Tutup Iklan
Cegah Kecurangan, Bantuan Sembako di Plawikan Klaten Diawasi Ketat
Ilustrasi sembako. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, KLATEN — Penyaluran bantuan langsung nontunai dan sembako di Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (14/7/2020), diawasi ketat. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermasdesdukcapil) Jateng, Sugeng Riyanto, turut turun gunung memantau langsung penyaluran tersebut.

Hal itu bertujuan mencegah kecurangan saat penyaluran bantuan. Sugeng tak ingin ada penerima yang menerima bantuan dobel.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Plawikan yang memperoleh bantuan tahap II dari Pemprov Jateng itu mencapai 114. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan bantuan tahap I, yakni mencapai 115 KPM.

Gunung Merapi Menggembung, TNI Siapkan Personel Antisipasi Bencana

Setiap KPM memperoleh bantuan berupa beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, telur 1 kg, kecap satu botol, mi telur, dan sarden satu kaleng. Setelah memberikan bantuan secara simbolis, Sugeng Riyanto sempat mengecek bantuan yang diterima KPM secara langsung.

Hal itu guna melihat lebih dekat kondisi fisik sembako dari segi kuantitas dan kualitasnya.

Jumlah Penerima

Di tingkat Kabupaten Klaten, jumlah KPM yang menerima bantuan tahap II yang bersumber dari Pemprov Jateng mencapai 32.567 KPM. Secara akumulatif, jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan bantuan tahap I, yakni 27.048 KPM.

"Saya ingin mengecek tahap penyaluran bantuan [bersumber dari Jateng] di sini. Intinya, tidak boleh menerima bantuan secara dobel. Jika ada yang dobel yang disoal kepala desa dan pemkab. Makanya jika ada yang dobel, segera laporkan. Penyaluran bantuan juga harus memperhatikan pencegahan Covid-19," kata Sugeng Riyanto, di sela-sela memberikan bantuan secara simbolis di Plawikan, Jogonalan, Selasa.

Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Administrasi Desa Dispermasdes Klaten, Agung K., mengatakan penyaluran bantuan sembako yang bersumber dari Jateng masih tahap II. Nantinya, para KPM masih akan menerima bantuan serupa di tahap III.

"Pengadaan bantuan ini kerja sama dengan 43 Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Klaten," katanya.

25 Nakes RSUD Moewardi Solo Diduga Tertular Covid-19 Saat Pesta Wisuda, Begini Tanggapan UNS

Kades Plawikan, Lilik Ratnawati, berharap pemberian bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19. "Masyarakat yang memperoleh bantuan ini benar-benar yang membutuhkan," katanya.

Salah satu penerima bantuan asal Plawikan, Lastri, 34, mengaku bersyukur memperoleh bantuan tersebut. "Saya sudah dua kali ini memperoleh bantuan. Kalau ditotal, harga bantuan sembako ini senilai Rp200.000," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho