Kategori: Karanganyar

Cek! 7 Gejala Ini Bisa Jadi Tanda Kena Covid-19


Solopos.com/Chelin Indra Sushmita

Solopos.com, SOLO – Ada sejumlah tanda yang muncul dari tubuh saat seseorang terinfeksi virus corona penyebab Covid-19. Mengingat penularan virus ini begitu cepat, maka Anda sebaiknya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk mencegah kemungkinan tertular.

Seperti diketahui, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ini bisa menimbulkan berbagai gejala awal, atau bahkan tanpa gejala sekalipun kepada orang yang telah terinfeksi.

“Kebanyakan orang yang mengidap virus corona memiliki kasus infeksi yang ringan, dan itu bisa dibedakan dari flu atau pilek," jelas pakar penyakit menular Amesh A. Adalja, MD, yang dikutip dari berbagai sumber, Kamis (26/11/2020).

Tewaskan 1 Orang, Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Timuran Solo

Selain itu, ada juga beberapa orang yang tidak memiliki gejala infeksi virus tersebut. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat memperkirakan orang terinfeksi Covid-19 yang tidak bergejala jumlahnya sekitar 40%.

Hingga saat ini belum ada cara pasti untuk mengetahui apakah penyakit yang Anda alami adalah Covid-19 atau tidak, terlebih pada yang tidak bergejala. Namun para ahli mengatakan beberapa tanda yang bisa menjadi petunjuk bahwa Anda telah terjangkit Covid-19. Berikut ini adalah tanda-tanda yang patut diwaspadai lantaran bisa jadi mengarah pada infeksi virus corona:

Bermodal Pistol Mainan & Ngaku Polisi, Warga Gilingan Solo Gentayangan Jadi Begal

Flu parah

Memang sulit untuk membedakan flu dari bentuk ringan Covid-19 tanpa tes. Tetapi pilek biasanya tidak menyebabkan sesak napas, sakit kepala parah, atau gejala gastrointestinal seperti yang bisa dilakukan Covid-19. Berikut daftar lengkap gejala resmi CDC:
- Demam atau kedinginan
- Batuk
- Sesak napas atau kesulitan bernapas
- Kelelahan
- Nyeri otot atau tubuh
- Sakit kepala
- Kehilangan kemampuan merasakan atau menghirup aroma
- Sakit tenggorokan
- Hidung tersumbat atau meler
- Mual atau muntah
- Diare

Batu Diduga Prasasti Langka Peninggalan Abad ke-9 Ditemukan di Tawangmangu

Kehilangan sensivitas indra penciuman atau pengecap

Meskipun gejala ini tidak terjadi pada semua orang, namun hilangnya sensivitas indra penciuman dan pengecap telah menjadi ciri utama Covid-19. Perlu diketahui, kehilangan sensivitas ini untuk sementara waktu diikuti dengan kondisi pernapasan lainnya, seperti pilek, flu, infeksi sinus, atau bahkan alergi musiman.

Gejala tersebut dapat bertahan pada beberapa orang dan berlangsung selama berbulan-bulan setelah pulih dari Covid-19.

Rambut rontok

Meskipun belum dipelajari secara luas, beberapa orang yang telah pulih dari virus ini melaporkan masalah rambut rontok. Menurut Dr. Adalja, kerontokan rambut ini disebabkan oleh kondisi yang dikenal sebagai telogen effluvium. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk kehamilan, stres ekstrem, penurunan berat badan, dan penyakit selain Covid-19.

Jadi, kerontokan rambut yang menjadi tanda terjangkit Covid-19 adalah kerontokan rambut yang dibarengi dengan gejala Covid-19 lainnya, seperti batuk atau demam.

Heboh Buaya "Jadi-Jadian" Muncul di Makassar

Sesak napas

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA menunjukan orang yang terjangkit Covid-19 dapat mengalami efek samping virus, seperti sesak napas. Belum diketahui secara pasti mengapa dan berapa lama ini bisa bertahan.

Akan tetapi, kemungkinan sesak napas disebabkan oleh peradangan yang berlangsung lama di paru-paru. Jika Anda mengalami sesak napas, segera konsultasikan dengan dokter.

Batuk yang tak kunjung sembuh

Selain sesak napas, dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA juga menyebutkan gejala lainya, yaitu batuk yang berkepanjangan. Terutama batuk kering yang tidak menimbulkan dahak atau lendir. Data dari CDC menemukan bahwa 43% orang yang menderita Covid-19 masih mengalami batuk 14 hingga 21 hari setelah diagnosis positif virus corona.

Gisel Tanggapi Cocokologi Netizen Soal Kamar Tidur di Video Syur 

Kelelahan

Dari hasil penelitian yang sama, 53% pasien mengatakan mereka berjuang melawan kelelahan sekitar 60 hari setelah pertama kali menunjukkan tanda-tanda virus. Hal ini bisa jadi karena efek sistem kekebalan seseorang bereaksi terhadap virus, atau bisa juga akibat cara virus bekerja di dalam tubuh.

Meski demikian, kelelahan adalah hal yang sangat umum terjadi. Kelelahan juga dapat menjadi tanda berbagai masalah kesehatan. Orang yang mengalami kelelahan akibat Covid-19 juga akan memiliki gejala virus lain di masa lalu, kata Dr. Adalja.

Masih ada banyak gejala lainya yang belum diungkap. Namun jika Anda merasa gejala seperti di atas secara terus menerus, segera konsultasikan ke dokter agar memperoleh penanganan yang tepat. Ancaman yang kita hadapi saat ini adalah ancaman yang tak terlihat, oleh karenanya kita harus selalu waspada.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita