Viral KTP pria bernama Nur Rohman yang sebenarnya merupakan pelaku pengeboman tahun 2016. (Istimewa/Facebook)

Solopos.com, SOLO - Ledakan diduga -bom-guncang-pospam-kartasura">bom bunuh diri mengguncang Pos Pantau Pos Pengamanan (Pospam) Kartasura, Sukoharjo, Senin (3/6/2019), malam sekitar pukul 22.30 WIB. Sesaat setelah kejadian beredar foto KTP yang dipercaya milik pelaku bom bunuh diri.

Foto yang beredar memperlihatkan KTP atas nama Nur Rohman warga Sangkrah RT 001 RW 012, Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo. Sosok yang disebutkan sebagai karyawan swasta ini lahir di Solo, 1 November 1985.

Penelusuran Solopos.com, Selas (4/6/2019), foto yang sudah terlanjur viral itu bukanlah terduga pelaku kejadian yang diduga sebagai kasus bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, yang terjadi Senin malam 3 Juni 2019.

KTP tersebut faktanya adalah milik pelaku bom bunuh diri di Markas Polresta Surakarta, Jawa Tengah yang terjadi pada pukul 07.45 WIB Selasa, 5 Juli 2016.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dalam jumpa pers di Solo, Selasa (05/7/2016), mengatakan terduga pelaku bom bunuh diri bernama Nur Rohman, 31 tahun.

Nurohman, menurut Kapolri, adalah anggota kelompok Arif Hidayatullah alias Abu Mush’ab yang disebut satu jaringan dengan sosok Bahrun Naim, yang kini diklaim berada di Suriah.

Sedangkan pelaku peledakan di Pospam Kartasura, 3 Juni 2019 -identitas-pelaku-peledakan-pospam-kartasura-polisi-geledah-rumah-warga-kranggan">diduga bernama Rofik Asrudin. Rofik adalah warga Dusun Kranggan RT 001/RW 002, Wirogunan, Kartasura yang berlokasi sekitar 500 meter dari Pospam Kartasura.

Laporan wartawan Solopos.com, Rudi Hartono, saat ditunjukkan foto seorang laki-laki terduga pelaku dalam kondisi luka yang beredar di media sosial. Warga membenarkan bahwa lelaki itu bernama Rofik salah satu warganya.

Tumirin, 50, salah satu warga mengatakan Rofik merupakan warga Kranggan RT 001/RW 002, Wirogunan, Kartasura. 

Rofik berusia 20-21 tahun yang sehari-hari tertutup sekali. "Keluarga punya hajatan saja diantidak membantu," ujarnya.

Warga tidak menyangka Rofik jadi terduga pelaku bom bunuh diri. Hingga berita ini diturunkan polisi masih menggeledah rumah Rofik.  Warga sekitar berkumpul menyaksikan dari radius lebih kurang 15 meter dari rumah Rofik

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten