Unisbank menerima penghargaan International Council for Small Business (ICSB) 2018. (Istimewa)

Solopos.com, SEMARANG — Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang membekali mahasiswa dengan pendidikan entrepreneurship atau kewirausahaan untuk membentuk kreativitas dan kompetensi. Dengan demikian mahasiswa tidak hanya mencari gelar saat kuliah.

Yang menjadi masalah saat ini, setiap tahun ribuan PTN dan PTS meluluskan puluhan ribu sarjana. Namun berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan universitas naik 1,13% dibandingkan 2017, yakni dari 5,18% menjadi 6,31%.

Rektor Universitas Stikubank (Unisbank) Safik Faozi dalam rilis yang diterima Solopos.com, Senin (8/7/2019), mengatakan kampus seharusnya tidak sekadar mendidik dan meluluskan mahasiswa, melainkan juga mengusahakan, mencarikan, dan menyalurkan lulusan untuk mendapat pekerjaan layak. Perguruan tinggi (PT) harus bekerja sama dengan perusahaan atau lembaga usaha dari dalam maupun luar negeri.

Selain meningkatkan mutu pendidikan, Unisbank mendorong mahasiswa untuk mengubah pola pikir tentang kuliah. Perkuliahan bukan sekadar mendapatkan gelar sarjana, namun proses meningkatkan value. “Setiap mahasiswa didorong mampu menciptakan solusi dari setiap masalah. Dalam hal ini, entrepreneurship merupakan salah satu strategi. Pendidikan entrepreneurship di Unisbank ditujukan membentuk karakter entrepreuneur yang kreatif, kompeten, dan solutif sehingga mampu berperan sebagai motor penggerak perekonomian lewat penciptaan lapangan kerja baru,” ujar Safik.

Unisbank yang pada tahun ini berusia 51 tahun bertekad menghasilkan sarjana yang kompeten berbasis program studi D3, S1, S2 dan pendidikan profesi. Program studi yang diselenggarakan di Unisbank saat ini adalah S1 Manajemen; S1 Akuntansi; D3 Keuangan dan Perbankan; Pendidikan Profesi Akuntansi; S1 Teknik Industri; D3 Perhotelan; S1 Ilmu Hukum; S1 Sastra Inggris; S1 teknik Informatika; S1 Sistem Informasi; D3 Manajemen Informatika; dan S2 magister Manajemen.

Unisbank menerapkan program pendidikan entrepreneur yang menjadi mata kuliah wajib kewirausahaan, antara lain menjadi wirausaha, memimpin usaha, dan mengendalikan usaha. Ada lembaga inkubator bisnis bernama Semai Bisnis Sukses (SBS) yang berhasil memperoleh beberapa skema pendanaan dan pendampingan, antara lain dari Kemenristekdikti berupa hibah pengusaha pemula berbasis teknologi (PPBT) dan dari Bank Indonesia (BI).

Karena komitmennya pada pengembangan entrepreneurship, selama tiga tahun berturut-turut, 2016-2018, Unisbank menerima penghargaan dari International Council for Small Business (ICSB) sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi pada pengembangan usaha kecil.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten