Cegah Persebaran Covid-19, Pekerja Konstruksi Masjid Agung Karanganyar "Dikarantina" di Area Proyek

Waktu pelaksanaan pembangunan Masjid Agung Karanganyar adalah 390 hari kalender atau hingga Desember 2021.

 Ilustrasi lockdown pandemi Covid-19 (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi lockdown pandemi Covid-19 (Freepik)

Solopos.com, KARANGANYAR — Pekerja konstruksi pembangunan Masjid Agung Kabupaten Karanganyar "dikarantina" di area proyek. Langkah itu untuk mencegah persebaran Covid-19 di area konstruksi.

PromosiIni Alasan Maluku Utara Jadi Provinsi Paling Aman di Indonesia

Pembangunan fisik Masjid Agung Kabupaten Karanganyar terus berjalan meskipun pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Pulau Jawa-Bali.

Baca Juga: Asyik Mancing, Bocah SD Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Sungai Ngasem Wonogiri

PPKM dilaksanakan dua kali, yakni 11-25 Januari kemudian diperpanjang pada Selasa (26/1/2021) hingga Senin (8/2/2021). Selama PPKM, pemerintah tidak melarang maupun membatasi pekerjaan konstruksi. Tetapi, dengan catatan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Masjid Agung Kabupaten Karanganyar, Asihno Purwadi, menyampaikan kebijakan PPKM mengecualikan pekerjaan konstruksi.

"Pekerjaan kontruksi tetap berjalan 100 persen kan. Itu [pembangunan Masjid Agung Karanganyar] bahkan lembur sampai malam. Tapi, manajemen mengambil kebijakan tertentu selama pandemi Covid-19," kata Asihno saat berbincang dengan Solopos.com, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: 4 Pemilik Lahan Terdampak Jalan Tol Solo-Jogja di Klaten Belum Terima Ganti Rugi, Alasannya Bikin Melongo

Asihno menyampaikan akses masuk dan keluar kompleks pembangunan Masjid Agung Karanganyar dibatasi. Bahkan, pihak manajemen menyiapkan fasilitas untuk pekerja konstruksi. Salah satunya kantin.

"Bahkan kantin pun di dalam [area konstruksi]. Itu supaya pekerja tidak sampai keluar dari area pembangunan. Salah satu cara menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Saya pun mau masuk harus izin. Tujuannya memang bagus. Di dalam juga disiapkan tempat istirahar," ujarnya.

Baca Juga: Beda Sikap, Aktivis 98 Solo Ini Minta Polri Tetapkan Abu Janda Sebagai Tersangka

Harapannya, pekerja konstruksi terpantau aktivitasnya selama jam istirahat. Asihno memahami risiko apabila satu pekerja terpapar Covid-19. Pihak PPK Pembangunan Masjid Agung Karanganyar dengan proyek manajer rutin melaksanakan rapat koordinasi perkembangan pembangunan Masjid Agung setiap Selasa. Waktu pelaksanaan pembangunan Masjid Agung adalah 390 hari kalender atau hingga Desember 2021.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pencanangan 2022 Sebagai Tahun Toleransi Belum Dipahami Publik

+ PLUS Pencanangan 2022 Sebagai Tahun Toleransi Belum Dipahami Publik

Pencanangan 2022 sebagai tahun toleransi menemukan momentum tepat. Segregasi sosial dan pertentangan luas di masyarakat akibat politik identitas pada 2017 dan 2019 tidak boleh terulang pada 2024.

Berita Terkini

Pemdes Diminta Kembangkan Embung Guworejo Sragen Jadi Objek Wisata

Embung Guworejo di Desa Guwurejo, Karangmalang, Sragen dinilai memiliki potensi untuk jadi objek wisata.

Tepergok Curi Kotak Amal di Sukoharjo, Pria Matesih Diamankan Polisi

Setelah diinterogasi oleh saksi, pelaku kemudian mengakui telah nekat mencuri kotak amal masjid.

Gibran Ingin Sentra IKM Pasar Mebel Gilingan Solo Dibikin Seperti IKEA

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ingin agar sentra IKM di lahan Pasar Mebel Gilingan, Banjarsari, bisa dibangun menjadi seperti IKEA.

Desa Wisata di Klaten Harus Bersinergi, Jangan Saling Bunuh

Setiap desa yang memperoleh SK Bupati Klaten dapat menjadi pelopor pengembangan wisata di desa dan di sekitar desa.

Giliran Partai Gerindra Sragen Laporan Edy Mulyadi ke Polisi

Anggota DPRD dan pengurus DPC Partai Gerindra Sragen melaporkan Edy Mulyadi ke Polres Sragen dengan tuduhan menghinda dan mencemarkan nama baik Prabowo Subianto.

Tenaga Honorer akan Dihapus, Jekek: Wonogiri Sebenarnya Masih Butuh

Bupati Joko Sutopo mengatakan peran tenaga honorer sangat membantu organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyelesaikan berbagai tugas.

Roadshow dan Podcast, Upaya Bawaslu Boyolali Ajak Warga Awasi Pemilu

Selain menyosialiasikan lewat media sosial yang dimiliki Bawaslu Boyolali, ada program lain bagi pemilih pemula seperti Bawaslu Goes to School atau roadshow ke sekolah-sekolah.

Ini Detik-Detik 2 Pemotor Terperosok Jembatan Ambrol di Kedawung Sragen

Seorang pedagang sayur dan pengguna jalan terjungkal di Jembatan Dungluwak yang ambrol pada Jumat (28/1/2022) dini hari WIB.

2 Perempuan Diduga PSK Online Ditangkap di Solo, Salah Satunya ABG

Dua perempuan diduga pekerja seks komersial atau PSK online tertangkap bersama teman kencan mereka di salah satu rumah indekos kawasan Serengan, Solo.

Ini Aturan yang Bikin Tenaga Honorer Ketir-Ketir akan Nasib Mereka

Pemerintah mengeluarkan PP No 49/2018 tentang Manajemen PPPK yang mengatur penghapusan tenaga honorer.

Perusahaan Listrik Pertama Indonesia Ada di Solo?

Perusahaan listrik swasta yang didirikan pihak Kadipaten Mangkunegaran yang berbasis di Kota Solo, Jawa Tengah, menjadi salah satu yang tertua di Indonesia.

Ambyar... Pagar Tembok SMAN 1 Kemusu Boyolali Jebol Diterjang Banjir

Hujan deras berlangsung lebih dari dua jam, air yang awalnya tertahan akhirnya mampu menjebol pagar SMAN 1 Kemusu yang terbuat dari tembok.

Pemkab Sragen Tanggung Biaya Pengobatan Korban Jembatan Ambrol

Dua orang jadi korban Jembatan Dluwek di Kedawung, Sragen, yang ambrol. Pemkab Sragen akan menanggung biaya pengobatan kedua korban.

Asal Usul Sejarah Palur, Bermula dari Gazebo di Pertigaan Jalan

Berikut ini cerita asal usul dan sejarah dari Desa Palur yang ternyata ada kaitannya dengan gazebo di pertigaan jalan dan Mbah Mbenggol.

Kisah Kiai Konang, Senopati Majapahit Jadi Asal Usul Bekonang

Sosok Kiai Konang, senopati Kerajaan Majapahit, konon berkaitan dengan sejarah asal-usul Desa Bekonang di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.