Cek Fakta: Klaim Klepon Tidak Islami False Flag & Siapa Abu Ikhwan Aziz?

Meme "Klepon Tidak Islami" diunggah dengan menyamarkan sumber tanggung jawab yang sebenarnya.

 Foto viral klepon tidak Islami. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Foto viral klepon tidak Islami. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO - Media sosial dihebohkan dengan kemunculan gambar meme "Klepon Tidak Islami" yang mencati nama Abu Ikhwan Aziz. Unggahan ini bukan hanya menjadi trending topic Twitter, namun juga banyak dibagikan di status Whatsapp.

Cek Fakta: Termometer Tembak Sebabkan Kerusakan Otak? Cek Faktanya

Gambar yang beredar menunjukkan foto kue tradisional klepon dengan tulisan berjudul "Kue Klepon Tidak Islami." Lantas dilanjutkan dengan tulisan ajakan meninggalkan klepon lantaran dianggap bukan jajanan Islami.

"Yuk tinggalkan jajanan yang tidak Islami dengan cara membeli jajanan Islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami."

Cek Fakta: Virus Baru yang Lebih Mematikan dari Covid-19 Mewabah di China?

Gambar juga memuat sebuah nama, Abu Ikhwan Aziz.

Cek Fakta

Tak jelas siapa pengunggah pertama gambar tersebut. Sebelum beredar viral di Twitter, gambar ini rupanya sudah diunggah di Facebook. Ada beberapa akun yang paling awal mengunggah seperti Islah Bahrawi, Erma Retang, dan Erwin Rabani II.

Sedangkan di Twitter, dari sekian banyak akun yang mengunggah, akun @memefess menjadi yang paling banyak disematkan oleh media.

Unggahan serupa @memefess ini juga diunggah akun-akun populer lain dan lantas menjadi salah satu topik terpopuler di Twitter.

Saat ditelusuri Solopos.com di twitter, postingan tersebut pertama kali disebar oleh pemilik akun @Irenecutemom.

Situs suaraislam.co menjadi website yang paling awal mengulas fenomena ini lewat artikel berjudul “Astaghfirullah! Kelompok Ini Sebu Kue Klepon Tidak Islami dan Harus Dijauhi”.

Tim Cek Fakta Solopos.com, memeriksa gambar tersebut di Google Images, fitur Reverse Image Search duplichecker.com, Yandex, dan Tineye.

Hasilnya gambar tersebut identik dengan foto Pinot Dita di flickr.com yang diunggah 16 September 2008. Foto diunggah dengan judul [Indonesian Food] Klepon - Sweet Rice Balls Stuffed with Coconu Sugar.

klepon pinot

Dipakai Unggahan Lain

Gambar serupa juga muncul di Resepkoki.co dengan judul Resep Kue Klepon Singkog, diunggah 2008. Pada tahun-tahun setelahnya, gambar ini sering ditemui di situs-situs penyaji resep makanan, meski kebanyakan diantaranya tidak menyebutkan sumber.

Pemeriksaan lain adalah nama Abu Ikhwan Aziz di meme tersebut. Saat ditelusuri pada Selasa (21/7/2020) siang pukul 12.00 WIB, nama ini tak muncul ketika dicari di Facebook, Twitter, Instagram, hingga Youtube.

Saat diperiksa pada Selasa malam, pukul 22.03 WIB, akun Abu Ikhwan Aziz bermunculan di Instagram. Tercatat 24 akun yang memakai nama Abu Ikhwan Aziz memakai domain nama beganti-ganti jika diperiksa di profil Instagram.

Sedangkan saat diketik di Google Search nama Abu Ikhwan Aziz tak mengarah ke profil pribadi, namun mengarah ke berita-berita yang mengulas tentang kasus "Klepon Tidak Islami". Nama ini tak ditemukan di fasilitas pencarian Google Maps.

Soal klaim klepon bukan Islami juga tak berdasar. Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan bahwa Kue Klepon adalah makanan halal dan Islami. Hal itu disampaikan Ketua MUI Kabupaten Pasuruan, KH Nurul Huda.

“Klepon itu makanannya orang-orang zaman dahulu, orang islam zaman dahulu di Pasuruan. Itu makanan halal, kalau halal ya islami. Bahan-bahannya juga halal, sama seperti jemblem,” kata KH Nurul Huda, Selasa 21 Juli 2020 seperti dikutip dari jatimnow.

salah seorang Ulama yakni Ustaz Wahyul Afif Al-Ghafiqi juga mengatakan bahwa Kue Klepon tetap halal dikonsumsi.

“Tidak tepat itu.Insyaallahklepon Halalan Toyyiban, jika bahannya untuk membuatnya halal, tidak tercampur barang najis dan diperoleh dengan jalan yang halal,” kata Ustaz KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi, Selasa, 21 Juli 2020 seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Faktanya, LPPOM MUI sudah mengeluarkan sertifikasi halal ke banyak produk klepon. Sertifikasi ini sesuai dengan acuan HAS 23000 sebuah standar yang berisi mengenai persyaratan sertifikasi halal yang disusun LPPOM MUI.

Kesimpulan

Pertema, klaim Klepon tidak Islami tidak memiliki dasar. Jika acuan Islami adalah halal, maka telah banyak produk makanan klepon yang disertifikasi halal oleh LPPOM MUI.

Kedua, faktanya foto yang dipakai dalam gambar tersebut pertama kali diunggah ke Internet oleh Pinot Dita di flickr.com yang diunggah 16 September 2008. Foto tersebut hanya ilustrasi dan tidak berhubungan dengan klaim "Klepon Tidak Islami."

Ketiga, sosok asli Abu Ikhwan Aziz tidak bisa ditemukan di media sosial. Lagipula, tak jelas apa maksud penempatan nama Abu Ikhwan Aziz di gambar tersebut. Jika yang dimaksud Abu Ikhwan Aziz adalah pemilik dagangan kurma, toko kurmanya tidak ada di Google Maps.

Keempat, motif "Klepon Tidak Islami" tidak jelas. Jika bukan karena untuk mempromosikan sebuah usaha, maka meme ini adalah sebuah satire atau parodi.

Kelima, meme "Klepon Tidak Islami" diunggah dengan menyamarkan sumber tanggung jawab yang sebenarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Benarkah Ruqyah Bisa Obati Covid-19? Cek Faktanya

Sebuah unggahan menyebutkan ruqyah(rukiah) bisa menjadi obat Covid-19 yang disebabkan virus Corona SARS-Cov2. Benarkah demikian?

Cek Fakta: Tabung Elpiji 12 kg Biru Diganti BrightGas Gratis

Baru-baru ini grup aplikasi perpesanan WhatsApp sedang ramai dengan beredarnya informasi tentang tabung elpiji biru ukuran 12 kilogram yang dapat ditukar menjadi tabung BrightGas secara gratis.

Cek Fakta: Hoaks Covid-19 Tak Masuk Akal

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook mengenai virus Corona yang dinilai tak masuk akal. Klaim itu berangkat dari kebijakan-kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia yang dirasa berubah-ubah dan sesuai nalar.

Cek Fakta: Makan Kumbang Bisa Bikin Kebal Covid-19?

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook perihal mengonsumsi rampal atau sejenis kumbang diklaim bisa mencegah virus Corona Covid-19.

Viral Kabar Satpol PP Karanganyar Bubarkan Hajatan di Karangpandan, Begini Faktanya

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satpol PP Karanganyar menegaskan tidak membubarkan penyelenggaraan hajatan warga Ngemplak, Karangpandan, Kamis (8/10/2020). Klarifikasi itu disampaikan menyusul adanya postingan</em> warga di media sosial yang mengeluhkan adanya pembubaran hajatan oleh polisi dan Satpol PP Karanganyar.

Cek Fakta: Hoax Mantan Menkes Anjurkan Jemur Uang Buat hindari Covid-19

Solopos.com, SOLO -- Baru-baru ini di grup-grup Whatsapp beredar pesan berantai mencatut nama mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Dalam pesan itu, Nila disebut menganjurkan warga tidak memegang uang kembalian dan menjemurnya untuk membunuh virus corona.

Cek Fakta: Memeriksa Klaim Yahya Waloni Soal Tudingan Bisnis Corona

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video berisi potongan ceramah seorang mualaf Yahya Waloni beredar di Facebook. Video itu berisi sejumlah klaim sesat mengenai Covid-19 mulai dari masker hingga keberadaan penyintas.

Cek Fakta: Gibran Ingin Bebaskan Palestina dari Israel?

Solopos.com, SOLO -- Akun Facebook AnNde AnNde Lumut pada 9 September 2020 mengunggah pertanyaan soal kemungkinan Gibran Rakabuming Raka membebaskan Palestina dari Israel. Kabar ini ditulis di grup Facebook Kancah Politik dan ramai dibagikan di sejumlah akun Instagram.

Hoaks Tes Covid-19 dengan Menahan Napas, Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video pendek berdurasi 45 detik beredar di grup-grup Whatsapp. Video berisi sebuah animasi bergambar paru-paru disebut-sebut bisa dipakai sebagai tips melakukan tes Covid-19.

Cek Fakta: Foto Jurnalis Solopos.com Dicatut Jadi Janda Dory Harsa

Solopos.com, SOLO -- Channel Youtube Big Video mengunggah konten yang menerangkan soal sosok mantan istri penyanyi Dory Harsa. Akun ini mengkompilasi sejumlah video dan foto yang beberapa diantaranya justru bukan sosok mantan istri Dory Harsa.

Cek Fakta: Lemon Bisa Bunuh Virus Corona? Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Grup-grup whatsapp kembali diriuhkan oleh sebuah gambar berisi informasi mengenai kit medis hingga cara mengatasi Covid-19. Tidak jelas siapa pembuat gambar itu.

Cek Fakta: Hoaks Utas Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland

Solopos.com, SOLO -- Sebuah pesan beredar di grup-grup Whatsapp mengutip pernyataan Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland. Pesan itu berisi poin-poin atau intisari sebuah artikel online.

Cek Fakta: Rocky Gerung Mualaf dan Mendadak Jadi Ustaz?

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar foto akademisi Rocky Gerung berada di atas mimbar dengan penampilan menggunakan peci dan mengalungkan sarung. Foto tersebut beredar dengan narasi Rocky Gerung telah memeluk Islam atau mualaf dan mendadak menjadi seorang ustaz.

Cek Fakta: Surat Panggilan Calon Karyawan Pertamina DIY & Solo Hoax

Solopos.com, SOLO – Surat panggilan yang mengatasnamakan PT Pertamina (Persero) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta beredar ke sejumlah alamat email dan Whatsapp. Surat yang diberi nomor 816/SDM-31704/2020 itu berisi enam lampiran yang tertulis untuk kepentingan panggilan tes seleksi “rekrutmen” karyawan PT Pertamina (Persero).

Cek Fakta: Covid-19 Sengaja Disebar untuk Bisnis Vaksin?

Solopos.com, SOLO -- Klaim berbahaya beredar di Instagram lewat akun @ayoe2146. Akun ini menyebut virus corona Covid-19 atau SARS-Cov2 sengaja disebarkan lewat tenaga medis untuk melancarkan praktik bisnis vaksin.

Cek Fakta: Hati-Hati! Link Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Hoax

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar informasi siswa sekolah bisa mendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) lewat daring. Informasi ini juga menyertakan tautan yang mengarah pada situs tertentu.