Tutup Iklan -->
Cegah Serangan Fajar Pilkades, Polisi Karanganyar Patroli Subuh
Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, mengecek persiapan pilkades di Desa Gebyog, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar pada masa tenang pilkades, Selasa (10/3/2020). (Solopos/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR — Polres Karanganyar menggelar patroli subuh dan operasi tertutup menjelang pemilihan umum kepala desa (pilkades) di Karanganyar pada Rabu (11/3/2020).

Sebanyak tujuh desa di Kabupaten Karanganyar, yakni Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso; Desa Dawung, Kecamatan Matesih; Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo; Desa/Kecamatan Karangpandan; Desa Gebyog dan Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang; dan Desa Kaling, Kecamatan Tasikmadu menyelenggarakan pilkades serentak.

Guru Cabuli Murid SD Di Gudang Sekolah, Korban Diancam Nilai Jelek

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) mengecek kesiapan pilkades ke tujuh desa pada Senin (9/3/2020). Hal senada dilakukan Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, pada Selasa (10/3/2020).

Di masa tenang Pilkades Karanganyar, seluruh alat peraga kampanye (APK) dicopot. Pilkades diselenggarakan di balai desa masing-masing. Kapolres mengecek ke Balai Desa Gebyog di Kecamatan Mojogedang.

Pantauan Solopos.com, sejumlah alat peraga kampanye sudah dilepas. Tetapi sejumlah gang masuk ke kampung di tutup menggunakan kursi panjang, tangga bambu, dan lain-lain.

Cara Berhenti Nonton Bokep, Patut Dicoba!

Persiapan di balai desa sudah rampung. Panitia pilkades tingkat desa hanya kurang menata bilik suara dan kotak suara. Kapolres menyampaikan polisi hanya bertugas mengamankan lokasi di luar kompleks pemungutan suara.

"Kami di ring luar. Kalau di dalam cukup panitia pilkades. Kami fokus pengamanan tempat pemungutan suara [TPS]," kata Kapolres di sela-sela meninjau TPS di Desa Gebyog.

Orang nomor satu di lingkungan Polres Karanganyar itu menjelaskan aparat menerapkan pengamanan dengan sistem klaster. Pengamanan dibantu dari polsek terdekat.

Foto Sepinya Italia Usai Warga Dilarang Keluar Akibat Wabah Corona

Pengawasan dibagi menjadi dua rayon, yakni barat dan timur. Masing-masing rayon dibantu tiga polsek terdekat untuk pengawasan. Pengamanan sudah dilakukan sejak empat hari sebelum hari H dan dua hari setelah hari H pemungutan suara Pilkades Karanganyar.

Botoh

Ditanya perihal keberadaan botoh yang bergentayangan saat pilkades, Kapolres menyampaikan sedang mengumpulkan informasi.

"Kami monitoring sampai pelantikan pada April. Calon kades kan sudah deklarasi. Yang menang tidak boleh jemawa dan yang kalah harus menerima. Soal serangan fajar [pembagian uang menjelang pilkades], kami antisipadi dengan patroli subuh. Kalau botoh, kami lakukan operasi tertutup. Pulbaket informasi kalau terbukti kami tindak tegas," jelas dia.

Kapolres mengimbau warga tujuh desa yang akan mengikuti pilkades agar tidak menggadaikan suara demi mendapatkan rupiah. "Sayang, ini [pilkades] kan untuk membangun desa," tutur dia.

Sementara itu, panitia pilkades Gebyog menyiapkan jalur khusus penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia). Pj Kades Gebyog, Suharsono, menuturkan panitia menyiapkan jalur tersebut untuk memudahkan penyandang disabilitas dan lansia memberikan suara.

"Yang penting pelaksanaan lancar. Kalau warga sakit dan tidak bisa datang ke sini [lokasi pemungutan suara di balaidesa], tidak ada aturan panitia jemput bola [ke rumah atau rumah sakit]. Kalau sakit enggak datang ya sudah. Orang jompo [lansia], sakit didahulukan panitia lewat jalur khusus," tutur dia.

Desa Gebyog tediri dari enam dusun. Oleh karena itu, panitia menyiapkan tujuh kotak suara dan 12 bilik suara. Daftar pemilih tetap (DPT) pilkades Gebyog adalah 5.046 orang.

Sekretaris Desa (Sekdes) Gebyog, Sriyono, menyampaikan panitia pilkades menambah jumlah bilik suara dari semula enam unit menjadi 12 unit. "Supaya arus warga yang akan memberikan suara cepat," ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho