Tutup Iklan
Cek Fakta: 1.000 Santri Kudus Tak Sadarkan Diri Usai Rapid Test dengan RS Swasta dari China
Tangkapan layar berita hoax soal rapid test di Kudus yang viral di medsos. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklarifikasi kabar yang beredar mengenai 1.000 santri di Kudus tak sadarkan diri setelah mengikuti rapid test Covid-19. Kabar hoaks tersebut sebelumnya beredar dalam bentuk gambar kolase dan teks yang mencatut logo CNN Indonesia.

Sebelumnya beredar kabar lebih dari 1.000 santri di Kudus tak sadarkan diri setelah menjalani rapid test yang digelar tim dokter gabungan RS Indonesia dan RS Swasta di China. Kabar tersebut mencatut nama dokter Ringgo Silalahi dan seorang bernama Lie Kong Nyen.

"Lebih dari 1.000 Para Santriawan & Santriawati di Kudus dalam keadaan lemah, sebagian tak sadarkan diri, setelah di lakukan Rapid Test Covid-19 oleh Tim Dokter gabungan dari Rs. Indonesia dan RS. Swasta dari China. Tim Dokter dari China di ketuai oleh Lie Kong Nyen, dan dari Indonesia oleh Ringgo Silalahi. Kini ke-2 Tim Dokter tersebut sedang di mintai keterangan oleh Menteri Kesehatan terkait kejadian tersebut."

Klarifikasi

Kemenkes RI di sejumlah laman media sosialnya membantah kabar ini. Kemenkes menyebut kabar tersebut adalah hoaks. "Dinkes Kab. Kudus dan RS setempat tidak pernah melakukan kegiatan rapid test kepada 1.000 santri."

Dalam klarifikasinya Kemenkes menambahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus secara bertahap memfasilitasi rapid test bagi 300 santri asal Kabupaten Kudus yang berencana menuntut ilmu di ponpes di luar wilayah Kabupaten Kudus.

Selain Kemenkes, kabar ini juga dibantah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Yulianto Prabowo. “Tidak benar. DKK kudus dan Rumah Sakit di Kudus tidak pernah melakukan hal tersebut,” ujarnya dilansir Liputan6.com mengutip Kumparan, Jumat (3/7/2020).

Yulianto mengakui bila informasi hoaks tersebut sudah mulai menyebar di media sosial sejak Kamis (2/7/2020) malam. "Itu hoaks sudah mulai tadi malam beredar,” ucap Yulianto.

Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, dr Andini Aridewi menambahkan, informasi tersebut tidak tepat. Namun, pihaknya memang memfasilitasi santri yang akan kembali ke pondok pesantrennya.

“Di Kudus ada 114 Ponpes. Kami memfasilitasi pemberangkatan sekitar 300 santri. Sebelum berangkat disarankan untuk karantina mandiri,“ kata Andini.

Kemudian sebelum berangkat, kata Andini, mereka akan dilakukan screening kesehatan oleh tim dari DKK Kudus. Namun, yang di-rapid test hanya santri yang ada indikasi gejala klinis Covid-19. “Pelaksanaan Rapid Test adalah atas dasar indikasi,” ujarnya.

Andini menambahkan, 300 santri yang difasilitasi untuk kembali ke ponpesnya itu dibagi dalam beberapa gelombang. Pemberangkatan pertama yakni pada 27 Juni lalu sebanyak 26 santri.

“Diberangkatkan ke (Ponpes) Tegalrejo Magelang sudah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan, dan yang dilakukan rapid test ada 6 orang,” jelasnya.

Pencatutan Logo CNN Indonesia

Logo CNN Indonesia di gambar tersebut juga disimpulan hoaks. CNN Indonesia tidak pernah menayangkan berita itu. Hal ini berdasarkan penelusuran Solopos.com di laman mesin pencarian Google dan situs berita CNNIndonesia.com, Selasa (7/7/2020) sore WIB.

Jika dicek di laman pencarian Google dengan kata kunci "Rapid Test Covid-19 Santri Kudus CNN Indonesia" maka tidak ditemukan berita yang dimaksud. Sedangkan kata kunci "Rapid Test Kudus" jika diketik di laman CNN Indonesia maka akan mengarah ke berita berjudul "Rapid Test Ibu Reaktif, Bayi 7 Hari di Kudus Positif Corona." Berita ini tak ada hubungannya dengan hoaks yang beredar.

Bukan cuma CNN Indonesia, kabar hoaks ini bahkan tak muncul di pemberitaan media lain. Tidak ada pemberitaan soal ribuan santri di Kudus yang tak sadarkan diri karena ikut rapid test Covid-19.

Foto yang Beredar

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, keempat foto yang termuat dalam gambar tersebut tak berhubungan dengan rapid test Covid-19 di Kudus. Foto pertama, paling atas, adalah foto yang dimuat Kantor Berita Antara 30 April 2020.

Foto pertama diambil oleh fotografer Kantor Berita Antara, Louis Rika Selasa (21/4/2020). Foto itu dimuat dengan caption "Tim medis Pemprov Jatim dan Pemkab Magetan melakukan "rapid test" (tes cepat) deteksi virus corona penyebab COVID-19 terhadap santri Ponpes Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Selasa (21/4/2020)."

Foto pertama
Foto pertama

Foto kedua juga diambil oleh Louis Rika Selasa (21/4/2020). Foto itu dimuat dengan caption "Tim Dinas Kesehatan Jatim dan Magetan melakukan "rapid test" terhadap 305 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Selasa (21/4/2020). Hasilnya, diketahui sebanyak 31 santri di antaranya reaktif. "

Foto Kedua
Foto Kedua

Sedangkan foto ketiga dimuat oleh Okezone.com. Foto ini diambil oleh Taufik Budi dengan caption "Santri di Ponpes Syafaatul Quran keracunan massal."

Diberitakan Okezone.com, 26 Januari 2020, Puluhan santri Pondok Pesantren Syafaatul Quran di Dukuh Rimbu Lor, Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, Demak mendadak menderita mual dan pusing yang diduga akibat keracunan makanan. Banyaknya korban membuat pengurus ponpes segera mengevakuasi ke beberapa rumah sakit dan puskesmas.

 

Foto Ketiga
Foto Ketiga

Sedangkan foto terakhir yang memperlihatkan seorang terbaring adalah simulasi penanganan pasien virus corona. Foto diambil Yusuf Nugroho, fotografer Kantor Berita Antara, yang dirilis 1 Februari 2020.

"Tim medis mengevakuasi seorang pasien menuju Ruang Isolasi Khusus saat kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (1/2/2020). Simulasi tersebut untuk antisipasi penyebaran sekaligus melatih kesiapsiagaan tim medis rumah sakit itu dalam menangani pasien suspect virus Corona." demikian bunyi caption foto tersebut.

 

Foto Keempat
Foto Keempat

Rapid Test Santri

Mengutip Radio Suara Kudus, pada Juni-Juli 2020, Pemerintah Kabupaten Kudus memang memfasilitasi rapid test Covid-19 bagi para santri yang akan kembali ke ponpesnya masing-masing. Hasil non-reaktif rapid test menjadi syarat bagi para santri untuk bisa kembali ke ponpes. Hasil rapid test terhadap ratusan santri Kudus ini semuanya non-reaktif.

Setelah menjalani rapid test, para santri itu pun difasilitasi untuk kembali ke ponpes. Pada gelombang pertama, sekitar 300 santri diberangkatkan ke Ponpes Tegalrejo Magelang. Kemudian, pada 4 Juli, diberangkatkan 100 santri ke ponpes di Kediri, Jatim.

Rapid test Covid-19 terhadap para santri Kudus tersebut tidak melibatkan rumah sakit dari China. Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kudus menjelaskan rapid test di Pendopo Kabupaten Kudus itu adalah hasil kerja sama himpunan alumni-alumni pesantren, RMINU, dan Pemkab Kudus untuk memastikan santri bisa kembali ke ponpes dalam kondisi baik.

Berita terkait;

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, klaim 1.000 santri Kudus tak sadarkan diri setelah ikut rapid test dinyatakan salah atau disinformasi.

Tidak ditemukan laporan rapid test di Kudus pada 24 Juni 2020 yang diselenggarakan RS Indonesia berkolaborasi dengan RS Swasta dari China.

Klaim Menteri Kesehatan melakukan pemeriksaan terkait kejadian tersebut salah atau disinformasi.

Empat foto yang dipasang di gambar tersebut tak berhubungan dengan rapid test di Kudus atau rapid test yang dijalani santri kudus.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho