Cedera Vertonghen Bisa Jadi Pelajaran
Reuters-Andrew Couldridge.JPG

Solopos.com, LONDON - Pembicaraan mengenai cedera kepala yang menimpa Jan Vertonghen sepertinya tidak hanya berhenti setelah peluit akhir laga Tottenham Hotspur melawan Ajax Amsterdam dibunyikan.

Bek Spurs tersebut berbenturan dengan rekan setimnya, Toby Alderweireld, ketika berduel udara dengan kiper Ajax, Andre Onana, sekitar menit ke-30 pada leg pertama semifinal Liga Champions di Tottenham Hotspur Stadium, London, Rabu (1/5/2019) dini hari WIB. Vertonghen terbaring di lapangan dalam posisi mengenaskan dan darahnya mengucur dari hidungnya.

Vertonghen sempat menerima perawatan medis. Pemain asal Belgia ini keluar lapangan untuk berganti jersey-nya yang dipenuhi darah. Dalam kondisi seperti itu, Vertonghen diperbolehkan masuk kembali ke lapangan.

Wasit Antonio Mateu Lahoz sendiri sempat berdiskusi dengan staf media Spurs sebelum mengizinkan Vertonghen kembali ke lapangan. Namun kondisinya terbukti tidak memungkinkan untuk terus bermain. Vertonghen akhirnya minta diganti setelah hanya dua menit di lapangan.

Kasus Vertonghen yang mengalami cedera kepala itu mengundang keprihatian dari lembaga sosial cedera otak, Headway. Headway mengusulkan agar tim medis diperbolehkan memeriksa pesepak bola yang mengalami cedera kepala lebih lama lagi di luar lapangan.

"Membiarkan seorang pemain selama tiga hingga lima menit, seperti kasus Jan Vertonghen, tidak membuat staf media menyusun diagnosis yang masuk akal. Tekanan untuk staf medis sangat besar dan tidak adil, khususnya dalam laga yang vital seperti semifinal Liga Champions," ujar pewakilan dari Headway, Luke Griggs, seperti dilansir Reuters.

UEFA maupun FIFA belum mengeluarkan pernyataan terkait kasus Vertonghen. Sementara Pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, menegaskan staf medis klubnya hanya menjalankan protokol sebelum membiarkan Vertonghen kembali ke lapangan saat timnya dalam posisi tertinggal 0-1.

"Itu keputusan dokter [membiarkan Vertonghen kembali ke lapangan]. Ada aturan dan protokol. Staf medis kami hanya mengikuti protokol. Dia oke. Kami harap itu tidak menjadi isu besar," ujar Pochettino.

Saat bertugas sebagai pundit Bein Sport, mantan pelatih Liga Premier, Arsene Wenger, ikut bersimpati dengan kasus Vertonghen. Eks juru taktik Arsenal itu menyadari situasi dilema staf medis atau dokter ketika menangani para pemain cedera di laga-laga yang sangat krusial, seperti semifinal Liga Champions.

"Saya pernah bicara dengan banyak dokter sebelumnnya. Mereka bisa dihukum [jika melarang pemain kembali ke lapangan], mereka bisa dituntut," ujar Wenger, seperti dikutip dailymail.co.uk. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom