Tampilan depan situs Aljazera Online.

Solopos.com, SOLO -- Nama Aljazeera sudah jamak dikenal sebagai salah satu jaringan media besar internasional. Namun menjelang Pemilu 2019, semua situs muncul dengan nama yang mirip, yaitu Aljazera.online.

Meski sekilas namanya mirip, situs ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan grup media Aljazeera. Mirip karena hanya namanya hampir sama, namun hanya menggunakan satu huruf "e", bukan "ee". Jika tak jeli, orang bisa saja terkecoh.

Menjelang pemungutan suara Pemilu 2019, situs Aljazera.online mencuri perhatian gara-gara unggahan berjudul Petir Menggelegar Setelah Presiden Indonesia Masuk ke Kabah pada Senin (15/4/2019). Konten tulisan ini sudah diklarifikasi melalui Cekfakta.com dan dinyatakan salah. Peristiwa petir itu bukan terjadi saat Jokowi umrah, melainkan pada September 2018.

Rupanya itu bukan satu-satunya tulisan kontroversial yang diterbitkan Aljazera.online. Sebelumnya ada tulisan berjudul Melihat Foto Ini, Erdogan : Indonesia Bakal Punya Pemimpin yang Dicintai Rakyat dan Disegani Dunia. Tulisan itu membahas foto kampanye akbar Prabowo Subianto di Gelora Bung Karno (GBK) 13 April lalu. Namun, tak ada keterangan dari mana kutipan yang diklaim sebagai pernyataan Presiden Turki itu diambil.

Siapa sebenarnya pemilik situs ini?
Penelusuran Solopos.com melalui Whois.com, situs Aljazera.online tak jelas siapa pemiliknya. Pihak yang meregistrasi domain tersebut hanya nama anonim, yaitu Namecheap. Domain situs ini terdaftar di Panama meski unggahannya menggunakan bahasa Indonesia.

Situs ini terdaftar sejak 15 September 2018 dengan durasi satu tahun. Situs yang menggunakan template Blogspot ini tidak menyebutkan keterangan tentang redaksi, alamat redaksi, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Selain itu, tak ada keterangan siapa penulis ataupun editor setiap tulisan. Setiap tulisan hanya memiliki keterangan "by Admin". Artinya, situs ini tidak kredibel berikut konten yang dimuat di dalamnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten