Tutup Iklan
Ilustrasi penumpang KA. (Solopos-Dok)

Solopos.com, MADIUN -- Aparat kepolisian Polres Madiun Kota menggelar razia untuk mencegah massa yang akan berangkat ke Jakarta untuk ikut aksi 22 Mei di KPU. Tidak hanya di jalanan, polisi juga merazia penumpang kereta api saat berhenti di Stasiun Madiun.

Vice President PT KAI Daops VII Madiun, Wisnu Pramudyo, mengatakan sesuai perintah atasan, pihaknya bersama aparat keamanan memeriksa para penumpang kereta api yang diduga akan menuju ke Jakarta untuk ikut aksi 22 Mei 2019.

Dia menuturkan saat itu ada sekitar 47 penumpang yang diduga akan ikut aksi tersebut. Namun, setelah diperiksa ternyata tidak.

"Untuk membuktikan itu kan cukup sulit ya. Kemarin ada 47 penumpang yang dicurigai. Kami hanya melakukan pengawasan saja," kata dia, Senin (20/5/2019).

Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, mengatakan pihaknya melakukan razia di terminal, stasiun, hingga di jalan-jalan. Waktu razia pun digelar mulai pagi, siang, hingga malam.

"Sampai saat ini di Kota Madiun nihil. Tidak ada pergerakan massa ke Jakarta," kata dia, Senin.

Nasrun menjelaskan pihaknya juga menggelar razia di kereta yang berhenti di Stasiun Madiun. Dia menegaskan petugas tidak menemukan penumpang yang terindikasi akan ikut aksi 22 Mei di Jakarta.

Petugas juga telah mengecek nama-nama yang ada di dalam daftar dan dinyatakan tidak ada yang menggunakan kereta api.

"Kita ada manifes data nama-nama. Kita cek tidak ada. Tidak ada sama sekali," jelas Nasrun.

Saat ditemukan massa yang akan bergerak ke Jakarta, Nasrun menegaskan akan meminta mereka untuk tidak berangkat ke Jakarta dan kembali pulang.

Silakan http://madiun.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/madiunpos/">LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten