Kategori: Cek Fakta

Cek Fakta: Virus Inaktif Vaksin Sinovac Bisa Hidup Kembali Adalah Hoax


Solopos.com/Jafar Sodiq Assegaf

Solopos.com, SOLO — Informasi menyesatkan soal virus inaktif di vaksin Sinovac bakal hidup kembali dan menjangkit orang yang diinjeksi. Informasi ini beredar lewat postingan di Twitter.

Unggahan pada Jumat (22/1/2021) itu muncul sebagai balasan atas unggahan warganet lain yang juga berprofesi sebagai dokter. Dokter itu mengaku merasakan gejala seperti Covid-19 selang dua hari setelah mendapatkan suntikan vaksin. Namun, beragam balasan langsung muncul dari warganet lain.

"Virus itu bisa jadi mahluk hidup dan benda mati berbentuk kristal yg sewaktu-waktu bisa hidup lagi," demikian narasi balasan yang disampaikan warganet di Twitter.

Baca Juga: Parosmia, Gejala Covid-19 Bikin Penderitanya Cium Bau Busuk

Namun, benarkah virus dalam vaksin yang diproduksi dengan metode inaktif seperti Sinovac dapat kembali hidup?

Cek Fakta

Penjelasan Merujuk pada situs Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI), terdapat empat tipe vaksin COVID-19 dari aspek pengembangannya, yaitu vaksin dari sumber virus (inaktif/dimatikan dan dilemahkan), vaksin asam nukleat (termasuk RNA atau DNA), berbasis protein (subunit dan partikel mirip virus), dan viral vektor (replikasi dan nonreplikasi).

Pada halaman penjelasan tentang tipe vaksin berasal dari sumber virus, vaksin dari virus inaktif atau mati berisi virus yang materi genetiknya sudah dihancurkan dengan panas, kimiawi, atau radiasi sehingga virus itu tidak dapat menginfeksi sel dan mereplikasi diri.

Namun, virus inaktif itu masih dapat memicu sebuah respon kekebalan tubuh. Berbeda dengan virus yang dilemahkan (live attenuated), vaksin dari virus inaktif lebih aman dan stabil.

Baca Juga: Digunakan untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Hotel Edotel SMKN 3 Klaten Peroleh Pemasukan Rp132 juta

Tipe vaksin dari virus inaktif itu hanya dapat menstimulasi respon yang dimediasi oleh antibodi.

Mengutip Antara, Selasa (9/2/2021), Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CCDC) Gao Fu, menyatakan China memilih metode pengembangan vaksin dengan tipe inaktif karena telah memulai penelitian sejak Januari.

Gao Fu menyatakan vaksin inaktif dikembangkan dengan cara membunuh partikel virus agar terbentuk sistem kekebalan tubuh tanpa ada respons yang serius. Sedangkan mRNA memicu tubuh membentuk protein yang cukup sehingga tercipta sistem kekebalan yang mampu menyerang virus.

Baca Juga: Vaksinasi Tahap II Ditarget Dimulai Pekan Depan, Dinkes Karanganyar Tambah Fasyankes

Dengan demikian, virus inaktif di vaksin Sinovac tidak dapat hidup kembali atau bahkan mereplikasi diri. Unggahan dalam Twitter itu pun merupakan kabar informasi yang menyesatkan.

Kesimpulan

Klaim virus inaktif di vaksin Sinovac dapat hidup kembali adalah salah.

Share