Tutup Iklan

Cek Fakta: Hoaks Utas Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland

Dikutip dari akun Twitter resminya, Younus merupakan Chief of Infectious Diseases, University of Maryland Upper Chesapeake Health (UM UCH).

 Tangkapan layar keterangan Faheem Younus soal pesan yang mencatut namanya beredar di Facebook dan Whatsapp. (Istimewa/Twitter)

SOLOPOS.COM - Tangkapan layar keterangan Faheem Younus soal pesan yang mencatut namanya beredar di Facebook dan Whatsapp. (Istimewa/Twitter)

Solopos.com, SOLO — Sebuah pesan beredar di grup-grup Whatsapp mengutip pernyataan Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland. Pesan itu berisi poin-poin atau intisari sebuah artikel online.

Ada 17 poin mengenai Covid-19 yang disampaikan. “Kepala Klinik Penyakit Menular, Universitas Maryland, AMERIKA SERIKAT mengatakan,” buka pesan itu.

Kemudian disambung dengan poin pertama “Kita mungkin harus hidup dengan C19 selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Jangan menyangkal atau panik. Jangan membuat hidup kita tidak berguna. Mari belajar hidup dengan kenyataan ini.”

Berikutnya pesan itu berisi mengenai penggunaan masker, cuci tangan, pentingnya menjaga jarak hingga menjaga imunitas tubuh pada poin ke-17. Pesan itu menyebutkan kekebalan tubuh sangat lemah dengan selalu tinggal di lingkungan yang steril. Bahkan jika kita makan suplemen/obat penambah kekebalan sekalipun, silakan keluar dari rumah Anda secara teratur ke taman/pantai atau kemana pun.

“Kekebalan ditingkatkan oleh SAMBUNGAN KE PATOGEN, bukan dengan duduk di rumah dan mengkonsumsi makanan yang digoreng / pedas / manis dan minuman bersoda.”

Dari Dokter Faheem Younus

Dalam pesan itu juga disematkan sumber artikel yakni theazb.com. Cek Fakta Solopos.com membuka link itu dan menemukan artikel berjudul “We will live with Covid19 for months. Let’s not deny it or panic: Dr. Faheem Younus”

Dalam subjudul disebutkan “Head of the Infectious Disease Clinic, The University of Maryland in America Tweets.” Artikel itu ditulis oleh Miqal Qayyum Khawaja dan dipublikasikan pada 14 Mei 2020. Hingga 31 Agustus 2020, artikel itu sudah dibaca lebih dari 3,9 juta kali.

Tim Cek Fakta Solopos.com menelusuri siapa Faheem Younus dalam artikel itu. Dikutip dari akun Twitter resminya, Younus merupakan Chief of Infectious Diseases, University of Maryland Upper Chesapeake Health (UM UCH). Dia menuliskan “Tweeting from the COVID frontlines.” Dan “Providing general tips; ask your doctor for specific personal health questions.”

Cek Fakta Solopos.com mencari utas atau thread Younus perihal isi pesan itu. Namun, tak ada satupun yang utas yang dibikin oleh Younus dengan isi yang otentik seperti terjemahannya.

Namun, Cek Fakta Solopos.com menemukan pemilik akun Twitter dengan jumlah pengikut seratusan ribu itu Younus menyatakan tidak pernah menyetujui isi pesan yang mencatut namanya yang beredar di Facebook dan Whatsapp. Dia menyebutkan pesan itu beredar ke dalam lebih dari 10 bahasa.

Menurut Younus, pesan itu diadaptasi dari cuitannya namun memiliki banyak kesalahan. Ia menyarankan agar membaca kembali cuitan lama dia untuk untuk menjawab pertanyaan atau memerlukan info akuat.

Secara lengkap Younus menuliskan klarifikasinya pada 22 Agustus 2020 melalui akun twitternya @FaheemYounus, “ALERT: People inquire if this Facebook/WhatsApp post attributed to me (circulating in >10 languages) is approved by me. It’s not. It’s adapted from my tweets but has many errors. Read through my old tweets if you’d like answers to your FAQs or need accurate info.”

Cek Fakta: Surat Panggilan Calon Karyawan Pertamina DIY & Solo Hoax

Sejumlah Kekeliruan

Cek Fakta Solopos.com memeriksa sejumlah informasi yang keliru dari pesan itu. Pada poin ke-3, disebutkan “mencuci tangan dan merawat jarak fisik dua meter adalah metode terbaik perlindungan Anda.”

