Cek Fakta: Menguji Klaim Hadi Pranoto "Profesor" di Video Anji Manji

Hadi menyebutkan rapid test dan uji swab polymerase chain reaction (PCR) tidak bisa menjadi rujukan untuk vonis Covid-19.

 Hadi Pranoto. (istimewa/Youtube)

SOLOPOS.COM - Hadi Pranoto. (istimewa/Youtube)

Solopos.com, SOLO -- Publik kembali dihebohkan dengan klaim seorang yang mengaku profesor menemukan antibodi Covid-19. Profesor itu diwawancarai oleh mantan vokasli grup band Drive, Anji, yang lantas diunggah dalam channel Youtube Dunia Manji.

Video berdurasi 35 menit 52 detik itu diunggah pada 31 Juli 2020. Video itu berisi wawancara Anji dengan pakar Mikrobiologi, Prof. Hadi Pranoto. Wawancara dilakukan di Tegal Mas, Lampung.

Pada Senin (3/8/2020), video berjudul “Bisa Kembali Normal? Obat Covid 19 Sudah Ditemukan !! (Part 1)” itu dihapus oleh Youtube. “This video has been removed for violating Youtube’s Community Guidelines."

Cuplikan-cuplikan wawancara Anji dengan Hadi Pranoto juga diunggah ke dalam akun Instagram Anji, @duniamanji. Namun, pada Senin, cuplikan video itu tidak lagi ditemukan dalam akun Instagramnya.

Kendati demikian, Solopos.com masih bisa menemukan salinan video itu melalui aplikasi pihak ketiga di internet. Solopos.com bisa mengunduh video yang dihapus itu meski dengan kualitas lebih rendah.

Cek Fakta: Triliunan Manusia Panjat Dinding Gedung DPR dan Monas?

Siapa Hadi Pranoto?

Solopos.com, menelusuri siapa sesungguhnya Hadi Pranoto yang diwawancarai Anji. Dikutip dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti), tidak ditemukan nama Hadi Pranoto sebagai ahli mikrobiologi.

Nama Hadi Pranoto ditemukan justru sebagai sejumlah dosen mengajar di program studi Agroekoteknologi, Agrobisnis, Teknik Mesin, Bimbingan dan Konseling, Hukum, Ilmu Administrasi Negara. Tidak ada satupun dosen yang ahli mikrobiologi.

Dengan mengklaim tim risetnya sebagai 1 dari 4-5 tim di dunia yang meriset antibodi Covid-19, seharusnya nama Hadi Pranoto cukup mudah ditemukan. Namun, hasilnya bertentangan dengan klaim tersebut.

Atas temuan itu, klaim Hadi Pranoto sebagai profesor Mikrobiologi merupakan klaim yang sesat atau keliru.

Heboh Kentut Member Twice Dijual Rp300.000? Cek Faktanya

Herbal Dipakai di Wisma Atlet

Dalam videos itu ada beberapa klaim yang diajukan Hadi Pranoto. Salah satunya klaim dia menemukan antibodi Covid-19 yang kemudian disetarakan dengan obat Covid-19. Selanjutnya, Hadi menyebutnya antibodi ini sebagai herbal.

Dalam video itu disebut, mengonsumsi herbal berbentuk cair sesuai dengan dosis yang dianjurkan bisa memicu antibodi pada 2-3 hari kemudian. Antibodi itu bisa itu menyembuhkan dan mencegah Covid-19.

Herbal itu diklaim sudah dikonsumsi dan menyembuhkan ribuan orang bahkan 250.000 orang di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Hadi bahkan mengkalim herbalnya dipakai untuk pengobatan pasien di Rumah Sakit Darurat Corona Wisma Atlet, Jakarta.

Faktanya, dikutip dari Suara.com, Koordinator Dokter Spesialis Paru BNPB dan RSDC Wisma Atlet, Arief Riadi Arifin mengatakan tidak tahu menahu dengan obat yang dimaksud Hadi.

“Kalau obat atau herbal yang diberikan harus melalui komisi etik Rumah Sakit,” kata Arif, Minggu (2/8/2020).

Cek Fakta: Termometer Tembak Sebabkan Kerusakan Otak? Cek Faktanya

Titik Lebur Baja

Dalam wawancara itu Hadi Pranoto juga menyebutkan virus corona (SARS-CoV-2) merupakan virus yang sangat ganas. Bahkan ia masih “hidup” saat berada di suhu 350 derajat Celcius. Kemampuan virus corona berada di atas kekuatan baja.

