Cek Fakta: Covid-19 Sengaja Disebar untuk Bisnis Vaksin?
Hoax tuduhan bisnis vaksin Covid-19. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Klaim berbahaya beredar di Instagram lewat akun @ayoe2146. Akun ini menyebut virus corona Covid-19 atau SARS-Cov2 sengaja disebarkan lewat tenaga medis untuk melancarkan praktik bisnis vaksin.

Akun @ayoe2146 mengunggah klaim itu pada Kamis (13/8/2020) di kolom komentar akun @antaranewscom di Instagram. Unggahan ini telah menjadi viral di akun-akun anonim di Instagram. Akun ini menyebut penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia sengaja dilakukan oleh tiga serangkai dokter, tenaga kesehatan, dan apoteker.

"IBARAT PETANI MEREKA MENEBAR BENIH VIRUS CORONA DI TAHUN 2020 DAN MENUAI HASILNYA DGN MENJUAL VAKSIN DI TAHUN 2021. ITULAH RENCANA BUSUK IKATAN DOKTER DAN IKATAN APOTEKER INDONESIA," demikian tertulis di klaim unggahan @ayoe2146.

Klaim lain yang cukup berbahaya adalah soal tudingan virus corona di Indonesia tidak mereda agar dokter-apoteker mendapatkan uang dari penjualan vaksin.

Cek Fakta: Hati-Hati! Link Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Hoax

Cek Fakta Bisnis Vaksin

Klaim ini menjadi populer usai diangkat oleh laman Kantor Berita Antara, 14 Agustus 2020. Saat diperiksa tim Cek Fakta Solopos.com, akun @ayoe2146 adalah akun privat yang tidak memiliki kiriman dan foto yang diunggah. Akun ini memakai foto profil wanita berjilbab dengan memakai seragam minimarket ternama di Indonesia.

Ditelusuri di Google Search, tidak ada rujukan yang menunjukkan bahwa dokter, tenaga kesehatan, dan apoteker terlibat dalam kasus penyebaran Covid-19. Tidak ada pula kasus-kasus penyebaran virus corona di Indonesia, yang sengaja dilakukan pekerja medis.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO lewat who.int, dikutip Senin (17/8/2020), mencatat Covid-19 dapat menyebar terutama dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut atau droplet. Percikan ini keluar saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Dengan demikian, semakin banyak bertemu orang, maka peluang tertular Covid-19 juga meningkat. Apalagi, jika tidak menggunakan masker atau penutup mulut dan hidung.

Dilansir Kantor Berita Antara, 14 Agustus 2020, Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan jumlah populasi di Indonesia, yang tidak menerapkan praktik cuci tangan dengan benar masih tinggi, yakni mencapai 50,2 persen (berdasarkan data riset kesehatan dasar 2018).

Padahal, tangan menjadi salah satu perantara utama penyebaran virus Covid-19. Dari penjelasan itu, dapat disimpulkan akun Instagram @ayoe2146, telah memuat narasi rekayasa, tanpa disertai dengan bukti valid.

Kesimpulan

Klaim penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia sengaja dilakukan oleh tiga serangkai dokter, tenaga kesehatan, dan apoteker adalah salah. Tidak ada bukti yang mendukung tuduhan ini.

Akun @ayoe2146 atau Kartika Ayoe dibuat oleh oknum tak bertanggung jawab tanpa motivasi yang jelas. Akun ini dipakai hanya untuk melontarkan komentar tanpa sanggup mempertanggungjawabkan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom