Cegah Risiko Pencurian Data, Perusahaan Asuransi Harus Miliki Cybercrime Insurance

Perusahaan asuransi perlu memproteksi dirinya dengan asuransi kejahatan siber, guna mencegah risiko seperti intrusi dan pencurian data.

 Hacker di AS diklaim berusaha curi data-data rahasia Covid-19. (Istimewa/Ilustrasi)

SOLOPOS.COM - Hacker di AS diklaim berusaha curi data-data rahasia Covid-19. (Istimewa/Ilustrasi)

Solopos.com, JAKARTA — Perusahaan-perusahaan asuransi dinilai perlu memproteksi dirinya dengan asuransi kejahatan siber, guna mencegah risiko seperti intrusi dan pencurian data. Keamanan siber kembali menjadi sorotan setelah terjadinya dugaan pencurian data PT Asuransi BRI Life.

Dosen Program MM-Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pengamat asuransi Kapler A. Marpaung menjelaskan bahwa lembaga jasa keuangan yang memiliki data nasabah memang rentan menjadi target serangan siber oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Perusahaan asuransi pun perlu melakukan mitigasi risiko.

Menurutnya, salah satu langkah mitigasi yang dapat dilakukan adalah dengan memiliki asuransi serangan siber. Namun, Kapler mengkhawatirkan masih adanya perusahaan asuransi yang belum melengkapi dirinya dengan proteksi tersebut.

“Saya juga ragu, apakah perusahaan-perusahaan asuransi sudah memproteksi dirinya dengan membeli cybercrime insurance. Jangan-jangan mereka hanya menjual tapi lupa memproteksi perusahaannya,” ujar Kapler kepada Bisnis, Rabu (28/7/2021) malam.

Baca Juga: Diduga Alami Kebocoran Data, BRI Life Tegaskan Polis Nasabah Aman

Menurutnya, sejak tahun lalu, perusahaan broker asuransi dan reasuransi global Wyatt Lloyds Thomson telah meningatkan industri atas adanya risiko dari operasional bisnis dengan sistem kerja dari rumah (work from home/WFH).

Hal itu, disertai kejadian BRI Life, harus menjadi pengingat bagi perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia terkait isu keamanan siber.

“Bahkan, diperkirakan [oleh Lloyds] akan banyak tuntutan klaim asuransi untuk cyber insurance. Nah, perusahaan asuransi kan harus lebih care kalau bicara risiko, karena bisnisnya menjual risiko,” ujar Kapler.

Baca Juga: Bandara Adi Soemarmo Buka Layanan Tes PCR, Cek Tarif dan Alurnya

Dia pun menilai bahwa perusahaan asuransi harus meningkatkan sistem keamanan sibernya agar terdapat pembaharuan pertahanan dari serangan siber. Selain itu, perusahaan asuransi pun perlu membuat aturan yang lebih ketat terkait penggunaan komputer maupun ponsel karyawannya untuk keperluaan pekerjaan saat WFH.

“Kalau di kantor tentu kan ada bagian teknologi informasi [TI] yang bisa mengontrol kerja seluruh karyawan, apakah perangkat komputer digunakan sesuai peraturan, dan kalau ada penyalahgunaan data maka cepat langsung terdeteksi. Nah, pertanyaannya apakah saat WFH pengawasan akses database dari rumah bisa dikontrol?” ujarnya.

Baca Juga: Sebut Presiden Jokowi, Baliho Promosi Restoran Ini Bikin Geger

Investigasi

Corporate Secretary BRI Life Ade Ahmad Nasution menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi secara maraton untuk menindaklanjuti dugaan kebocoran data. Berdasarkan hasil investigasi hingga Rabu (28/7/2021), perseroan mencatatkan sejumlah temuan.

Pertama, perseroan menemukan adanya intrusi ke dalam sistem BRI Life Syariah oleh pelaku kejahatan siber, berdasarkan investigasi internal. Ade menegaskan bahwa sistem BRI Life Syariah itu terpisah dari sistem utama perseroan.

“Sistem BRI Life Syariah yang merupakan stand alone system dan terpisah dari core system BRI Life. Pada sistem tersebut terdapat tidak lebih dari 25.000 pemegang polis syariah individu, di mana data tersebut tidak berkaitan dengan data BRI Life maupun BRI Group lainnya,” ujar Ade pada Rabu malam.

Baca Juga: Deal! Anggaran Bansos Warga Solo Terdampak Covid-19 Disepakati Rp110 Miliar

Kedua, perseroan menyatakan bahwa data nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Pesero) Tbk. (BBRI) dan BRI Group aman. Kejadian tersebut dinilai tidak memberikan dampak kepada data seluruh nasabah BRI Group seiring tidak adanya lateral action terhadap portofolio lain, karena sistem BRI Life Syariah yang terpisah.