“Kalau mau membunuh Covid-19 [seharusnya SARS-CoV-2, bukan Covid-19], kita butuh kepanasan di atas 350 derajat. Kalau kita bakar baja meleleh, tapi Covid-19 masih ketawa,” ujar Hadi.

Dikutip dari Jlab.org, baja merupakan unsur besi yang diproses dengan mengatur jumlah karbon. Baja yang keluar dari tanah meleleh pada suhu 1.510 derajat Celcius. Sedangkan, baja pada umumnya meleleh pada suhu 1.370 derajat Celcius.

Sementara itu, dikutip dari Detik.com, sejumah ilmuwan sedang menguji berapa lama bertahan SARS-CoV-2 terhadap panas. Hasilnya ditemukan sejumlah strain SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan penyakit Covid-19, dapat bertahan hidup pada suhu 60 derajat Celcius selama satu jam.

Untuk membunuh virus itu dalam pengaturan laboratorium, tim peneliti harus memanaskannya hingga 92 derajat Celcius selama 15 menit.

Berdasarkan fakta itu, klaim Hadi Pranoto soal virus corona yang lebih kuat ketimbang baja merupakan klaim yang sesat dan keliru.

Cek Fakta: Klaim Klepon Tidak Islami False Flag & Siapa Abu Ikhwan Aziz?

Uji Swab PCR Tidak Efektif

Masih dalam wawancara yang sama, Hadi menyebutkan rapid test dan uji swab polymerase chain reaction (PCR) tidak bisa menjadi rujukan untuk vonis Covid-19. Menurut Hadi, untuk memastikan seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak harus dilakukan dengan uji DNA di laboratorium.

Hadi juga mengklaim memiliki teknologi yang dinilai murah dan efektif untuk mengetahui seseorang positif atau negatif Covid-19. Teknologi ini hanya berbiaya Rp10.000-Rp20.000 dengan mengambil sampel air liur sebagai spesimen.

Namun, tidak sebutkan secara jelas bagiamana mekanisme alat ini bekerja.

Dikutip dari Alodokter.com, tes swab PCR merupakan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Tes PCR menjadi rujukan untuk mendiagnosis penyakit Covid-19 dengan mendeteksi material genetik virus SARS-CoV-2.

Tes PCR dimulai dengan pengambilan sampel dahak, lendir atau cairan dari nasofaring, orofaring atau paru-paru pasien diduga terinfeksi virus corona. Pengambilan spesimen ini dilakukan dengan usap atau swab.

Lantaran, SARS-CoV-2 merupakan virus RNA, deteksi virus diawali dengan konversi RNA menjadi DNA. Proses ini dilakukan dengan enzim revese-transcriptase. Alhasil, proses ini lazim disebut dengan reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT PCR).

Setelah diubah dari RNA menjadi DNA, alat PCR akan memperbanyak materi genetik ini. Jika mesin PCR mendeteksi RNA SARS-CoV-2 dalam sampel yang diperiksa, hasilnya dinyatakan postif Covid-19.

Berdasarkan fakta itu, klaim Hadi soal tes DNA di laboratorium miliknya tidak jelas. Hadi tidak menceritakan secara rinci prosesnya apakah sama dengan proses RT PCR yang dilakukan selama ini.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Benarkah Ruqyah Bisa Obati Covid-19? Cek Faktanya

Sebuah unggahan menyebutkan ruqyah(rukiah) bisa menjadi obat Covid-19 yang disebabkan virus Corona SARS-Cov2. Benarkah demikian?

Cek Fakta: Tabung Elpiji 12 kg Biru Diganti BrightGas Gratis

Baru-baru ini grup aplikasi perpesanan WhatsApp sedang ramai dengan beredarnya informasi tentang tabung elpiji biru ukuran 12 kilogram yang dapat ditukar menjadi tabung BrightGas secara gratis.

Cek Fakta: Hoaks Covid-19 Tak Masuk Akal

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook mengenai virus Corona yang dinilai tak masuk akal. Klaim itu berangkat dari kebijakan-kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia yang dirasa berubah-ubah dan sesuai nalar.

Cek Fakta: Makan Kumbang Bisa Bikin Kebal Covid-19?

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook perihal mengonsumsi rampal atau sejenis kumbang diklaim bisa mencegah virus Corona Covid-19.

Viral Kabar Satpol PP Karanganyar Bubarkan Hajatan di Karangpandan, Begini Faktanya

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satpol PP Karanganyar menegaskan tidak membubarkan penyelenggaraan hajatan warga Ngemplak, Karangpandan, Kamis (8/10/2020). Klarifikasi itu disampaikan menyusul adanya postingan</em> warga di media sosial yang mengeluhkan adanya pembubaran hajatan oleh polisi dan Satpol PP Karanganyar.

Cek Fakta: Hoax Mantan Menkes Anjurkan Jemur Uang Buat hindari Covid-19

Solopos.com, SOLO -- Baru-baru ini di grup-grup Whatsapp beredar pesan berantai mencatut nama mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Dalam pesan itu, Nila disebut menganjurkan warga tidak memegang uang kembalian dan menjemurnya untuk membunuh virus corona.

Cek Fakta: Memeriksa Klaim Yahya Waloni Soal Tudingan Bisnis Corona

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video berisi potongan ceramah seorang mualaf Yahya Waloni beredar di Facebook. Video itu berisi sejumlah klaim sesat mengenai Covid-19 mulai dari masker hingga keberadaan penyintas.

Cek Fakta: Gibran Ingin Bebaskan Palestina dari Israel?

Solopos.com, SOLO -- Akun Facebook AnNde AnNde Lumut pada 9 September 2020 mengunggah pertanyaan soal kemungkinan Gibran Rakabuming Raka membebaskan Palestina dari Israel. Kabar ini ditulis di grup Facebook Kancah Politik dan ramai dibagikan di sejumlah akun Instagram.

Hoaks Tes Covid-19 dengan Menahan Napas, Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video pendek berdurasi 45 detik beredar di grup-grup Whatsapp. Video berisi sebuah animasi bergambar paru-paru disebut-sebut bisa dipakai sebagai tips melakukan tes Covid-19.

Cek Fakta: Foto Jurnalis Solopos.com Dicatut Jadi Janda Dory Harsa

Solopos.com, SOLO -- Channel Youtube Big Video mengunggah konten yang menerangkan soal sosok mantan istri penyanyi Dory Harsa. Akun ini mengkompilasi sejumlah video dan foto yang beberapa diantaranya justru bukan sosok mantan istri Dory Harsa.

Cek Fakta: Lemon Bisa Bunuh Virus Corona? Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Grup-grup whatsapp kembali diriuhkan oleh sebuah gambar berisi informasi mengenai kit medis hingga cara mengatasi Covid-19. Tidak jelas siapa pembuat gambar itu.

Cek Fakta: Hoaks Utas Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland

Solopos.com, SOLO -- Sebuah pesan beredar di grup-grup Whatsapp mengutip pernyataan Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland. Pesan itu berisi poin-poin atau intisari sebuah artikel online.

Cek Fakta: Rocky Gerung Mualaf dan Mendadak Jadi Ustaz?

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar foto akademisi Rocky Gerung berada di atas mimbar dengan penampilan menggunakan peci dan mengalungkan sarung. Foto tersebut beredar dengan narasi Rocky Gerung telah memeluk Islam atau mualaf dan mendadak menjadi seorang ustaz.

Cek Fakta: Surat Panggilan Calon Karyawan Pertamina DIY & Solo Hoax

Solopos.com, SOLO – Surat panggilan yang mengatasnamakan PT Pertamina (Persero) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta beredar ke sejumlah alamat email dan Whatsapp. Surat yang diberi nomor 816/SDM-31704/2020 itu berisi enam lampiran yang tertulis untuk kepentingan panggilan tes seleksi “rekrutmen” karyawan PT Pertamina (Persero).

Cek Fakta: Covid-19 Sengaja Disebar untuk Bisnis Vaksin?

Solopos.com, SOLO -- Klaim berbahaya beredar di Instagram lewat akun @ayoe2146. Akun ini menyebut virus corona Covid-19 atau SARS-Cov2 sengaja disebarkan lewat tenaga medis untuk melancarkan praktik bisnis vaksin.

Cek Fakta: Hati-Hati! Link Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Hoax

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar informasi siswa sekolah bisa mendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) lewat daring. Informasi ini juga menyertakan tautan yang mengarah pada situs tertentu.