Cegah Virus Corona, Tabung Elpiji Pertamina Disemprot Disinfektan
Tabung gas elpiji 3 kg. (Solopos-dok)

Solopos.com, SOLO -- Demi mencegah persebaran virus corona, tabung-tabung elpiji Pertamina disemprot cairan disinfektan nonkorosif. Selain tabung, seluruh fasilitas Pertamina juga turut disterilisasi.

General Manager Pertamina MOR IV, Iin Febrian, mengatakan sterilisasi tabung elpiji Pertamina dengan cairan disinfektan nonkorosif dilakukan pada proses uji kebocoran tabung di Stasiun Pusat Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE).

Proses uji kebocoran merupakan standar Pertamina dalam merawat kelaikan tabung gas sebelum diedarkan kepada konsumen.

Lazismu Sragen Targetkan Himpun Rp200 Juta Untuk Penanggulangan Covid-19

"Proses ini dilakukan di seluruh SPPBE Pertamina. Namun, karena sedang ada wabah virus corona, kami mencampur air uji kebocoran dengan disinfektan nonkorosif," kata Iin, akhir pekan lalu.

Iin menjelaskan larutan disinfektan khusus untuk tabung elpiji harus nonkorosif. Hal ini guna menghindari karat yang nantinya bisa membahayakan konsumen.

Selain itu, sterilisasi juga dilakukan di seluruh fasilitas Pertamina seperti Fuel Terminal, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), depot elpiji, SPPBE, dan SPBU.

Umbul Ponggok Ditutup, Potensi Pendapatan Rp30 Juta/Hari Melayang

Tak hanya itu, para petugas, awak mobil tangki, dan operator yang melayani juga dibekali dengan masker, sarung tangan, dan hand sanitizer. Ia berharap hal tersebut dapat memberikan keamanan dan kenyamanan para pelanggan setia produk Pertamina.

Permintaan Elpiji

Iin menambahkan PT Pertamina melalui Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mencatat ada kenaikan pemakaian elpiji nonsubsidi (non-PSO) sebesar 2,8 persen pada Maret 2020 lalu. Sebaliknya, ada penurunan permintaan elpiji bersubsidi (PSO) sebesar 1 persen.

Ganjar Pranowo: Keringanan Kredit Dipersulit? Laporkan Saya!

Saat ini penyaluran total harian rata-rata elpiji di wilayah Pertamina MOR IV adalah 3.980 Metric Ton (MT) per hari. Volume ini terdiri atas dua jenis penyaluran elpiji, yakni elpiji bersubsidi sebesar 3.600 MT/hari dan nonsubsidi 380 MT/hari.

"Elpiji nonsubsidi terdapat kenaikan sebesar 2,8% di bulan ini, sedangkan untuk elpiji PSO atau bersubsidi terdapat penurunan permintaan pada Maret sebesar 1%," terang Iin.

Ditolak di Solo Diduga Corona, Jenazah Asal Surabaya Ternyata Sakit Ginjal

Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR IV, Anna Yudhiastuti, menambahkan sebagai Badan Usaha Milik Negara, PT Pertamina akan terus memenuhi kebutuhan BBM dan elpiji di masyarakat.

Jika ada konsumen yang membutuhkan informasi atau memberikan masukan dan saran dapat menghubungi kontak Pertamina 135. Selain itu bisa via aplikasi Mypertamina yang dapat diunduh pada Google Playstore atau Apple Store.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho