Cegah Vandalisme dan Mesum, Taman di Klaten Bakal Dijaga Satpam
Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengecek proyek pembangunan taman di kawasan Hutan Kota Gergunung, Kecamatan Klaten Utara, Kamis (13/12). Taman berisi patung dan miniatur bangunan serta potensi di Klaten. (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola taman Klaten diminta menempatkan petugas keamanan. Hal itu untuk mencegah aksi vandalisme serta mengantisipasi taman dijadikan tempat kegiatan negatif. Penempatan petugas keamanan bisa dilakukan dengan penambahan tenaga harian lepas (THL).

“Memang saya sudah meminta ke OPD yang memiliki kewenangan mengelola taman salah satunya DPUPR untuk mengangkat THL untuk satpam taman pada 2019,” kata Bupati Klaten, Sri Mulyani, saat ditemui di sela inspeksi mendadak (sidak) ke Taman Lampion, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Kamis (13/12/2018).

Selama ini, sejumlah taman di Klaten kerap menjadi sasaran vandalisme. Seperti Taman Lampion dengan beberapa dinding bangunan taman dipenuhi coretan. Selain itu, sejumlah fasilitas tempat bermain anak-anak rusak serta tak luput dari aneka coretan. Begitu pula Hutan Kota Gergunung dengan beberapa bagian bangunan menjadi sasaran vandalisme seperti pada tembok kursi taman. Kayu yang menjadi alas duduk kursi sebagian terlepas. Mulyani mengatakan aksi vandalisme fasilitas publik sulit dikendalikan. “Para pelakunya pinter le ndelik-ndelik [pandai bersembunyi-sembunyi],” katanya.
Terkait sidak ke Taman Lampion, Mulyani mengatakan sidak dilakukan untuk mengecek perkembangan proyek fisik yang didanai APBD Klaten 2018. Selain

Taman Lampion, Mulyani didampingi sejumlah pejabat OPD mendatangi Hutan Kota Gergunung serta Menara Masjid Agung Al Aqsha. “Secara umum sudah bagus. Di Hutan Kota Gergunung tadi untuk tamannya saya minta penyedia jasa untuk menambahi bunga agar kelihatan hijau,” jelas Mulyani.

Kegiatan fisik di Hutan Kota Gergunung berupa pembangunan taman berisi berbagai patung serta miniatur bangunan dan potensi di Klaten seperti patung cerobong asap PG Gondang Baru, miniatur Candi Sojiwan, patung pengecoran logam, patung ikan, serta miniatur menara apam. Pagu anggaran dari APBD Klaten untuk pembangunan taman itu sekitar Rp850 juta melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).

Sementara, kegiatan fisik di di Taman Lampion dialokasikan total anggaran sekitar Rp1,4 miliar dari APBD Klaten. Kegiatan itu di antaranya penambahan satu lampu hias lampion besar pada gapura serta 45 lampu hias lampion kecil. Selain itu terdapat penambahan fasilitas taman bermain anak dan remaja.

“Anggaran termasuk untuk perbaikan sejumlah fasilitas yang rusak serta yang menjadi sasaran vandalisme,” kata Kabid Kebersihan dan Pertamanan DPUPR Klaten, Mudzakir.

Terkait antisipasi taman dari sasaran vandalisme serta kegiatan negatif seperti mesum dan mabuk-mabukan, Mudzakir menjelaskan untuk sementara ada enam orang petugas keamanan di Taman Lampion.

“Sebanyak dua orang itu dari pukul 12.00 WIB-17.00 WIB. Sementara, empat orang dari sore sampai malam. Sementara baru Taman Lampion [menempatkan petugas keamanan] karena banyak pengunjungnya dan antisipasi dari hal-hal negatif,” urai dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom