Tutup Iklan

Cek Jogo Tonggo di Karanganyar, Ganjar Nyumbang Tilik Bayi dari Ibu Terkonfirmasi Covid-19

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, tilik bayi dan nyumbang di sela-sela kunjungan kerja ke Kabupaten Karanganyar.

 
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, (mengenakan baju merah), mengunjungi salah satu rumah warga Desa Segorogunung pada Sabtu (12/6/2021).(Istimewa/Dokumentasi Humas Provinsi Jateng)

SOLOPOS.COM - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, (mengenakan baju merah), mengunjungi salah satu rumah warga Desa Segorogunung pada Sabtu (12/6/2021).(Istimewa/Dokumentasi Humas Provinsi Jateng)

Solopos.com, KARANGANYAR—Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, tilik bayi dan nyumbang di sela-sela kunjungan kerja ke Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (12/6/2021).

Tetapi, bukan sembarang tilik bayi dan nyumbang. Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah itu mengunjungi rumah ibu yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 pascamelahirkan.

Ganjar mengunjungi rumah Suripto, warga Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso. Istri Suripto, Listyanti, dinyatakan positif Covid-19 saat akan melahirkan. Suripto menceritakan hal itu kepada Ganjar.

“Istri saya positif [Covid-19]. Ini isolasi mandiri di rumah. Tes [swab PCR Covid-19] menjelang melahirkan. Hasil tes keluar, istri saya positif [Corona],” tutur dia.

Baca Juga: Bakal Punya Bangunan Futuristik, SMAN Tawangmangu Jadi Percontohan Center Of Excellence

Listyanti melahirkan anak ketiga sekitar satu pekan lalu. Dia melahirkan anak lelaki yang diberi nama Rizki Bagus Tri Antoni. Dia dan suami mengaku kaget mendapatkan kunjungan dari Gubernur Jateng. Listyanti keluar hendak menemui Ganjar, tetapi dia berdiri agak jauh.

“Mboten nggagas saestu Pak Ganjar mriki.[Tidak menyangka Pak Ganja ke sini]. Alhamdulillah, remen sanget [senang sekali]. Matur nuwun sanget, Pak Ganjar maringi kagem bayi kula [terima kasih sekali Pak Ganjar memberi sumbangan untuk bayi saya]," ujar dia.

Ganjar memberikan tali asih untuk keluarga Suripto. Dia menyebutnya dengan nyumbang tilik bayi. "Anaknya dijaga ya Bu. Ndang sehat. Kene aku nyumbang, tilik bayi," kata Ganjar sembari meminta sejumlah uang pada ajudannya.

Baca Juga: Rumah Sakit Soloraya yang Hampir Penuh (Lagi)

Optimalkan Jogo Tonggo

Selain tali asih, Gubernur Jateng juga menyerahkan bantuan paket sembako dan masker. Dia mengingatkan Listyanti dan keluarga agar mengenakan masker dan membatasi interaksi.

“Sementara di dalam rumah dulu, jangan dekat-dekat sama anggota keluarga lain dulu. Pakai masker terus supaya bisa menjaga. Ini anak ketiga, habis ini [program keluarga berencana] KB ya," ujar dia kepada Listyanti.

Ganjar sengaja datang ke salah satu desa di lereng Gunung Lawu itu untuk mengecek pelaksanaan Jogo Tonggo.

Baca Juga: Ibu Hamil di Karanganyar Meninggal Setelah Terkonfirmasi Positif Covid-19

Dihubungi secara terpisah, Camat Ngargoyoso, Dwi Cahyono, menyampaikan ada sepuluh orang ibu hamil dan akan melahirkan sempat dinyatakan positif Covid-19 di Ngargoyoso.

“Satu sudah melahirkan. Lalu dua orang lain sudah swab test PCR Covid-19 dan hasilnya negatif. Tinggal tujuh orang ibu hamil yang masih dinyatakan positif Covid-19. Kondisi mereka sehat semua dan menjalani isolasi mandiri di rumah,” tutur Dwi saat dihubungi Solopos.com, Sabtu.

Selain menjenguk salah satu ibu yang baru saja melahirkan, Dwi menceritakan Gubernur Jateng mengingatkan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro. Selain itu, masyarakat diminta mengoptimalkan peran Jogo Tonggo.

“Pak Gubernur mengingatkan soal PPKM Mikro. Lalu optimalisasi peran Jogo Tonggo. [Kami] diminta sing tenanan, dan disuruh ngetati protokol kesehatan. Pelaksanaan prokes harus dimaksimalkan karena kasus saat ini kan termasuk tinggi.”

Berita Terkait

Berita Terkini

Pendampingan Kelompok Rentan HIV/AIDS di Sragen Terhambat PPKM

KPA Sragen mengkoordinasi Dinas Kesehatan dan rumah sakit (RS) untuk mengobati pasien positif HIV/AIDS.

Pelaku Prostitusi Gay Terciduk di Indekos Solo, Sekamar Dipakai Berlima

Para terduga pelaku prostitusi gay di indekos wilayah Nusukan, Solo, menempati dua kamar di mana salah satunya dipakai berlima.

Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Wonogiri Batal Dihentikan, Ini Alasannya

Mahasiswa berprestasi penerima beasiswa secara terorganisasi terlibat langsung dalam program yang dijalankan organisasi perangkat daerah (OPD) maupun pemerintah desa.

Gibran Ungkap Alasan di Balik Tes Antigen Guru-Murid SDN Laweyan Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan alasan di balik tes antigen mendadak dan acak di SDN Laweyan No 54 Solo.

PTM di SMKN 3 Klaten Tak Terapkan Sistem Sif Pagi-Siang

Sistem pergantian siswa yang mengikuti PTM dilakukan pergantian setiap hari untuk mempermudah proses sterilisasi ruang kelas.

Ini Sederet Keunggulan Colomadu Calon Solo Baru-nya Karanganyar

Ada banyak pertimbangan melatarbelangi rencana menjadikan Colomadu sebagi pusat bisnis, terutama berkaitan dengan akses, fasilitas penunjang, dan sarana transportasi.

Jelang Pengeringan Colo Barat, Petani Selogiri Tak Khawatir

Sebagian besar tanaman padi berpeluang besar tetap bisa panen walaupun tak mendapat irigasi ketika nanti saluran irigasi kering.

Cerita Unik Pasar Janglot Sragen: Sempat Beberapa Kali Pindah Lokasi

Ada 66 kios dan los Pasar Janglot Sragen yang terbakar pada Sabtu-Minggu lalu, perinciannya tujuh kios dan 59 los.

Prostitusi Gay di Nusukan Solo 5 Tahun Baru Terbongkar, Ini Alasannya

Polda Jateng berhasil membongkar praktik prostitusi gay di kawasan Nusukan, Banjarsari, Solo, yang sudah lima tahun berjalan.

PHRI Boyolali Minta Hotel dan Restoran Bersertifikat CHSE, Apa itu?  

PHRI Boyolali berharap semua hotel dan restoran di Boyolali memiliki sertifikat CHSE agar mendapat kepercayaan lebih dari masyarakat bahwa penerapan protokol kesehatan fasilitas pariwisata di Boyolali tersertifikasi. 

Kasus Arisan Online Boyolali Rp400 Juta Ditangani Polda Jateng

Di Boyolali terdapat empat laporan kasus tersebut dengan total nilai kerugian mencapai sekitar Rp400 juta. 

Polres Sragen Salurkan Bantuan Rp1,2 Juta untuk 2.500 PKL dan Warung

Para penerima bantuan merupakan warga yang tidak menerima bantuan lain, mereka terjaring pendataan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Pemilik Indekos Ungkap Kronologi Penggerebekan Prostitusi Gay di Solo

Pemilik indekos di Nusukan, Solo, mengungkapkan kronologi penggerebekan terduga pelaku prostitusi gay oleh Polda Jateng di indekosnya.

Kemah Bela Negara di Delingan Karanganyar Digelar Luring Tapi Terbatas

Kemah Bela Negara nanti akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat seperti menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Pelajar di Boyolali Juga Masuk Sasaran Vaksinasi Desa

Vaksinasi untuk pelajar dilakukan melalui pendekatan desa untuk mendukung rencana pembelajaran tatap muka di Boyolali.

SDN 1 Wonogiri Deklarasi Sekolah Ramah Anak

Deklarasi Sekolah Ramah Anak untuk mempertegas SDN 1 Wonogiri konsisten mengaplikasikan pembiasaan yang ramah anak.