinas Perdagangan">Solo terkait aktivitasnya berjualan batu akik di Jl. Depok. Tapi saat itu, menurut Agus, justru Hariyono yang langsung marah-marah kepada tim. Bahkan Hariyono menyebut punya saudara di DPRD Kota Solo.

“Kami datang baik-baik untuk memberikan surat undangan. Tapi tiba-tiba dia marah-marah terus. Bilang 'sedulurku enek sik DPRD Solo'. Kami tidak tanggapi. SOP kami memberikan undangan tak boleh banyak bicara,” ujar dia kepada Solopos.com, Rabu.

Terkait Sumardi yang terjatuh dan pingsan, menurut Agus, timnya yang mengantar ke RS Brayat Minulya agar mendapat pertolongan medis. Sesampai di RS, Sumardi sempat diberi bantuan pernapasan buatan. Tapi upaya itu sudah terlambat.

Sumardi sudah meninggal dunia. Berdasarkan visum dokter Sumardi meninggal dunia karena serangan jantung.

Diberitakan sebelumnya, seorang -bentrok-depan-pgs-solo-anak-saya-dipiting-dipukul-satpol-pp" title="Saksi Bentrok Depan PGS Solo: Anak Saya Dipiting & Dipukul Satpol PP">PKL batu akik di Jl. Depok, Manahan, Solo, Sumardi, meninggal saat rekannya, Hariyono, terlibat cekcok dengan petugas Satpol PP. Sumardi dan Hariyono sudah sekitar lima tahun terakhir bekerja sama berjualan batu akik di kawasan itu.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten