Cegah Persebaran Covid-19, Siswa SMPN 2 Klaten Ciptakan Keran Otomatis
Keran otomatis bikinan Bian dan Hazel di SMPN 2 Klaten, Jumat (14/8/2020). (Solopos.com/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Dua siswa SMPN 2 Klaten, Jawa Tengah mampu menciptakan keran air otomatis atau keran air tanpa harus menyentuh, awal pekan ini. Keran air otomatis tersebut diklaim dapat mengurangi potensi persebaran Covid-19 sekaligus sangat cocok mendukung adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, kedua siswa yang berhasil mengutak-atik beberapa komponen menjadi keran air otomatis itu adalah Febrian Abidimas Wijayaka alias Bian siswa kelas VIII B dan Nathanael Hazel Christian Yogabrata alias Hazel siswa kelas VII B.

Gagasan menciptakan keran air otomatis ini bermula dari munculnya pandemi Covid-19 sejak pertengahan Maret lalu. Dalam perjalanannya, Bian dan Hazel menilai salah satu protokol pencegahan Covid-19 yang paling dibutuhkan adalah tersedianya tempat cuci tangan pakai sabun.

Kerap Terjadi Kecelakaan, Tingkat Keselamatan Flyover Manahan Solo Mendesak Diinspeksi

Sayangnya, banyaknya tempat cuci tangan itu dinilai masih belum sempurna karena pencuci tangan harus menyentuh keran air. Hal ini dinilai menjadi celah munculnya potensi persebaran virus corona di tengah masyarakat.

Melihat kondisi di lapangan seperti itu, Bian dan Hazel sama-sama memiliki ide membuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Ide tersebut dikonsultasikan ke para guru di SMPN 2 Klaten.

Ide

Dari obrolan tersebut, muncullah ide membikin keran air otomatis. Prinsipnya, pencuci tangan tidak perlu memegang keran air saat mencuci tangan. Dengan mengurangi sentuhan tersebut, persebaran virus corona dapat dicegah.

Meski berbeda kelas di SMPN 2 Klaten, Bian dan Hazel sudah saling mengenal karena sama-sama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler robotik di sekolah setempat. Di sisi lain, keduanya juga mengikuti pelatihan di Autobot School Klaten. Dengan demikian, keduanya sudah memiliki basic terkait teknologi/robot.

Hore! Pameran dan Event Kembali Hidupkan Mal di Soloraya

Selanjutnya, mereka mulai mengumpulkan berbagai komponen pendukung. Hal itu seperti resistor, valve listrik 12 V, adaptor 12 V, box, keran air, V-ring 3/4, socket power 12 V, kabel jumper, regulator 7805, switch, sensor infra merah, transistor tip 32 C, LED, dan solid state relay (SSR).

Dari berbagai komponen itu, kedua siswa SMPN 2 Klaten tersebut merangkainya menjadi keran otomatis. Alat yang digunakan merangkai adalah solder, kikir, dan bor.

"Saat membikin itu, sempat terjadi korsleting sebanyak dua kali. Setelah itu kami perbaiki. Akhirnya, pembuatan keran air otomatis itu berjalan lancar. Semoga, keran ini dapat bermanfaat ke masyarakat di tengah pandemi Covid-19," kata Bian, kepada Solopos.com, Jumat (14/8/2020).

Cara kerja keran otomatis bikinan Bian dan Hazel, yakni sensor mendeteksi pantulan cahaya. Saat tangan didekatkan ke sensor yang berada di bawah keran. Setelah itu, lampu indikator menyala dan katup valve terbuka sehingga air dapat keluar.

Apresiasi

Beberapa keunggulan keran otomatis ini, yakni tanpa disentuh, hemat air, ramah lingkungan, dan biaya terjangkau. Aksi kedua siswa itu pun mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah.

"Saya sendiri mendukung penuh kegiatan siswa yang ingin berkreativitas di tengah pandemi. Saya sendiri mengeluarkan duit dari kantong pribadi senilai Rp2 juta guna mendukung kreativitas kedua siswa ini. Ke depan, sekolah juga akan memberikan penghargaan ke kedua anak itu. Biar anak semakin termotivasi dan bangga," kata Kepala SMPN 2 Klaten, Ismadi.

500 Keluarga Terdampak Covid-19 Dapat Bantuan Logistik BI Solo

Ismadi mengatakan keran otomatis bikinan Bian dan Hazel sangat dibutuhkan dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19. Salah satu protokol pencegahan Covid-19 yang urgen, yakni tersedianya tempat cuci tangan pakai sabun.

"Di sini juga sudah dipasangi keran otomatis itu," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom