Catat, KPU Salatiga Butuh 5.918 Tenaga Penyelenggara Pemilu 2024

Sebagai persiapan Pemilu 2024, KPU Kota Salatiga membutuhkan setidaknya 5.918 orang yang dibutuhkan sebagai badan ad hoc penyelenggara pemilu mulai dari KPPS, PPS hingga PPK.

 Ilustrasi petugas KPPS. (Tri Rahayu/Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi petugas KPPS. (Tri Rahayu/Solopos)

Solopos.com, SALATIGA — Persiapan Pemilu 2024 sudah memasuki tahap verifikasi partai politik yang mendaftar di KPU RI. Sementara KPU Kabupaten/Kota juga membantu dalam hal verifikasi faktual keanggotaan partai politik di daerah.

Sebagai persiapan Pemilu 2024, KPU Kota Salatiga membutuhkan setidaknya 5.918 orang yang dibutuhkan sebagai badan ad hoc penyelenggara pemilu. Hal tersebut diungkapkan salah seorang komisioner KPU Kota Salatiga, Abdur Rohim. Jumlah tersebut merupakan rincian petugas ad hoc dari kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) KPPS sampai panitia pemilihan kecamatan (PPK).

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Ada empat kecamatan di Salatiga dan setiap kecamatan ada lima komisioner PPK. Kemudian ada 23 kelurahan yang masing-masing kelurahan ada tiga orang anggota PPS.

“Rencana di Salatiga akan ada 650 TPS yang masing-masing membutuhkan tujuh orang [anggota KPPS] dan dua linmas. Sehingga total yang kami butuhkan untuk lembaga ad hoc ada 5.918 orang,” jelas Abdur Rohim, Jumat (7/10/2022).

Komisioner KPU Kota Salatiga saat acara media gathering beberapa waktu lalu. (Solopos.com/Hawin Alaina)

Diakuinya jumlah itu tidak seberapa jika dibandingkan daerah lain yang memiliki jumlah penduduk lebih banyak dari Salatiga. Namun, pihaknya juga tidak punya pilihan banyak dalam perekrutan tenaga ad hoc penyelenggara pemilu. Terlebih, selain KPU, Bawaslu juga merekrut orang untuk bertugas sebagai pengawasan Pemilu 2024. Oleh karenanya, KPU Salatiga mempersiapkan perekrutan tenaga ad hoc penyelenggara pemilu jauh-jauh hari.

Baca Juga: Bahan Baku Menipis, Pengrajin Eceng Gondok Rawa Pening Berburu ke Luar Daerah

Sementara itu, Ketua KPU Kota Salatiga, Syaemuri, mengatakan Pemilu 2024 memiliki tantangan tersendiri. Ada perubahan aturan terkait penyusunan data rekapitulasi hasil pemilu. Salah satunya terkait penggunaan foto dalam proses rekapitulasi data yang di-upload ke aplikasi yang disediakan pemilu. Peraturan itu dibuat agar petugas tidak banyak menyalin data rekapitulasi secara manual yang membutuhkan waktu lumayan lama.

“Hanya membuat salinan untuk KPU dan satu lagi untuk arsip. Sedangkan untuk saksi dan Bawaslu cukup dengan foto, direncanakan akan seperti itu. Sehingga tugas KPPS tidak terlalu berat,” jelasnya.

Dikatakan Syaemuri, KPU sudah menyampaikan ada rencana kenaikan honor petugas. Namun hal tersebut menunggu persetujuan menteri keuangan. Dua hal tersebut menjadi evaluasi Pemilu 2019 lalu.

Baca Juga: Siap-Siap, Bansos Rp2,3 Miliar untuk Warga Salatiga Segera Cair

“Ada juga rencana batasan usia untuk petugas KPPS. Upaya tersebut sebagai bagian mengurangi masalah yang muncul di pada Pemilu 2019 kemarin,” tandasnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Lewat Flashmob, Cara Dispangtan Salatiga Sosialisasikan Kenyang Tak Harus Nasi

      Kepala Dispangtan Kota Salatiga Henny Mulyani mengaku tujuan flashmob sebagai bentuk edukasi dan publikasi bahwa kenyang tidak harus makan nasi.

      Pemkot Salatiga Raih 2 Penghargaan di Akhir 2022, Ini Daftarnya

      Government Entrepreneurial Marketing Awards merupakan sebuah bentuk apresiasi yang diharapkan dapat membantu memperkenalkan inovasi, kreativitas, interpretasi dan benefit yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia

      Terekam CCTV, Siswa SMK di Semarang Serang Sekolah Lain dengan Sajam

      Sebanyak empat siswa SMK Negeri 10 Semarang ditangkap lantaran melakukan penyerangan atau memicu tawuran dengan menggunakan senjata tajam kepada siswa SMKN 3 Semarang.

      Drama My Superhero Tomato SD Kristen Satya Wacana Ingatkan Pola Hidup Sehat

      My Superhero Tomato bercerita tentang perjuangan untuk hidup sehat. Beraneka jenisnya makanan, jika tidak diimbangi pola hidup sehat akan menjadi sumber penyakit.

      Berenang di Sungai Bogowonto, Seorang Lansia Purworejo Hanyut

      Seorang warga lanjut usia (lansia) dilaporkan hanyut dan tenggelam saat berenang di Sungai Bogowonto, Purworejo.

      Wuiihhh Keren! Peralatan Makan dari Kayu Buatan Jepara Tembus Pasar Dubai

      Peralatan makan berbahan kayu buatan perajin asal Jepara yang mampu tembus pasar Timur Tengah atau Dubai dipamerkan di Kota Semarang.

      Program Matching Fund, Dosen UKSW Ciptakan Aplikasi eRumputTernak

      program matching fund ini dilaksanakan melihat masalah yang dihadapi usaha perternakan, antara lain jumlah produk belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dan pelangan, terbatasnya lahan produksi, serta harga bahan baku complete feed cukup mahal.

      Si Baja, Animasi Belajar Budaya Jawa Karya ISI Jogja Dikenalkan di Salatiga

      Film animasi Si Baja mendapat dukungan Program Matching Found Vokasi Kedaireka Kemendikbudristek.

      Simak! Ini Skenario Rekayasa Lalu Lintas saat Pernikahan Kaesang-Erina

      Begini rekayasa lalu lintas yang disusun Polda DIY saat pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono di Sleman, Yogyakarta.

      UMK Kota Semarang Tertinggi di Jateng, Begini Reaksi Buruh

      Serikat pekerja atau buruh yang tergabung dalam KSPN Jateng menilai kenaikan UMK di Kota Semarang tahun 2023 belum sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL).

      Pasar Ngaliyan Kota Semarang Kebakaran, 10 Kios Hangus

      Kebakaran melanda Pasar Ngaliyan di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), pada Kamis (8/12/2022) sore dan menghanguskan sejumlah kios.

      Ganjar Sebut Kerja di KIK Gaji di Atas UMK Kendal

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyebut gaji karyawan yang bekerja di Kawasan Industri Kendal atau KIK lebih besar dari UMK Kendal.

      Imbas Kecelakaan Bus di Sarangan, Pemilik Bus Wisata Mulai Sulit Cari Pelanggan

      Pelaku jasa perjalanan wisata mengeluhkan adanya kekhawatiran masyarakat untuk menggunakan bus pariwisata imbas kecelakaan maut di Sarangan.

      Suap Dosen UIN Walisongo, 8 Kades di Demak Duduk di Kursi Pesakitan

      Sebanyak delapan kades di Demak, Jateng, menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang atas kasus dugaan suap kepada dosen UIN Walisongo Semarang.

      Kenaikan UMK 2023 di Semarang Tertinggi se-Jateng, Capai Rp225.327

      Kenaikan UMK tertinggi di Jawa Tengah atau Jateng untuk tahun 2023 berada di Kota Semarang, yakni sekitar 7,95% atau Rp225.327,49.