Cegah Covid-19, Wonogiri Cek Tempat Wisata Jadi Usaha Kuliner

Pemkab Wonogiri berencana mengecek sejumlah tempat wisata yang diubah menjadi tempat usaha kuliner demi memastikan pencegahan Covid-19.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pengaturan jarak di tempat makan untuk menghindari penyebaran COvid-19. (Freepik)

Solopos.com, WONOGIRI— Pemerintah Kabupaten Wonogiri berencana mengecek sejumlah tempat wisata yang diubah menjadi tempat usaha kuliner demi memastikan tidak ada aktivitas wisata di lokasi tersebut. Sejauh ini, tempat wisata di Wonogiri belum dibuka demi mencegah penularan Covid-19.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata atau DKOP Wonogiri, Sentot Sujarwoko, kepada Solopos.com, Rabu (21/10/2020), mengaku sudah mendengar ada tempat wisata yang diubah menjadi usaha kuliner. Strategi itu dilakoni pengelola supaya tempat wisata tetap bisa menjalankan usaha di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah kabupaten atau pemkab memang tidak melarang warga menjalankan usaha kuliner atau bidang lainnya agar ekonomi warga bergerak. Sentot juga tak mempermasalahkan apabila ada tempat wisata yang konsepnya diubah menjadi usaha kuliner selama usaha wisata benar-benar tidak dijalankan.

4 Film Romantis Jepang Ini Bisa Bikin Kamu Nostalgia

“Saya sudah mendengar kabar ada tempat wisata yang menjadi pusat kuliner. Saya pikir itu bagian dari strategi mereka karena tempat wisata belum boleh beroperasi. Yang jelas harus ada penerapan protokol kesehatan yang ketat,” kata Sentot.

Dia segera mengecek tempat wisata yang diubah menjadi pusat kuliner tersebut. Langkah itu untuk memastikan pengelola benar-benar hanya menjalankan usaha kuliner, bukan membuka tempat wisata. Hingga Rabu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri belum merekomendasikan tempat wisata boleh dibuka.

Kebijakan itu untuk mencegah penularan Covid-19. Potensi penularan di tempat wisata dinilai terbuka lantaran warga dari mana pun bisa berkunjung, termasuk warga dari zona merah. “Masyarakat bisa berperan dalam mengawasi. Jika ada tempat wisata yang sudah buka dapat melaporkan kepada DKOP. Setelah menerima laporan, tim akan mengecek ke lokasi yang dimaksud. Kalau tempat wisata yang dilaporkan itu benar buka, kami akan melaporkannya kepada Gugus Tugas. Selanjutnya kami bertindak sesuai rekomendasi Gugus Tugas,” imbuh Sentot.

Drama Youth Ungkap 7 Aktor Pemeran Anggota BTS

Apabila, lanjut dia, Gugus Tugas merekomendasikan agar pengelola tempat wisata diberi peringatan atau diminta untuk menutup tempat wisata, DKOP akan menjalankannya. Ke depan apabila tempat wisata sudah boleh dibuka, pengelola wajib menggelar simulasi penerapan protokol kesehatan terlebih dahulu. DKOP akan memantau simulasi tersebut.

Sebelumnya, terdapat ada tempat wisata di Wonogiri yang diubah menjadi usaha kuliner. Tempat wisata itu, meliputi Kitagawa Pesona Bali dan Istana Parnaraya, keduanya di Kecamatan Sidoharjo.

Bertahan saat Pagebluk

Manajer Kitagawa Pesona Bali, Lukman Budi Prasetyo, mengatakan pihaknya mengubah roda usaha ke bidang kuliner agar usaha tetap bisa berjalan. Langkah itu sebagai upaya untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19. Usaha kuliner yang dijalankan berkonsep seperti kafe.

Naruto Sekarat, Pembaca Sedih, Ini Sebabnya...

Dia bersyukur meski jumlah pengunjung yang datang tak sebanyak saat tempat wisata dibuka pada kondisi normal, namun tetap ada saja pelanggan yang singgah. Pada kondisi normal jumlah pengunjung mencapai lebih kurang 1.000 orang saat akhir pekan. Pada hari biasa jumlah pengunjung sebanyak 300-400 orang/hari. Sekarang ini, jumlah pengunjung kafe saat akhir pekan lebih kurang 500 orang dan hari biasa lebih kurang 100 orang/hari.

Lukman memastikan protokol pencegahan penularan Covid-19 dijalankan secara ketat. Pengunjung wajib memakai masker. Suhu tubuh setiap pengunjung dicek menggunakan thermogun saat masuk. Pengunjung yang menempati gasebo harus jaga jarak.

Pengelola sudah memberi tanda duduk di setiap gasebo. Pembatasan itu diterapkan dengan mengurangi kapasitas. Gasebo kecil berkapasitas 10 orang dikurangi menjadi lima orang, kapasitas sedang 15 orang dikurangi menjadi delapan orang, dan kapasitas besar 30 orang dikurangi menjadi 15 orang.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terbaru

Satgas Kecamatan Kota Solo Siapkan Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19

Solopos.com, SOLO -- Seluruh pemerintah kecamatan Kota Solo membentuk Satgas Penanganan Covid-19 supaya pelayanan kepada masyarakat lebih cepat. Satgas...

Permintaan Rapid Test Deteksi Covid-19 Stasiun Solo Balapan Naik 3 Kali Lipat

Solopos.com, SOLO -- Permintaan tes cepat atau rapid test deteksi Covid-19 di Stasiun Solo Balapan meningkat seiring kenaikan jumlah...

Keras! Sanksi Denda Pelanggaran Protokol Kesehatan Sukoharjo Sampai Rp50 Juta

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab Sukoharjo menerapkan sanksi yang cukup keras dan tegas terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan pencegahan...

Razia Masker Digelar di Kartasura, 20 Orang Terjaring

Solopos.com, SUKOHARJO - Razia masker digelar di Balai Desa Singopuran Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (27/11/2020). Operasi ini digelar...

Gelar Simulasi Pemungutan Suara, KPU Sragen Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Solopos.com, SRAGEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pilkada 2020. Simulasi ini...

Pandemi Covid-19, Pasar Murah Sragen Digelar dengan Sistem Drive Thru

Solopos.com, SRAGEN - Pemkab Sragen melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar pasar murah di 20 kecamatan. Kegiatan ini pun...

Jemaah Salat Pun Disisir demi Pembiasaan 3M di Masjid Al Falah Sragen

Solopos.com, SRAGEN — Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Masjid Al Falah Sragen membagikan 100 lembar masker kepada para jemaah Salat...

Sudah Jalankan Protokol Kesehatan Saat Pelipatan Kertas Suara, Jangan Lupa 3M Saat Pemungutan Suara

Solopos.com, BOYOLALI - KPU Boyolali menerapkan protokol kesehatan saat pelipatan kertas suara untuk Pilkada 2020. Mereka pun diimbau untuk...

Begini Langkah Pemkab Karanganyar Dukung UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Solopos.com, KARANGANYAR – Di masa pandemi Covid-19, usaha mikro, kecil, dan menengah ikut terdampak. Pemkab Karanganyar meminta pelaku UMKM...

Perpusda Sragen Batasi Pengunjung dan Kurangi Jam Buka di Masa Pandemi

Solopos.com, SRAGEN -- Setelah memarkir sepeda motornya, dua pengunjung bergegas menuju pintu masuk Perpustakaan Daerah atau Perpusda Sragen di...