Ketiga, tautan awal mengenai data perseroan di forum jual beli sudah tidak dapat ditemukan. Unggahan penawaran data di situs Raid Forums menjadi sumber terungkapnya dugaan kebocoran data BRI Life.


Berita Terkait

Berita Terkini

Ekspedisi Energi 2021 Berikan 9 Rekomendasi Ini untuk Pemerintah

Bila berbicara ekonomi, dua hal utamanya yaitu pangan dan energi dan ekspedisi dilakukan untuk memotret peta energi di Jateng.

Kemenkeu Beri Keringanan Utang 1.292 Debitur Kecil Senilai Rp20,48 M

Kemenkeu memberikan keringanan utang kepada 1.292 debitur kecil senilai Rp20,48 miliar dengan nilai outstanding sebesar Rp80,42 miliar per 15 Oktober 2021.

Inilah Capaian Pemerintah dalam Upaya Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi

Terkait program pemulihan ekonomi nasional, Airlangga menjabarkan per 15 Oktober 2021 anggaran PEN telah terealisasi sebesar Rp428,21 triliun atau 57,5 persen dari pagu Rp744,77 triliun. 

Insan Perhotelan Suarakan Aspirasi Soal CHSE kepada Pemprov Jateng

Kali ini sertifikasi CHSE tidak lagi difasilitasi pemerintah, sehingga masing-masing hotel harus mengupayakan secara mandiri dan berbiaya.

Sambut Investasi, Keandalan Listrik di Papua Terus Berlanjut Pasca PON

Berakhirnya PON XX Papua bukan berarti pembangunan selesai. PLN Berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan suplai listrik Tanah Papua.

Astra Life Luncurkan Kampanye #BetterSandwichGen

BPS menyebutkan bahwa 78.27% sumber pembiayaan rumah tangga lansia ditopang oleh anggota rumah tangga yang bekerja.

Naik Lagi Nih! Simak Harga Emas Pegadaian, Jumat 22 Oktober 2021 

Harga emas hari ini di Pegadaian, Jumat (22/10/2021) untuk logam mulia Antam ukuran 2 gram mencapai Rp1.853.000.

Banting Setir, Atlet Bulutangkis Ini jadi Pengusaha Warung Gongso Solo

Warung Gongso merupakan usaha yang ide Dhaka Yudha Sakti datang dari kegemaran keluarga terhadap resep menu makanan yang dimasak dengan cara digongso.

Krisis Energi Melanda Dunia, Ini Pengaruhnya untuk Indonesia

Tingginya permintaan energi seiring dengan pemulihan ekonomi tapi tak dibarengi dengan ketersediaan pasokan memadai, membuat harga gas alam dan batu bara melonjak.

Dipesan Tamu World Superbike, Hotel di Mataram Hampir Fully Booked

sejumlah hotel di Mataram sudah menerima reservasi atau pesanan kamar dari tamu kegiatan World Superbike (WSBK) yang akan digelar di Sirkuit Mandalika, 19-21 November 2021.

Pertashop Dorong Bangkitnya Ekonomi di Tengah Pandemi

Pertashop Pertamina diharapkan bisa jadi upaya mendorong pemerataan akses energi dengan tujuan membangkitkan kembali ekonomi di tengah pandemi.

Dukung Percepatan Digitalisasi Daerah, Grab & OVO Rilis Patriot di Solo

Program Akselerasi Transaksi Online Pemerintah (Patriot) diresmikan di Solo, Kamis (21/10/2021). Patriot merupakan program yang diluncurkan Grab bekerja sama dengan OVO.

Jumlah Wisatawan Meningkat, Pemkot Jogja Batasi Pengunjung

Pada PPKM Level 2 di DIY, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengantisipasi kemungkinan meningkatkan jumlah wisatawan.

Aturan Baru: Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Kereta

Anak usia di bawah 12 tahun bisa diajak naik pesawat hingga kereta api antarkota namun ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

BNI Luncurkan BNI Xpora untuk Dukung UMKM Go Global

BNI memperkenalkan BNI Xpora yang telah memberikan layanan di 7 kota yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.

Jangan Terkecoh! Ini Beda Pinjol Ilegal dengan Pinjol Legal

Pemerintah melakukan penindakan tegas terhadap pinjol ilegal, sedangkan pinjol-pinjol lain yang legal sudah ada izin, sah, dipersilakan berkembang.