Catat! Syarat Masuk Pasar Klewer Solo Akan Pakai Aplikasi Peduli Lindungi

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, menyebut perlunya penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk masuk ke Pasar Klewer.

 Aktivitas di Pasar Klewer Solo sepi, Minggu (22/3/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Aktivitas di Pasar Klewer Solo sepi, Minggu (22/3/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, menyebut perlunya penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk masuk ke Pasar Klewer. Penunjukan itu disampaikan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Salah satu alasan penunjukan adalah banyaknya pengunjung yang berasal dari luar daerah di Pasar Klewer Solo. Mereka bisa jadi belum mendapatkan vaksin, sehingga pelacakan kondisi dilakukan memakai aplikasi tersebut.

Baca Juga: Kembali Dilonggarkan, Hajatan di Solo Boleh Undang 50 Orang

“Kami juga harus menyiapkan perangkatnya, internet harus lancar terus agar pengunjung tidak terkendala. Jangan sampai mereka tidak jadi masuk karena kendala itu. Pengunjung luar kota kan mendatangkan pendapatan untuk Pemkot. Kendalanya, enggak semua pengunjung punya aplikasi itu. Pedagang juga belum tentu punya,” ungkap Teguh.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, membenarkan hal tersebut. Sejumlah perangkat baru dibutuhkan guna mendukung penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di Pasar Klewer.

“Pintu masuknya kan banyak, jadi harus ditetapkan yang mana. Kemendag menunjuk Pasar Klewer, sementara yang sudah jalan saat ini TSTJ (Taman Satwa Taru Jurug) yang ditunjuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Kami belum akan membuka destinasi wisata lagi. Mengikuti pemerintah pusat saja,” kata dia, di lokasi yang sama.

Baca Juga: Terungkap! Ini Identitas Mobil dan Pengemudi Mazda Tabrak Warung Hik di Nonongan Solo

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali melonggarkan aturan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada pekan ini. Hajatan pernikahan yang semula hanya boleh mengundang 20 orang, kini diperbanyak menjadi maksimal 50 orang.

Namun, syarat swab antigen negatif bagi pasangan pengantin dan keluarga, termasuk wali dan saksi tetap diwajibkan. Pelonggaran lainnya adalah pelaksanaan kompetisi sepak bola, meski tanpa penonton.


Berita Terkait

Berita Terkini

Catat! Tidak Boleh Makan, Minum, Telepon, dan Ngobrol Saat Naik Kereta

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperbarui aturan yang harus dipenuhi pelanggan saat naik kereta api di masa pandemi Covid-19, salah satunya terkait makan, minum dan ngobrol di kereta.

Hindari Bank Plecit, Ribuan Pedagang di Wonogiri Selamat dari Rentenir

PT BPR BKK Wonogiri menciptakan Kredit Mentari tidak hanya berotientasi pada keuntungan, tetapi guna membantu masyarakat.

Kembangkan RTH di Kampung Ngablak, DLH Sragen Siapkan Bibit Tanaman

DLH Sragen membangun ruang terbuka hijau (RTH) di Kampung Ngablak sejak akhir tahun lalu untuk menambah proporsi 30% RTH di perkotaan Sragen.

Transaksi Pasar Tradisional di SGS 2021 Tinggi, Panitia Beri Apresiasi

Panitia SGS 2021 menyebut transaksi di pasar tradisional Solo cukup besar sehingga panitia akan menyiapkan apresiasi khusus.

Diduga ada Pungli dalam PTSL di Desa Kecik Sragen, Kades Membantah

Program PTSL di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen bermasalah. Warga menduga ada pungli oleh perangkat desa, sementara Kades membantah.

Solar Dibatasi, Antrean Panjang di SPBU di Wonogiri Tak Terelakkan

SPBU membatasi distribusi bio solar kepada konsumen sehingga menimbulkan antrean panjang di spbu.

Terekam Kamera CCTV, 4 Pria Bobol Kotak Infak Masjid di Daleman Klaten

Aksi pembobolan kotak infak tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sejumlah lokasi masjid setempat.

Absen Ujian, 4 Pelamar PPPK Nakes Karanganyar Dipastikan Gagal

Empat peserta seleksi PPPK nakes Pemkab Karanganyar tak ikuti ujian tanpa keterangan sehingga dipastikan gugur.

Bruk...Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang

Saking derasnya, hujan disertai angin kencang mengakibatkan puluhan pohon besar tumbang dan melintang di jalan perdesaan di Sukoharjo.

Resepsi Pernikahan di Solo Sudah Boleh Tampilkan Penyanyi Lur

Acara resepsi tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya.

Daarul Qur'an Bangun Asrama, Bupati Juliyatmono Letakkan Batu Pertama

Ponpes Daarul Qur'an di Colomadu, Karanganyar, membangun masjid dan asrama santri. Bupati Juliyatmono berjanji akan mendukung Ponpes Daarul Quran

Awas! Ada 11 Lokasi Rawan Lakalantas di Jl. Solo-Jogja Klaten

Kawasan Besole, Kecamatan Ceper, menjadi salah satu lokasi Jalan Solo-Jogja yang rawan kecelakaan lalu lintas.

Karanganyar Hari Ini: 22 Oktober 2011, 46 Imigran Terdampar di Berjo

Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2011, sebanyak 46 orang imigran asal Afghanistan dan Iran terdampar di rumah salah seorang warga di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Gapoktan Sebut Keterlibatan DPRD dalam Maraknya Penggunaan Sumur Sibel

Sebagian besar pembuatan sumur submersibel di Jaten, Karanganyar, dibiayai APBD melalui aspirasi DPRD Karanganyar.

Ini Jalan Kabupaten Klaten yang akan Membelah Rest Area Tol Solo-Jogja

Keberadaan rest area jalan tol Solo-Jogja di Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, akan terbelah dengan jalan kabupaten.