Informasi ini kurang tepat. Dikutip dari Pedoman Covid-19 Revisi ke-5, 13 Juli 2020, disebutkan pencegahan penularan pada individu bisa dilakukan dengan cara membersihkan tangan secara teratur memakai sabun dan air mengalir selama 40-60 detik. Selain itu, bisa juga membersihkan memakai hand sanitizer berbasis alkohol selama 20-30 detik. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan tidak bersih.

Kedua, memakai masker yang menutupi hidung dan mulut ika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya. Ketiga, menjaga jarak minimal 1 meter untuk menghindari droplet dari orang yang batuk atau bersin.

Keempat, membatasi diri terhadap interaksi atau kontak dengan orang lain yang tidak diketahui status keehatannya. Kelima, “Saat tiba di rumah setelah bepergian, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah,” tulis dalam pedoman itu.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti konsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari dan istirahat yang cukup.

Protokol kesehatan ini juga menjawab kekeliruan informasi dalam poin ke-8 pesan hoaks itu yang berisi “Begitu tiba di rumah, Anda tidak perlu mengganti pakaian dengan segera dan mandi! Kebersihan adalah suatu kebajikan tetapi bukan paranoid!”

Cek Fakta: Covid-19 Sengaja Disebar untuk Bisnis Vaksin?

Virus Corona tidak terbang?

Pada poin ke-9 pesan itu menyebutkan, “Virus C19 [Covid-19] tidak terbang di udara. Ini adalah infeksi tetesan pernapasan yang memerlukan kontak dekat.” Poin ini disusul dengan ke-10 yakni udara itu bersih. “Anda bisa jalan2 ke taman dan tempat umum (hanya perlu menjaga jarak perlindungan fisik Anda).” Kedua informasi ini keliru.

Pada awal pandemi, persebaran virus corona SARS-CoV-2 terjadi melalui droplet yang keluar saat batuk atau bersin. Droplet ini bisa bertahan dalam waktu yang lama bergantung pada jenis materinya. Oleh sebab itu, direkomendasikan rajin mencuci tangan dengan sabun terlebih setelah menyentuh benda-benda yang dipakai bersama-sama.

Kemudian, pada 9 Juli 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan keilmuan mengenai transmisi SARS-CoV-2. Dalam laporan itu disebut tranmisi virus SARS-CoV-2 bisa menyebar melalui aerosol atau droplet yang sangat halus.

“Beberapa laporan kejadian luar biasa terkait tempat dalam ruang yang padat mengindikasikan kemungkinan transmisi aerosol, yang disertai transmisi droplet, misalnya selama latihan paduan suara, di restoran atau di kelas kebugaran,” tulis WHO.

WHO juga menjelaskan transmisi Covid-19 terjadi umumnya dari orang saat menunjukkan gejala. Penularan juga terjadi pada orang yang belum menunjukkan gejala dan berada dalam jarak dekat dengan orang lain untuk waktu yang lama.

Untuk mencegah transmisi, WHO merekomendasikan agar menggunakan masker kain dalam situasi-situasi tertentu misalnya di ruang publik dan di area tertutup. Masker juga digunakan bagi tenaga kersehatan dan pengasuh yang bekerja di area klinis. WHO juga menganjurkan menjaga jarak fisik (physical distancing) dan menghindari keramaian.


Berita Terkait

Berita Terkini

Benarkah Ruqyah Bisa Obati Covid-19? Cek Faktanya

Sebuah unggahan menyebutkan ruqyah(rukiah) bisa menjadi obat Covid-19 yang disebabkan virus Corona SARS-Cov2. Benarkah demikian?

Cek Fakta: Tabung Elpiji 12 kg Biru Diganti BrightGas Gratis

Baru-baru ini grup aplikasi perpesanan WhatsApp sedang ramai dengan beredarnya informasi tentang tabung elpiji biru ukuran 12 kilogram yang dapat ditukar menjadi tabung BrightGas secara gratis.

Cek Fakta: Hoaks Covid-19 Tak Masuk Akal

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook mengenai virus Corona yang dinilai tak masuk akal. Klaim itu berangkat dari kebijakan-kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia yang dirasa berubah-ubah dan sesuai nalar.

Cek Fakta: Makan Kumbang Bisa Bikin Kebal Covid-19?

