Kategori: Nasional

Catet Lur, Ini Bedanya Distribusi Vaksin Covid-19 Program Pemerintah dan Mandiri


Solopos.com/JIBI/Rahmad Fauzan

Solopos.com, JAKARTA -- Pendistribusi vaksin Covid-19 program pemerintah dan program mandiri berbeda. Vaksin Covid-19 program pemerintah didistribusikan perusahaan pelat merah PT Bio Farma (Persero). Sedangkan vaksin Covid-19 program mandiri didistribusikan tiga perusahaan, salah satunya Bio Farma.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pemerintah telah menyiapkan peta jalan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang direncanakan berlangsung pada 2021.

Vaksin Covid-19 dibagi dalam program mandiri dan program pemerintah dengan total target 240 juta dosis. Jumlah tersebut akan disalurkan kepada 107 juta orang.

Pemkot Solo Bakal Karantina Pemudik, Ganjar Minta Dibuatkan Call Center

PT Bio Farma akan mendistribusikan vaksin Covid-19 dalam dua skema berdasarkan masing-masing program pengadaan vaksin, yakni pemerintah dan mandiri.

"Untuk program vaksin pemerintah, Bio Farma akan menyalurkan vaksin ke dinas provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga ke fasilitas layanan kesehatan [fasyankes] di setiap wilayah," kata Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (10/12/2020), seperti dikutip Bisnis.com.

Sementara untuk vaksin Covid-19 dari program mandiri, proses distribusi melibatkan dua perusahaan lain, selain Bio Farma. Dua perusahaan itu adalah PT Indofarma Global Medika dan Kimia Farma Trading and Distribution.

KPU Klaten Optimistis Angka Partisipasi pada Pilkada 2020 Tembus 80%

Apotek dan Klinik

Ketiga distributor tersebut kemudian akan menyalurkan vaksin Covid-19 ke Kimia Farma Apotek dan Kimia Farma Diagnostika, rumah sakit, serta klinik baik milik pemerintah maupun swasta.

Berdasarkan pemaparan KPC-PEN, fasyankes dalam program vaksinasi Covid-19 terdiri atas 10.134 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) serta 2.877 klinik dan rumah sakit milik pemerintah dan swasta.

Ini Alasan Bupati Wonogiri Tutup Objek Wisata WGM dkk. Saat Libur Akhir Tahun

Jumlah itu dipastikan telah menjangkau seluruh wilayah di Indonesia dengan vaksinator atau pemberi vaksin lebih dari 29.635 orang. Jumlah pemberi vaksin Covid-19 itu baik untuk program mandiri maupun pemerintah.

Sementara itu, dari sisi kesiapan logistik, cold chain atau tempat penyimpanan vaksin Covid-19 telah tersedia di seluruh fasyankes di Tanah Air. Saat ini kondisi cold chain tersebut sekitar 97 persen sudah berfungsi.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo menyampaikan vaksin Covid-19 yang dikembangkan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac, tiba di Tanah Air, Minggu (6/12/2020) malam. Meski 1,2 juta dosis vaksin telah tiba di Tanah Air, distribusi dan vaksinasi di lapangan tidak serta merta bisa langsung dilakukan.

Share
Dipublikasikan oleh
Tika Sekar Arum