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook perihal mengonsumsi rampal atau sejenis kumbang diklaim bisa mencegah virus Corona Covid-19.

Viral Kabar Satpol PP Karanganyar Bubarkan Hajatan di Karangpandan, Begini Faktanya

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satpol PP Karanganyar menegaskan tidak membubarkan penyelenggaraan hajatan warga Ngemplak, Karangpandan, Kamis (8/10/2020). Klarifikasi itu disampaikan menyusul adanya postingan</em> warga di media sosial yang mengeluhkan adanya pembubaran hajatan oleh polisi dan Satpol PP Karanganyar.

Cek Fakta: Hoax Mantan Menkes Anjurkan Jemur Uang Buat hindari Covid-19

Solopos.com, SOLO -- Baru-baru ini di grup-grup Whatsapp beredar pesan berantai mencatut nama mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Dalam pesan itu, Nila disebut menganjurkan warga tidak memegang uang kembalian dan menjemurnya untuk membunuh virus corona.

Cek Fakta: Memeriksa Klaim Yahya Waloni Soal Tudingan Bisnis Corona

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video berisi potongan ceramah seorang mualaf Yahya Waloni beredar di Facebook. Video itu berisi sejumlah klaim sesat mengenai Covid-19 mulai dari masker hingga keberadaan penyintas.

Cek Fakta: Gibran Ingin Bebaskan Palestina dari Israel?

Solopos.com, SOLO -- Akun Facebook AnNde AnNde Lumut pada 9 September 2020 mengunggah pertanyaan soal kemungkinan Gibran Rakabuming Raka membebaskan Palestina dari Israel. Kabar ini ditulis di grup Facebook Kancah Politik dan ramai dibagikan di sejumlah akun Instagram.

Hoaks Tes Covid-19 dengan Menahan Napas, Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video pendek berdurasi 45 detik beredar di grup-grup Whatsapp. Video berisi sebuah animasi bergambar paru-paru disebut-sebut bisa dipakai sebagai tips melakukan tes Covid-19.

Cek Fakta: Foto Jurnalis Solopos.com Dicatut Jadi Janda Dory Harsa

Solopos.com, SOLO -- Channel Youtube Big Video mengunggah konten yang menerangkan soal sosok mantan istri penyanyi Dory Harsa. Akun ini mengkompilasi sejumlah video dan foto yang beberapa diantaranya justru bukan sosok mantan istri Dory Harsa.

Cek Fakta: Lemon Bisa Bunuh Virus Corona? Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Grup-grup whatsapp kembali diriuhkan oleh sebuah gambar berisi informasi mengenai kit medis hingga cara mengatasi Covid-19. Tidak jelas siapa pembuat gambar itu.

Cek Fakta: Hoaks Utas Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland

Solopos.com, SOLO -- Sebuah pesan beredar di grup-grup Whatsapp mengutip pernyataan Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland. Pesan itu berisi poin-poin atau intisari sebuah artikel online.

Cek Fakta: Rocky Gerung Mualaf dan Mendadak Jadi Ustaz?

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar foto akademisi Rocky Gerung berada di atas mimbar dengan penampilan menggunakan peci dan mengalungkan sarung. Foto tersebut beredar dengan narasi Rocky Gerung telah memeluk Islam atau mualaf dan mendadak menjadi seorang ustaz.

Cek Fakta: Surat Panggilan Calon Karyawan Pertamina DIY & Solo Hoax

Solopos.com, SOLO – Surat panggilan yang mengatasnamakan PT Pertamina (Persero) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta beredar ke sejumlah alamat email dan Whatsapp. Surat yang diberi nomor 816/SDM-31704/2020 itu berisi enam lampiran yang tertulis untuk kepentingan panggilan tes seleksi “rekrutmen” karyawan PT Pertamina (Persero).

Cek Fakta: Covid-19 Sengaja Disebar untuk Bisnis Vaksin?

Solopos.com, SOLO -- Klaim berbahaya beredar di Instagram lewat akun @ayoe2146. Akun ini menyebut virus corona Covid-19 atau SARS-Cov2 sengaja disebarkan lewat tenaga medis untuk melancarkan praktik bisnis vaksin.

Cek Fakta: Hati-Hati! Link Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Hoax

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar informasi siswa sekolah bisa mendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) lewat daring. Informasi ini juga menyertakan tautan yang mengarah pada situs tertentu.